Bayi & Anak, Kesehatan

Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi

Ibu-ibu muda yang pertama kali punya bayi  sering kali mengalami masalah dalam merawat bayinya Misalnya saja. Ruam Popok adalah Iritasi atau Peradangan di daerah yang tertutup popok, seperti sekitar kelamin, bokong, dan pangkal paha bagian dalam.

Ruam popok sering dialami oleh bayi berusia kurang dari setahun. Biasanya berwarna kemerahan disertai lecet dan gatal. Kondisi ini terjadi karena bakteri dan amonia pada tinja dan air seni bayi. Kedua zat ini bisa melukai dan mengiritasi kulit bayi.

Sisa-sisa urin dan kotoran bayi juga membuat kulit bayi basah dan lembab yang membuat gatal. Gesekan di bagian gatal ini menimbulkan iritasi dan akhirnya terjadi ruam popok.

Ruam popok ini biasa terjadi jika :
1. Kondisi Popok basah dan telat diganti
2. Bahan Popok terbuat dari kain yang kasar dan tidak menyerap keringat
3. Infeksi jamur, bakteri atau Eksema

Cara Mengatai ruam Popok:

  • Jika Ruam popok disebabkan oleh popok yang basah atau infeksi jamur maka segeralah lepaskan popok dan biarkan kulit bayi terkena angin karena angin mampu menyembuhkan.
  • Pastikan ibu mengganti popok dengan  rutin
  • Basuh Pantat bayi dan mengeringkannya sebelum memakainkan popok baru
  • Bisa juga menggunakan krim khusus untuk membantu melindungi iritasi pada kulit bayi akibat ruam popok. Oleskan krim atau losion di daerah bokong dan selangkangan agar tidak terjadi gesekan.

Berikut ini Tips untuk menghindari ruam popok

  1. Gunakan popok kain dari bahan katun yang lembut karena bayi memerlukan produk popok yang lembut, aman, dan memiliki sirkulasi udara yang lancar agar terhindar dari ruam popok
  2. Jangan terlalu ketat memakaikan diaper agar kulit bayi tidak tergesek
  3. Bila diaper penuh, sudah menggelembung atau menggantung, segera ganti dengan yang baru.
  4. Hindari pemakaian diaper yang terlalu sering (bahkan saat bepergian).
  5. Jangan ada sisa urine/kotoran saat membersihkan bayi, karena kulit yang tidak bersih sangat mudah mengalami ruam popok
  6. Setiap mengganti popok, kulit hendaknya dibersihkan dengan air yang mengalir dan dikeringkan sebelum memakai popok baru.
  7. Jangan menggunakan sabun bila kulit bayi yang tertutup diaper merah dan kasar.
  8. Biarkan bayi tak memakai popok sekitar 15-30 menit dalam sehari.
  9. Usahakan agar sesering mungkin kulit bayi Anda berada dalam keadaan kering dan berhubungan dengan udara terbuka.
  10. Tidak disarankan menggunakan popok sekali pakai sepanjang hari.
  11. Sebisa mungkin hindarilah penggunaan popok atau celana berlapis plastik.
  12. Pastikan pula produk-produk mandi untuk bayi tidak mengandung pewangi dan alkohol
  13. Jika Anda menggunakan kain sebagai popok, usahakan untuk mencucinya dengan sabun lembut tanpa pewangi kemudian membilasnya sampai bersih. Deterjen bisa menjadi penyebab iritasi pada kulit bayi Anda.

Jika ruam bayi Anda bertambah parah dan tidak ada tanda-tanda perbaikan setelah 3 hari (apalagi jika dia sampai demam dan tidak nafsu makan), sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda. Apalagi bila kelainan kulit akibat ruam popok meluas ke daerah perut, paha, dan sekitarnya. Waspadai pula bila mulai timbul lecet disertai nanah dan bintik merah

Sumber Gambar : http://cdn.phillymag.com/uploads/2014/03/Diaper-Cream.jpg

BACA JUGA:  Mengapa Berat Badan Bayiku Tak Kunjung Naik?