mendidik anak agar mau berbagiSebagai orang tua, Anda pasti merasa bahagia saat si kecil sudah tumbuh dewasa dan mulai memasuki masa masuk sekolah taman kanak-kanak. Anda pasti merasa senang melihat si kecil sudah tumbuh dengan besar. Perasaan senang tatkala si kecil akan mulai dengan dunianya yang baru dimana dia akan mulai bersosialisasi dengan lingkungan barunya, dengan ibu guru dan juga teman-temannya.

Anda pasti juga merasa senang saat si kecil menceritakan pengalamannya di sekolah dengan guru dan teman sekolahnya. Namun, tidak semua anak memiliki sifat mudah bersosialisasi, masih banyak anak yang susah untuk bersosialisasi dan berbagi dengan temannya. Peran orang tua disini harus bisa membantu anak yang mengalami masalah dalam hal sosialnya. Berikut adalah tips mendidik anak agar mau berbagi.

Mengajak anak berbicara

Anak yang sudah masuk sekolah taman kanak-kanak sebetulnya sudah cukup bisa untuk diajak bicara. Anda bisa memulai pembicaraan dengan menanyakan permasalahan yang dihadapi anak di sekolah dan memberikan solusi atas masalah tersebut, tentunya atas kesepakatan bersama. Gaya bicara Anda juga harus bisa disesuaikan dengan usia anak. Beri gambaran kepada anak bahwa dengan berbagi bisa memudahkannya untuk memiliki banyak teman, dan beri gambaran pula betapa indahnya jika dia memiliki banyak teman.

Jangan menghukum anak karena anak pelit

Jangan menghukum anak karena anak pelit, karena hukuman malah akan memicu rasa benci anak daripada menjadikan anak bermurah hati. Disarankan untuk memberi dorongan positif daripada hanya sekedar teguran atau hukuman. Terus beri dorongan positif agar anak mau berbagi, dan ketika dia berbagi, jangan lupa beri dia pujian.

Menghargai barang-barang berharga miliknya

Jika anak Anda merasa bahwa baju, buku atau mainannya adalah “barang berharga” miliknya, cobalah untuk menghargai akan hal itu. Cobalah untuk meminta izin terlebih dulu ketika Anda akan meminjam buku atau mainannya, dan berilah dia pilihan jika memang dia tidak mau mengizinkannya. Beritahu hal ini juga kepada saudara, pembantu, teman atau guru-gurunya agar melakukan hal yang sama terhadap “barang-barang berharga” miliknya dan jika perlu katakan juga bahwa kita yang meminjam “barang berharganya” tersebut akan menjaganya dengan baik. Ini merupakan stimulus yang baik agar anak lebih percaya untuk berbagi dengan yang lain.

Memberikan contoh

ajari anak berbagiCara mendidik anak yang paling mudah adalah dengan memberikan contoh, karena anak memang akan selalu melihat hal apa saja yang dilakukan oleh oleh di sekitarnya. Anda bisa memberikan contoh kepada anak dengan tindakan seperti berbagi ice cream dengannya atau menawarkan pertolongan ketika dia sulit memakai sepatu. Jadi, berbagi itu memang terlihat oleh si anak dari hal-hal yang orang tua lakukan terhadapnya, sehingga dia merasakan betul enaknya dia di bagi ice cream oleh Anda, dan betapa jadi mudah menggunakan sepatu setelah dibantu oleh Anda. Jadi, ketika Anda berbagi dengan si kecil pastikan dia merasakan manfaat dari berbagi itu sendiri, tapi bukan menjadikan si kecil menjadi manja.

Mengajari mana yang boleh dan tidak boleh untuk berbagi

Setelah anak Anda mulai memberikan kemajuan mengenai berbagi, jangan lupa pula untuk mengajari hal-hal apa saja yang boleh berbagi dengan temannya, ini juga penting untuk memberikan pelajaran mana yang boleh dan mana yang tidak. Berikan alasan kenapa sikat gigi tidak boleh berbagi penggunaannya, dan sebagainya.

Sumber gambar :
1. http://2.bp.blogspot.com/-Muy6gM2x52Q/UX9wbz51kDI/AAAAAAAAACk/4l_lZdO82NQ/s1600/anak-berbagi.jpg
2. http://www.balitasehat.net/images/artikel/02/001/005/1235/P