Pendidikan & Psikologi

Saat Jarak Dan Waktu Membatasi Kita…

Share Yuk!

Saat Jarak Dan Waktu Membatasi Kita

Banyak anak merasa “kehilangan” orang tuanya karena mereka terlalu sibuk bekerja di luar rumah. Ada yang bahkan meninggalkan anak-anaknya hingga beberapa hari (baca: berhari-hari) untuk dinas atau bisnis di luar kota. Atau, jika anak Anda mengikuti program boarding school yang mewajibkannya untuk tinggal di asrama sepanjang minggunya. Mengingat pentingnya komunikasi antara orang tua dengan anak, tentulah hal ini menuntut Anda untuk lebih kreatif dalam menjaga komunikasi Anda dengan anak Anda.


1. Surat cinta

Surat cinta bukan hanya miliknya anak muda yang tengah dimabuk cinta pertamanya. Anda juga boleh mengirimkan surat cinta untuk anak-anak Anda, terutama di saat jarak dan waktu memisahkan Anda dengannya. Perhatikan saat-saat ia menginginkan Anda berada di sisinya. Jika Anda yang harus pergi untuk urusan pekerjaan, Anda bisa meuliskannya dan menitipkan surat tersebut pada pembantu atau pengasuh anak Anda, agar dapat diberikan saat anak Anda pulang sekolah. Jika anak Anda berada di asrama, Anda bisa mengirimkan surat Anda setidaknya satu bulan sekali secara rutin, untuk menunjukkan bahwa anak Anda tidak kehilangan Anda. Tidak perlu panjang-panjang. Beberapa kalimat pun sudah sangat berarti baginya untuk merasakan kehadiran Anda.

2. SMS atau telepon

Jauh di mata, dekat di SMS, begitu slogan yang pernah saya dengar. Entah dapat dari iklan seluler mana, saya juga tidak tahu. Tapi, saya pikir, ada benarnya. Anda bisa menyediakan fasilitas hand phone agar anak Anda dapat mengirimkan SMS kapan saja ia mau. Jangan remehkan setiap SMS masuk darinya, meski ia hanya berkata, “aku kangen mama” atau bertanya “Ma, kenapa lauknya cuma telur?”. Sempatkan untuk segera membalasnya. Balasan Anda akan membuatnya merasa lebih tenang dan tidak ngambek.

BACA JUGA:  Buka Dulu Topengmu

Pengalaman pribadi, saya pernah “ngambek” dan tidak mau keluar kamar saat ibu saya pergi sampai malam hari karena ada urusan yang saya tidak tahu apa itu. Padahal, tidak ada bahan makanan yang tersedia untuk saya makan. Kesal, tentu saja. Terlebih saat saya mengirim SMS dan tak juga kunjung dibalas. Ada rasa khawatir, takut jika ada apa-apa di jalan, juga kesal karena saya tak memegang uang untuk sekedar membeli roti. Saat ibu saya pulang, saya tidak mau keluar kamar dan baru keluar saat ibu saya mengiming-imingi sebatang silverqueen. Hehehe…

Teknologi diciptakan Allah untuk kebaikan umat manusia. Agar manusia dapat hidup dan beribadah menjadi lebih mudah. Anda bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mempertahankan komunikasi Anda dengan anak-anak Anda. Sudah ada handphone dengan berbagai fitur yang bisa Anda manfaatkan. 3G, misalnya. Anda bisa bertelepon ria dengan buah hati Anda sambil bertukar video. Sehingga Anda bisa melihatnya, dan anak Anda bisa melihat Anda.

Atau, jika Anda memasang fasilitas internet di rumah, dan anak Anda bisa mengakses internet dari tempat tinggalnya, Anda bisa memanfaatkan Yahoo! Messenger untuk fasilitas chatting dengan anak Anda. Atau mengirim email.

Mudah, bukan? Kini, jarak dan waktu, bukan masalah lagi!

Sumber gambar : http://41.media.tumblr.com/tumblr_lw63pqF2Sj1r2djy3o1_1280.jpg

Share Yuk!