Kompak Mengatur Keuangan Keluarga

 

kompak-mengatur-keuangan-keluarga

Mengatur keuangan keluarga memang gampang-gampang susah, dan akan lebih nyaman bila keuangan dapat diatur bersama pasangan. Selain tujuan keluarga akan lebih cepat tercapai, konflik yang mungkin timbul karena perbedaan cara menggunakan uang dapat diminimalisir.

Meskipun begitu, tidaklah mudah bagi semua pasangan untuk kompak mengatur keuangan keluarga. Perbedaan karakter serta perbedaan pandangan masing-masing pasangan terhadap keuangan bisa menjadi penyebab “ketidak-kompakan” pasangan.

 

Ketika Pasangan Bukan Ahli Mengatur Keuangan

Jadi, apakah ada kemungkinan untuk kompak bersama pasangan dalam hal keuangan? Tentu saja mungkin. Intinya adalah keterbukaan dan penerimaan terhadap karakter keuangan masing-masing.

Yang boros, menerima ketika diingatkan, yang terlalu menuruti hobi, tidak tersinggung ketika diminta untuk menahan diri.

Jika hal ini sudah terlampaui, maka beberapa tips kompak mengatur keuangan bersama pasangan di bawah ini, akan lebih mudah untuk dijalankan.

 

1. Sadari bahwa Parents saat ini adalah tim

Dengan menyadari bahwa parents berdua adalah anggota sebuah tim dan masing-masing bertindak sebagai patner satu terhadap yang lain; akan membuat masing-masing pasangan menahan diri untuk tidak bertindak sesuatu yang merugikan kepentingan bersama.

2. Tentukan apa yang menjadi tujuan keuangan keluarga bersama

Sebagai tim, Parents berdua tentulah memiliki tujuan yang ingin dicapai bersama, seperti memiliki atau merenovasi rumah, membangun investasi, atau malah sekedar ingin tujuan-tujuan jangka pendek, seperti rencana liburan bersama keluarga.

Nah, gunakanlah hal tersebut sebagai tolak awal untuk mengatur keuangan bersama pasangan.

3. Menomorsatukan keuangan keluarga

Dengan adanya tujuan keuangan keluarga, maka penghasilan yang masuk setiap bulan harus diatur berdasar tujuan-tujuan tersebut. Misalkan berapa persen untuk biaya bulanan, keperluan harian, serta investasi.

4. Diskusikan berapa porsi masing-masing yang dapat digunakan untuk keperluan pribadi

Meski memiliki rencana keuangan keluarga, tidak berarti kita abai dengan keinginan dan kepentingan pribadi.

Umumnya wanita (dalam hal ini istri) akan lebih nyaman berbagi dengan anggota keluarga atau berbelanja kebutuhan pribadi bila menggunakan porsi uangnya sendiri. Begitu pula dengan sebagian laki-laki yang merasa lebih nyaman bila memenuhi hobi dan keinginannya dengan uang yang menjadi porsi dirinya.

Untuk itu, tentukanlah di awal berapa persen dari penghasilan yang masuk untuk memenuhi keinginan-keinginan pribadi.

 

  1. Jalin komunikasi finansial yang baik

Tips-tips di atas akan berjalan dengan baik apabila selalu ada komunikasi yang baik dalam hal keuangan. Tanpa komunikasi, akan susah sekali memulai semua rencana di atas.

Hal terpenting lain yang perlu dipupuk adalah keterbukaan. Berapa jumlah yang dihasilkan masing-masing, dan biasanya digunakan untuk kebutuhan apa saja penting untuk pasangan ketahui. Tidak perlu mendetail, misalkan Ibu membeli kosmetik sekian ribu, dan Ayah membeli DVD favorit sekian ribu dan lain sebagainya.

Bicara keuangan, sungguh tidaklah mudah. Karena biasanya ini menyangkut rasa “kebebasan” masing-masing pasangan. Namun, ingatlah, bahwa Parents berdua adalah anggota bagian yang tak terpisahkan dari keluarga. Di tangan Parents berdualah kesejahteraan finansial keluarga dapat tercapai atau tidak.

Ingatlah selalu hal tersebut, dan kemudian ajak pasangan juga diri kita sendiri untuk menurunkan ego masing-masing. Mulailah duduk bersama untuk mengatur keuangan yang paling tepat bagi Parents berdua.

 

Komentar