Pendidikan & Psikologi

Cara Mengatasi Ketakutkan Pada Anak

Cara Mengatasi Ketakutkan Pada AnakKetakutan-ketakutan apa yang biasanya dialami oleh anak-anak Anda? Ke kamar mandi sendiri? Kamar gelap? Hantu? Binatang? Dokter? Ketinggian?

Biasanya, anak-anak memang memiliki ketakutan-ketakutannya tersendiri terhadap sesuatu. Penyebab ketakutan ini pun bermacam-macam: ketidaktahuan terhadap hakikat sesuatu, keanehan sebuah bentuk, ada yang menakut-nakuti, peristiwa tragis, atau karena adanya perbedaan perlakuan.

Bagaimana cara mengatasinya?

Cari penyebab ketakutan itu. Jika kita sudah mengetahui apa yang menjadi penyebab ketakutan anak, akan mudah untuk mengatasinya.

Jelaskan apa-apa yang dianggap aneh atau seram oleh anak. Misalnya, hantu. Jelaskan bahwa hantu pada kenyataannya tidak ada. Hanya buatan-buatan manusia saja. Kalau pun ada orang yang pernah diperlihatkan “hantu”, maka sesungguhnya itu adalah jin, makhluk lain selain manusia. Dan sebagai orang yang beriman, kita tidak boleh takut. Karena orang-orang beriman hanya takut pada Allah.

Jika anak belum berani ke kamar mandi sendiri, atau belum berani tidur sendiri, atau bisa juga takut dengan gelap, maka temanilah sedikit demi sedikit sampai ia benar-benar mengerti bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan. Jangan terlalu memaksanya jika ia belum mau. Insya Allah, dengan kesabaran Anda dalam memberinya pengertian, ia akan terbiasa dan akhirnya berani.

Jangan pernah menakut-nakuti anak-anak dengan hal-hal yang sebetulnya tidak perlu ia takutkan. Misalnya, menakut-nakutinya dengan dokter atau polisi. Jika anak Anda bandel, Anda menakut-nakutinya dengan dokter dan jarum suntiknya, atau penjara polisi. Ini sangat tidak mendidik.

Hindarkan anak-anak dari acara-acara TV yang seram dan berbau “kekerasan”. Biasanya, pengaruh TV itu sangat besar. Anak-anak yang baru saja menonton film berbau horror, biasanya jadi takut ke kamar mandi sendiri, atau takut tidur sendiri.

BACA JUGA:  Separation Anxiety: Jangan Pisahkan Aku!!

Ceritakan pada anak-anak kisah-kisah teladan para sahabat Nabi yang pemberani. Dengan demikian, anak-anak jadi termotivasi untuk menjadi lebih berani.

Sumber Gambar : http://radioactivefitness.com/uploads/2014/10/fear.jpg