Pendidikan & Psikologi

6 Kebiasaan Baik Yang Harus Diajarkan Kepada Anak Sejak Dini

6-kebiasaan-baik-yang-harus-diajarkan-kepada-anak-sejak-kecil

Kebiasaan baik yang harus diajarkan kepada anak sejak dini sangat berpengaruh akan jadi apa anak kita nantinya, Karena cerminan dari orangtua yang berhasil dalam berkeluarga adalah keberhasilan dalam mendidik anak kita menjadi hebat.

Orangtua memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada buah hatinya. Maka dari itu, sebelum segala sesuatunya terlambat dan kemudian Anda hanya bisa menyesali, berikut adalah beberapa hal yang perlu diajarkan oleh orangtua kepada anak sedini mungkin.

1. Kepercayaan diri

Dalam banyak pengalaman rasa percaya diri mampu membantu anak untuk terus bersemangat dalam beraktivitas, giat belajar dan termotivasi berbuat kebaikan. Sebaliknya, sikap rendah diri dan kurang percaya diri justru akan menjadi batu sandungan dan mampu melumpuhkan kemampuan anak dalam upaya mengapai keberhasilan dalam pendidikan, karier maupun keluarga. Kepercayaan diri adalah sangat penting, hal ini jugalah yang membuat seorang pemain American Football, Joe Namath, mengatakan, Jika Anda punya rasa percaya pada diri sendiri, Anda akan merasakan banyak kesenangan. Jika Anda merasakan banyak kesenangan, maka Anda akan mampu melakukan banyak hal istimewa.”

2. Kerendahan hati

Kerendahan hati tidak kalah pentingnya dalam menumbuhkan karakter anak sejak dini. Orangtua wajib melatih sikap tersebut kepada anak-anaknya agar kelak setelah ia tumbuh dewasa mampu bersosialisasi dalam masyarakat, anak juga cenderung tidak akan menunjukkan sikap arogansi ataupun hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai dalam masyarakat. Justru dengan modal kerendahan hati anak akan mudah diterima dalam pergaulan, dia juga dengan senang hati mau menerima kritik dan saran dari orang-orang sekitar dan setiap pujian yang ia terima tidak akan membuat dia semakin sombong.

3. Kesabaran

Mendidik anak kecil untuk bersabar memang tidak mudah, sehingga ini merupakan sebuah tantangan besar bagi orangtua. Agar bisa ditiru oleh anak, orangtua terlebih dahulu harus bisa menerapkan kesabaran pada diri sendiri sebelum mengimplemantasikannya dalam kehidupan anak. Sabar bukan berati “diam” atau “ya sudahlah”, tetapi orangtua harus bisa memberikan contoh bagaimana sikap sabar yang sesungguhnya. Sebagai contoh, hal sederhana yang bisa diterapkan kepada anak adalah dengan mengajari mereka bagaimana cara makan dengan perlahan dan mengunyah hingga lembut, atau dengan berpuasa yang merupakan cara terbaik untuk melatih anak bagaimana mengendalikan emosi dan keinginannya.

BACA JUGA:  Penyebab Iri Pada Anak

4. Kejujuran

Mengajar kejujuran pada anak sejak dini sangat penting, ini adalah investasi berharga apabila dia tumbuh dewasa nanti. Tambahkan pula nilai-nilai agama untuk memperkuat kejujuran tersebut. Apabila Anda menjumpai anak melakukan kebohongan, sebagai orangtua yang bijaksana Anda jangan lantas memarahinya. Nasihati dengan kesabaran agar kelak anak tidak menyembunyikan kebohongan-kebohongan lainnya.

5. Kerja keras

Ajari anak kerja keras secara positif dalam meraih cita-citanya, sebab segala sesuatu tidak ada yang instan tapi butuh pengorbanan dan usaha keras. Jangan terbiasa memberikan segala sesuatu kepada anak dengan mudah ataupun memanjakan anak dengan barang-barang yang diinginkannya. Akan tetapi, berikanlah pemahaman jika segala sesuatu harus ada upaya untuk mendapatkannya. Misalnya, ajari anak Anda menambung sejak dini, apabila uang yang dia tabung sudah terkumpul bisa digunakan untuk membeli barang yang ia inginkan, dengan demikian ia akan memahami apa artinya kerja keras dan kesabaran.

6. Mengajarkan Anak Bertanggung Jawab

Mengajarkan anak tanggung jawab pada anak adalah hal yang penting. buatlah anak agar dapat mengambil tanggung jawab atas segala tindakan yang mereka perbuat. Dengan demikian, kebiasaan ini diharapkan dapat tertanam hingga anak berusia dewasa dengan demikian mereka akan lebih menghargai hidup dan menghargai orang lain. Misalkan ketika anak bermain dengan mainannya dan mulai membenjiri kamarnya dengan mainan-maianan. Setelah ia selesai bermain, mintalah anak untuk kembali membereskan kamar menjadi keadaan semula. Hal seperti ini mungkin dianggap sepele, hanya saja jika tidak diajarkan sejak kecil, hal ini mungkin akan berdampak buruk untuk anak.