Pendidikan & Psikologi

Mengenal Temperamen Anak

Share Yuk!

Mengenal Temperamen Anak“Mengapa ya anakku begini,padahal seharusnya dia tidak begini di usianya yang sekarang”
“Mengapa ya anakku begitu padahal anak lain yang seusianya,  bahkan yang lebih muda darinya tidak begitu”

Umumnya kita (orang tua) mempertanyakan tingkah polah / prilaku  anak-anak. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman kita terhadap karakter dasar dari anak kita. Padahal setiap anak memiliki keperibadian / karakteristik/ prilaku yang berbeda dan unik. Bagaimanapun respon emosi anak seringkali mengikuti pola yang sama sepanjang hidupnya. Respon ini BIASANYA dipengaruhi oleh temperamen.


Temperamen itu apa sih?
Temperamen adalah reaksi khas dari seseorang terhadap terhadap orang lain atau keadaan.

Ada 3 temperamen yang biasanya ada pada seseorang. Memang tidak semuanya berlaku seperti itu, tetapi adanya perpaduan dari ketiga pola ini merupakan hal yang normal.

  1. Anak yang mudah (easy child). Secara umum, anak itu terlihat bahagia, fungsi biologisnya mempunyai ritme yang jelas, mudah menerima pengalaman baru. JIka frustasi tidak mudah rewel, cepat beradaptasi terhadapa rutinitas baru atau aturan permainan yang baru.
  2. Anak yang sulit (difficult child). Mudah terganggu dan sulit ditenangkan, ritme biologisnya tidak beraturan, sering mengekspresikan emosinya.
  3. Anak yang bereaksi perlahan (slow to worm up child). cenderung untuk bereaksi perlahan-lahan dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan orang lain dan situasi baru. (A. Thomas & Chess, 1977).

Mungkin banyak yang membayangkan bahwa anak yang sulit akan menimbulkan banyak persoalan. perlu diketahui bahwa semua tipe ini bisa saja menimbulkan masalah, jika kita sebagai orangtua tidak bisa memberi perlakuan yang tepat terhadap kebutuhan-kebutuhan anak.

Nah jika orang tua sudah dapat memahami temperamen anaknya, tentunya orangtua juga dapat mempersiapkan perlakuan yang tepat agar anak dan orangtua tidak mengalami kesulitan dikemudian hari. Misalnya untuk anak yang sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, maka orangtua berusaha membekali anaknya dengan pengetahuan-pengetahuan atau keterampilan-keterampilan yang bisa dipergunakan pada saat itu.

Sumber Gambar : http://cdn5.yorokobu.es/uploads/1cry.jpg

Share Yuk!
BACA JUGA:  Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab Anak