Membuktikan Cinta Ibu

Membuktikan Cinta IbuSeringkali dalam hubungan ibu dan anak terjadi kesalah pahaman. Si anak merasa bahwa ibunya tidak mencintainya karena sering marah-marah padanya. Sedang si ibu merasa anaknya tidak memperhatikan, bandel, nakal karena tiap kali dinasehati tidak pernah di gubris sehingga  si ibu menjadi marah-marah. Gara-gara sikap yang emosional dan perkataannya yang kasar anak jadi tak bisa menangkap perasaan kasih sayangnya ke anak.Ada beberapa cara supaya anak mau mendengarkan perkataan ibu.
1. Dengan Lembut

“ Maka disebabkan rahmat Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu…” (QS. Al-Imraan[3] : 159)

Ayat tersebut ditujukan kepada Nabi Muhammad saw dalam membina umatnya, tapi pembinaan itu bersifat universal. Ayat diatas juga berlaku bagi orangtua dalam mendidik anak-anaknya. Agar anak lebih mendekat maka jalan yang mesti ditempuh adalah mendidik dengan lemah lembut, tidak keras dan kasar. Bukan berarti harus menuruti semua permintaan anak, akan tetapi memahami pendapat dan keinginan anak yang sering tidak masuk akal, kemudian mengarahkannya dengan kasih sayang antara yang boleh dan yang tidak.
2. Menawarkan Kebaikan`
Menurut Dr. Burstein dalam buku Dr. Burstein’s Book on Children

“ Anak biasanya memberikan tanggapan (reaksi) yang lebih baik jika diberi senyuman dan diajak bicara dengan sikap hangat dan penuh kasih sayang”.

Sidney D. craigt menegaskan pendapat yang sam dengan didukung dengan bukti dan argumentasi yang kuat.

“ Sifat dasar manusia akan mengalami gejolak perasaan menghargai yang amat dalam terhadap orang lain yang menawarkan kebaikan hati kepadanya,”.

Jadi jika orangtua bisa mengajak bicara anak dengan lemah lembut yang disertai dengan senyuman untuk menunjukkan kasih sayangnya tentu anak akan lebih bisa menerima, menanggapi dan mematuhinya.
3. Pahami Alasan Anak
Anak-anak mempunyai harga diri  sama dengan orang dewasa. Jika ia merasa harga dirinya diinjak-injak walaupun oleh orangtuanya sendiri anak cenderung untuk melawan untuk menjaga harga dirinya. Salah dan benar mestinya diukur dari dunia mereka dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan jiwanya. Cari tahu alasan anak dan bicarakan dengan lembut dan nada yang tenang sambil tetap memberi senyuman kenapa dia tidak mau menurut. Pahami alasannya dan bantu anak memberikan solusi bagaimana supaya dia bisa tetap melakukan keinginannya sekaligus mentaati orangtua.
4. Menahan Emosi
Seorang ibu harus bisa meredam emosi dan menahan kemarahannya didepan anak. Karena anak meniru dari orang-orang terdekatnya. Jika orangtua sering marah-marah dengan berkata-kata kasar dan tak mampu menahan emosi maka otomatis anak akan meniru perilaku seperti itu. Hanya sayangnya seorang ibu rumahtangga sering tidak bisa menahan emosi karena tidak memiliki penyaluran yang baik untuk meredam emosinya karena tugas dan kewajiban ibu yang berat dan tingkat kebosanan yang tinggi tanpa adanya kepedulian dari suami dan masyarakat akan kerja beratnya. Sehingga  anak menjadi sasaran pelampiasan emosinya.
Padahal dalam ajaran agama islam telah diberikan patokan pergaulan hidup yang beradap sehingga jika patokan tersebut dipenuhi akan mampu mengalahkan pengaruh-pengaruh negative. Seperti Larangan mengeraskan suara kepada orang yang lebih tua, larangan bagi wanita untuk melengkingkan suara, anjuran untuk segera berwudhu jika marah, hingga larangan memanggil teman dengan gelar dan sebutan yang jelek.

Sumber: “ Mendidik Dengan Cinta” Irawati Istadi

Sumber Gambar : https://uolala.s3.amazonaws.com/event-covers/b-hallar-la-paz-con-nuestra-madre-y-nuestro-padre-20150208124330718-09a4d2.jpg

8 thoughts on “Membuktikan Cinta Ibu”

  1. inget mamaku deh dia selalu kasih yg terbaik buat ku.. mama ga pernah biarin aku makan yg ga bergizi… apa lagi ngasih aku jajan d luar .. dulu sihh kesel yahh karna temen2 ku smua boleh jajan.. sekarang setelah jd ibu baru tau knp mamaku berbuat itu ,krn dia peduli sm aku

    Reply
  2. setelah jd ibu baru ngerasain yahh betapa sulitnya membesarkan anak…jd suka nyesel deh dulu suka nakal dan bantah ibu….kasih ibu seanjang masa yahhh

    Reply
  3. ibu memang selalu memberikan yang terbaik utk anaknya demikian juga ibuku …aku belajar dr ibuku merawat dan menjaga anakku menjadi sehat pintar dan memberikan gizi yang baik bagi anakku

    Reply
  4. Waduh, dulu…
    sebelum punya anak, masih berani deh ngebantah sama ibu. Tapi kini setelah punya anak, baru sadar betapa ibu adalah manusia terindah. apapun diberikan pada anaknya.

    Reply
  5. kalo aku sihhh pake anmum bundaa… selain lengkap vit nya nutrisinya jugaa,,, ada AADHA,nutrivit GA,VIT ACE lgkp buat tumbuh kembang anak mknya aku pilih …

    Reply
  6. untuk anak kita harus yg terbaik passtinya….d semua segi baik itu pendidikan maupun gizi untuk anak… krn anak merupakan penerus bangsa… untuk urusan gizi selain makanann anak yg saya perhatikian susu nya juga ga asal pilih lohh bunda… saya pilih susu yg byk nutrisinya… aku sih pilih anmum yg ada nutrivitnya jd anakku ga gampamg sakit… AADHAnya bkn anakk tambah pinterrrr GA nya bikin pencernaan nya sehattt

    Reply
  7. Setuju bgt sama ibu Sarah. Kalo utk anak pasti yg terbaik ya. Bukan saja hanya pendidikan, tapi kesehatan, makan, dan susu jg harus yg paling baik. Sejak anakku lepas ASI, aku berikan anakku susu yg vitaminnya lengkap dan nutrivitnya tinggi. Anakku kan susah makan sayuran dan buah, tp krn minum susu itu, anakku tetep terjaga gizi nya. Jarang bgt sakit. Malah makin cerdas dan aktif. Anakku jg doyan dan cocok. Gak pernah ganti susu lg deh sejak itu :)

    Reply
  8. dulu ibuku membuktikan cintanya dengan memberikan yang terbaik untukku semenjak aku kecil.. sekarangpun begitu.. aku pasti akan memberikan yang terbaik untuk anakku semenjak dia masih kecil.. :) paling utama yang harus diberikan itu asi, kemudian sufor yang bagi saya, sufor yang baik itu harus bernutrivit, ada vitamin A,C,E nya.. :)

    Reply

Leave a Comment