Waspadai Alergi Makanan


Waspadai Alergi MakananMempersiapkan makanan yang dapat mencukupi kebutuhan nutrisi bayi bukanlah hal yang rumit. Dan setiap ibu pasti ingin memberikan nutrisi terbaik bagi bayinya. Komposisi nutrisi yang seimbang sangat dibutuhkan oleh bayi dalam taraf perkembangannya. Namun berhati-hatilah jika makanan yang diberikan pada bayi dapat memberikan efek alergi.

Idealnya, usahakan untuk memperkenalkan jenis makanan yang tidak akan mengakibatkan timbulnya alergi pada bayi. Dalam tahap permulaan, hindari pemberian jenis makanan seperti putih telur, kacang, susu sapi, jagung, gandum, atau buah-buahan yanag rasanya terlalu asam. Mulailah dengan memberikan jenis-jenis makanan yang lebih mudah dicerna seperti apel, pisang, pir, wortel, beras merah, dll.

Disarankan untuk memberikan jarak sekitar 3 hari atau 1 minggu sebelum memberikan makanan baru yang lain kepada bayi. Dengan demikian akan dapat dikenali kemungkinan adanya alegi atau penolakan bayi terhadap jenis makanan tertentu. Gejala alergi makanan pada bayi seperti muntah, bintik-bintik pada wajah terutama pada bagian yang terkena makanan tersebut, hidung dan mata berair, diare, darah pada pup, bayi gelisah atau adanya bintik kemerahan pada daerah sekitar anus atau daerah popok.

Ada baiknya jika Anda memperkenalkan buah-buahan terlebih dahulu kepada bayi sebagai makanan pertama. Mulailah dngan pisang, baru kemudian diikuti dengan berbagai jenis buah-buahan dan sayuran lainnya. Setelah memperkenalkan buah-buahan dan sayuran, berikan makanan yang terbuat dari biji-bijian kepada bayi. Berikutnya, perkenalkan daging dan ikan. Lama kelamaan Anda juga bisa memperkenalkan rasa-rasa yang telah dikombinasi. Misalnya pisang dengan susu atau cokelat, wortel dengan bayam.

Jangan lupa memeperkenalkan makanan yang dapat dipegang dan merangsang pertumbuhan giginya. setelah bayi dapat makan sendiri maka anda sudah bisa mulai memberikan makanan yang juga dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga yang lain kepada bayi.

Kreatiflah dan berusahalah variatif dengan bahan-bahan yang ada dalam menyediakan makanan untuk bayi Anda. Anda bisa memotong kecil-kecil pisang yang sudah matang kemudian dihancurkan dengan menggunakan sendok. Buah pir yang sarat akan serat dapat dimasak seperti apel. Kupas dan potong kecil-kecil sebelum dimasak. Masak hingga lunak agar lebih mudah dihancurkan.

Bersihkan wortel, potong-potong dan kemudian masak hingga lunak. Kentang juga bisa sebagai makanan yang langsung bisa diberikan kepada bayi Anda, tentulah dengan merebusnya dahulu dan mengupasnya setelah dingin untuk menyajikannya. Untuk alpukat, Anda hanya tinggal membuang bijinya lalu menghancurkan dagingnya sebelum diberikan kepada bayi. Alpukat menyediakan berbagai nutrisi, vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh bayi, seperti zat besi dan potassium.

 

Sumber Gmabar : http://www.huidarts.com/uploads/2014/04/shutterstock_132444908.jpg


3 Komentar

  1. sudah ada alternatif tes dan terapi alergi dengan metode biofisika
    yang tidak sakit, tidak disuntik, bebas efek samping, tidak pakai obat / bahan kimia, bisa untuk semua umur dari bayi sampai manula, tidak memerlukan periode bebas alergi dan bebas obat anti alergi. informasi detilnya di http://www.bio-e.net

    bagi kalangan medis, bisa ikut pelatihan cara tes alergi metode biofisika yang kelebihannya sama seperti diatas, bisa memeriksa alergen apapun termasuk obat yang akan diresepkan ke pasien, sehingga mencegah terjadinya tuduhan ‘malpraktek’ mengurangi resiko terjadinya alergi obat pada pasien anda.

    bagi mereka yang menderita alergi, dan sudah mencoba terapi tetapi belum mendapat manfaat, silahkan mencoba metode ini. dibandingkan dengan terapi konvensional yang ada, metode ini jauh lebih cepat dan lebih ekonomis. saya sekeluarga sudah mendapat manfaat dari metode ini.

    semoga informasi ini bermanfaat.

    1. terimakasih banyak atas sharingnya, Dok. sangat bermanfaat. semoga pembaca juga bisa mengmbil manfaat yah!!

  2. pengen juga ada artikel yang memuat alergi makanan untuk usia balita, karena ada beberapa kasus dulu anak tidak ada alergi apa-apa ketika mengonsumsi suatu jenis makanan, tetapi lama-lama ketika dia mengonsumsi makanan itu selalu muncul alergi………..

Komentar