Bagaimana Agar Anak Pemberani

anak beraniKeberanian adalah salah satu syarat menjadi seorang pemimpin. Seorang anak yang pendiam belum tentu tidak mau melakukan hal-hal yang membutuhkan keberanian. Anak yang banyak bicara tidak selalu bersedia melakukan kegiatan-kegiatan yang menuntut keberanian. Keberanian seorang anak dapat ditumbuhkan sejak dini.

Pertama-tama yang perlu dilakukan seorang pendidik / orangtua untuk menumbuhkan keberanian pada diri seorang anak, adalah mencari tahu penyebab ketidakberaniannya. Apakah karena hal itu merupakan sesuatu yang sama sekali baru, sehingga ia sebenarnya hanya ragu dan butuh sekedar motivasi. Atau ketidakberanian yang timbul karena rasa percaya diri yang rendah. Mungkin juga ada kejadian tertentu yang membuat trauma pada dirinya, atau hal lain. Pengetahuan pendidik / orangtua mengenai latar belakang ketidakberanian siswa akan membantu guru memberi treatmen yang lebih tepat.

Secara umum, ada kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan sifat berani pada diri seorang anak. Memberi kesempatan setiap anak untuk mau menjadi pemimpin pada kegiatan-kegiatan kelas, seperti; memimpin doa dan memimpin barisan . Anak-anak yang belum berani akan termotivasi dengan melihat temannya yang berani memimpin. Lambat laun mereka akan terbiasa memimpin tanpa malu atau takut lagi.

Di beberapa sekolah, ada sebuah kegiatan yang dikenal dengan istilah assembly yang dilakukan sepekan sekali. Kegiatan ini memberi kesempatan pada setiap anak untuk berana tampil di depan teman-teman dan guru. Mereka dapat menampilkan kemampuan yang mereka milki, seperti; bernyanyi, menari, berpuisi, atau menghapal seuatu. Biasanya di awal tahun ajaran penampilan berupa classperformance. Seluruh siswa di kelas tampil. Hal ini membuat anak-anak yang belum berani tampil seorang diri, tidak terlalu takut untuk tampil. Pertengahan semester, biasanya sudah ada beberapa anak yang berani tampil dengan beberapa orang teman saja atau bahkan sendiri. Keberanian pada setiap anak pun lambat laun tumbuh dan berkembang.

Outbound menjadi tren baru pada saat ini sebagai sebuah ajang menumbuhkan sikap berani pada diri anak. Aktivitas-aktivitas yang terdapat di kegiatan outbound ini merupakan aktifitas yang menantang dan membangkitkan adrenalin seorang anak. Sebut saja Flyng fox, yaitu meluncur dari ketinggian tertentu yang lebih dari tiga meter. Spider web, atau merayap di jaring laba-laba. Monkey bar, di mana anak berjalan meniti dengan tantangan di ketinggian tertentu atau terjatuh dilumpur yang kotor. Beberapa contoh aktifitas tersebut, dikemas dengan menarik Anak akan termotivasi mencoba tanpa terlalu khawatir akan terjatuh.

6 Komentar

  1. anak sy berusia 7th,tetapi sampai saat ini dia mash saja mengalami rasa takut yg berlebihan pd hal2 yg sifatnya irrasional,spt hantu. sy sudah mencoba brbagai cara spt menenangkan,bahkan sampai selalu menemaninya.tpi sy pikir sampai kapan sy hrus menemaninya bahkan ke kamar mandipun hrus selalu ditemani.tolong solusinya…terimakasih

    1. Selamat pagi bunda. Perasaan takut merupakan salah satu bentuk emosi yang harus dihadapi anak dalam kehidupan sehari-hari. Rasa takut dianggap sebagai emosi yang negatif, walaupun sebenarnya rasa takut bisa membantu kita untuk menyadari dan merespon bahaya. Akan tetapi jika rasa takut dan cemas tersebut dibiarkan berlarut-larut dapat membuat hidup anak menjadi sulit. Untuk mengelola rasa takut anak, bunda bisa mempelajari beberapa beberapa strategi berikut. Strategi untuk membantu anak mengelola rasa takut. Semoga bermanfaat.

  2. ank saya berusia 5thn. dia pendiam,penakut karena badannya yg kecil dibanding anak seusianya. oleh karena itu dia kurang suka bersosialisasi. berbagai cara sudah saya lakukan. tp tetep minim keberanian. apa yg hrs saya lakukan?

    1. Selamat pagi bapak. Rasa takut memang bagian dari perkembangan anak yang sehat. Namun, orangtua harus jeli mengenali setiap jenis ketakutan anak, jangan lindungi berlebihan, atasi semuanya dengan bijak. Anak yang penakut juga cenderung menjadi tidak mandiri. Hal ini karena anak merasa tidak aman dan membutuhkan kehadiran orang lain di dekatnya, terutama orangtuanya, untuk memberinya rasa aman. Untuk menghadapi anak penakut, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut ini menghadapi anak penakut. Terima kasih.

  3. Tips yang bagus sekali.. Trims. Memang melatih anak dalam segala hal butuh kesabaran yang luar biasa.

Komentar