Bagaimana Cara Menahan Diri Agar Tidak Memukul Anak?

Cara Menahan Diri Agar Tidak Memukul AnakBetapa seringnya kita sebagai orang tua merasakan begitu susahnya untuk menahan diri untuk tidak memukul anak ketika dia melakukan suatu yang menyusahkan kita. Padahal jika kita berpikir ulang kita akan dapati bahwa pukulan itu tidaklah akan memberikan suatu manfaat yang besar dibandingkan dengan penyesalan yang akan kita tunai setelah itu. Maka sebagai orang tua kita harus mengerti bagaimana cara agar kita bisa mengendalikan diri kita untuk tidak memukul mereka ketika berbuat kesalahan.

Berikut ini beberapa tips agar kita bisa menahan diri untuk tidak memukul anak.

1. Berusahalah untuk berlindung kepada Allah dari godaan setan.

2. Posisikan dirimu seperti anakmu ketika anda masih anak-anak dan ibumu yang dengan sabar dan lembut menanggapi kesalahan-kesalahan dan kenakalanmu

3. Berbicaralah dengan dirimu sendiri :”Apakah engkau dengan pukulan ini ingin membalas dendam atau engkau ingin mengajari anakmu dengan pukulan ini? Jika yang engkau kehendaki adalah pelampiasan kemarahan maka engkau tidak berhak memukulnya, akan tetapi jika engkau bermaksud mengajarinya adab dan sopan santun, maka bukankah masih ada cara lain selain pukulan?”

4. Renungkanlah lagi ketika anda memukulnya pada kesempatan sebelumnya dan bagaimana anda merasa menyesal setelah itu seandainya hal itu tidak terjadi

5. Buatlah kesepakatan dengan suamimu untuk mencegahmu dari memukul anakmu

6.Ingatlah pula bahwa anakmu lemah dan tidak bisa membela diri.

Sumber Gambar : http://widhiaanugrah.com/uploads/2015/01/memukul-anak.jpg

  •  
  •  
  •  
  •  

24 Komentar

  1. Selamat malam bu bu saya mau tanya cara menahan emosi saya terhadap orang tua saya dan selalu saya terus yang slalu di salahkan bagaimana cara mengedalikan emosi tersebut bu

    1. selamat pagi mas santo,
      selalu disalahkan oleh orangtua itu harus di pertanyakan,ajaklah komunikasi dengan orangtua anda dengan baik-baik atau disaat kita berkumpul dengan kondisi hati senang pertanyakan knp saya selalu salah,karena setiap orang tua pasti ingin anaknya menjadi yang terbaik menurutnya.untuk menahan emosi cobalah anda diam sejenak bila orang tua sedang marah,bila marah sudah reda usahakan anda tidak emosi bicarakan baik-baik apa salah saya dan dimana kesalahan saya, bila penjelasan orangtua tidak masuk akal menurut anda,coba lah anda berpikir positif setiap perkataan orang tua anda dan ambil hikmahnya saja mungkin ini bisa jadi solusi mas santo dan bisa membantu terimakasih

  2. Saya adalah ibu yang tidak bisa menahan emosi setiap anak saya nakaL terhadap sepupunya.saya hanya g mau nanti di belakang saya ortu nya nenjelekan anak saya.saya suka memukul dan mencubit anak saya padahal anak saya baru berumur 4 tahun.gmna sie tips agar sayaa bisa menahan dan mengontrol emosi saya.terima kasih

    1. Selamat pagi. Seorang anak memiliki banyak cara untuk mengekspresikan kemarahannya. Sebab mengapa anak marah salah satunya adalah mencari perhatian atau bisa juga meniru kebiasaan orangtua. Jadi sebaiknya orangtua berlaku sopan dan bersikap baik dihadapan anak. Untuk mengontol emosi bunda kepada anak, bunda bisa melakukan beberapa cara dalam artikel berikut cara mengendalikan rasa marah terhadap anak. Terima kasih.

  3. Saya merasa sangat menyesal keika saya memukul si kecil yg msh berusia 2 thn ketika dia sakit dan sangat rewel daru pagi smpe sore trus rewel dan menangis trus mnerus smpe mlem. Sehingga sya memukul ank sya, tpi nangisnya gk brhnti jg.. mkan gk mw, sya akalin ini itu blnja jajan gk mw dimkan, mklum si kcillg sariawan 3 hri 3 mlem trus sperti itu
    Enthlah brp kli pkulan dn bntakan
    Bagaimna solusinya ktika ank rewel terimakasih

    1. Selamat pagi bunda. Anak rewel, tidak mau makan dan nangis mungkin karena dia merasakan sakit dan tidak nyaman akibat sariawan yang dideritanya. Selain itu, sebab mengapa anak rewel mungkin salah satunya adalah mencari perhatian orangtua. Jadi sebaiknya orangtua berlaku sopan dan bersikap baik dihadapan anak, jangan sekali-kali marah atau bahkan memukul anak karena bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Terima kasih.

  4. saya seorang ibu yg mempunyai 2 putri,saya tipe org yg tdk pernah bisa menahan atau mengontrol emosi saya,kpda siapapun,trmasuk pda putri” saya.saya merasa gagal menjadi seorang ibu yg bisa jd tempat berlindung anak”nya.apalagi pada anak pertama saya,tak bisa dihitung sdh berapa kali saya memukulnya,bahkan pernah sampai berbekas,hanya karna dia kurang tanggap ketika menerima plajaran disekolah,waktu itu saya kalap,saya sgt menyesal dgn sejadi-jadinya,bekas di bdan anak saya dr perbuatan sya.tp hal itu kmbali lg terulang sama ktika anak saya blum bisa baca disekolahnya,pdahal mmg anak sya baru masuk kls 1 SD,dan itupun baru 1 blan,bkan kah hal yg wajar.tp knpa sya bgitu tdk bisa menerima,pdhal anak sya adlah anak yg pintar brcerita,pandai menasehati sya ktika sya brbuat salah.mgkin karna sya mlihat sbagian temanya sdh bisa mbaca.bgaimana dgn emosi sya??bgaimana cara meredamnya??

    1. Dear bunda yani ibu yang ingin sabar…
      Mendidik anak memamg membutuhkan kesabaran yng luar biasa. Kita seringkali berbuat keras thd anak kr mgk dl kita jg dibesarkan dg cara seperti itu. dan juga krKurangnya kita membaca buku2 parenting.
      Memang kita membutuhkan waktu dan proses untuk mengubah diri kita dr pemarah mjd penyabar. Dan sedihnya anak kita mjd korban atas proses yg harus kita lalui.
      Latihan dan training parenting sgt membantu kita u menahan emosi dan menumbuhkan kesadaran akan kekurangan dan kelebihan anak.
      Jangan lupa berdoa bunda…
      Berdoalah selalu agar diberi kesabaran dan ananda diberi kecerdasan. Bekerja keras membanntu ananda agar bs mjd lebih baik unggul dlm bidang kelebihannya. Menyediakan cinta dan kehangatan yang besar u dia bisa tumbuh dann kembang dengan sehat dan optimal.

      Terimakasih
      www.pondokibu.com

  5. Saya merasa saya adalah seorang ibu yang benar2 jahat dan tega kepada anak.saya punya ank 2. Smua laki 2. Kadang kalao sii kakak meledek atau mencelakakan adiknya. Kemarahan sy bnar2 tdk terkontrol. Saya benar2 kalapp mulut berbicara kasarr tangan pun ikut memukul. Smakin hari sy tdk bs mengontrol emosi saya. Sehabis itu saya menyesall rasanya batin sy menangiss sakitt sekalii knp sy seperti itu pd hal ank saya in adalah ank Чά‎​πg cerdass pengertian saat sy sakit. Tp knp dia slalu jd tempat pelampiasan kekesalan saya.

  6. sy ibu dg 1ank.sy gampang bgt emosi kl ank bandel/nakal/g nurut.gmn y bun biar sy bs lbh sabar dan g cpt emosi?mksh..

  7. Saya sama sekali tidak pernah memukul anak2 saya, tapi yang saya belum berhasil menahan adalah kalau mereka sudah mulai berulah dan nggak mau dengar kalau diberitahu, saya sering marah2 dan bilang akan pergi saja, kalau saya diamkan, anak saya malah tambah menjadi2, nangis, marah dan banting2 barang. Saya bisa menahan tidak memukul, tapi saya belum bisa menahan marah yg berupa kata2, saya sering menyesal setelah itu, karena bagaimanapun itu juga suatu kekerasan, dalam bentuk verbal. Semoga saya bisa lebih mengendalikan emosi terhadap anak2

  8. lingkungan di sekitar tempat tinggal saya rata-rata anaknya g pernah ada perhatian dari orang tuanya misalnya kalo magrib g pernah ama orang tuanya di suruh masuk main di luar aja,trus ngomongnya udah kayak orang dewasa kasar, trus anak sd udah bisa praktekin bagaimana cara berhubungan layaknya suami istri dan itu di ajarkan pada anak2 tmn dia bermain aku bingung bagaimana melindungi anak aku dari lingkungan tersebut sedangkan aku g mungkin mengurung anakku? tolg kasih tahu solusinya sebelumnya terima kasih

  9. Saya susah bngt nahan emosi klo anak saya nakaL padahal saya suka nyesel klo abis mrahin anak saya gmn y cara nahan emosi ini agar tdk meledak-ledak

    1. Selamat datang bunda lasmi, sebelumnya terimakasih sudah berkunjung ke pondokibu.com
      Untuk kondisi bunda tsb, sblmnya bs dilihat pertama dr sisi usia dan juga sifat serta karakter putra/putri bunda.
      Jika usia anak sudah bisa utk dapat diajak berbicara, coba ajak putra/ putri bunda utk berkomunikasi, posisikan dia sebagai anak yg sudah besar dan bisa diarahkan.
      Namun jika usia anak msh tll kecil, coba utk meninggalkan dan mendiamkan putra/putri sementara waktu. Ini akan membuat si anak belajar utk instropeksi diri.
      Pada intinya memarahi anak itu boleh, bunda…asalkan tetap kontrol diri, karena anak yang ,masih dalam masa pertumbuhan akan merekam semua perkataan dan tindakan orang disekitarnya terutama orang tuanya, untuk itu tetap jaga perilaku dan perkataan bunda.
      Dan jugn lupa bahwa perkataan yg bunda keluarkan merupakan doa bagi si anak.
      Tetap semangat bunda
      Terimakasih

  10. Bagaimana caranya agar anak nurut kepada orang tua, karena kebanyakan anak bila diajak berbicara selalu ikut berbicara juga
    bagaimana caranya agar anak nurut,

    1. agar anak nurut pada orangtua adalah sikap konsisten orangtua dalam menerapkan aturan ddi rumah. mendengarkan dengan baik. orangtua perlu belajar untuk berkomunikasi dengan anak. berkomunikasi yang menunjukkan empati terhadap kebutuhan anak.

  11. Saya punya tabiat aneh. Sering muncul emosi yang tidak juntrungan pemicunya. Misalnya, berhari-hari anak-anak berulah saya tidak kepancing. Tetapi, hari keempat, tiba-tiba si sulung merengek-rengek sambil menendang-nendang adik yang duduk di depannya. Melihat kaki yang menendang, atau rengekan, tiba-tiba saja saya emosi lalu kaki si sulung saya cengkram. Sambil mencengkram saya teriak-teriak,”kenapa sih kakak suka nendang-nendang. Ibu sudah bilang, jangan nendang-nendang!”

    Yang lebih mengerikan, emosi tadi bisa jadi makin mengerikan karena dicampur dengan histeria yang nggak jelas.

    Pernah suatu kali, saya menampari muka dan kepala saya. Kala itu saya habis memerahi si sulung (selalu si sulung yang bertingkah dan yang selalu kena marah). Karena takut saya marah berlebihan, sedangkan emosi sedang puncak-puncaknya, saya langsung lampiaskan ke diri sendiri.

    Saya merasa, saya ini aneh sekali. Setiap kali melakukan kekerasan (mencubit kaki, memukul kepala, mencubit lengan, mengguncang-guncang tubuh si sulung, pernah juga menggigit pipi si sulung), saya benar-benar lepas kontrol. Saya seperti tidak tahu apa yang saya hadapi. Setelahnya pasti saya menjadi stres berat, langsung melapor pada suami, tetapi langsung juga merangkul si sulung yang habis kena. Saya biasanya langsung minta maaf kepada Allah, kepada suami, kepada si sulung, dan meminta pengertian si sulung untuk tidak mengulanginya lagi.

    Tapi, saya merasa apa pun usaha yang saya lakukan untuk mengekang emosi marah tadi sudah tidak bisa ditolerir lagi. Rencananya dalam beberapa hari ini saya akan ke psikolog. Saya sayang sama si sulung, tapi saya juga ingin menolong diri saya sendiri.

    Tabiat marah saya ini ternyata tidak hanya kepada si sulung. Kadang juga kepada orang lain, termasuk orang tua atau adik-kakak sendiri.

    Suami saya sangat sabar dan selalu berusaha ‘menyembuhkan’ tabiat saya ini. Tetapi saya benar-benar ‘sudah rusak’. Saya harus memperbaiki diri dengan cara berkonsultasi kepada ahlinya.

    Anehnya, dari tiga anak, hanya si sulung yang sering kena ‘tangan’ saya. Padahal si tengah dan si bungsu dengan perangai yang mirip-mirip tidak pernah kena ‘tangan’ saya.

    Naudzubillah mindzalik, semoga Allah mau membantu saya.

    1. Ibu muslim?bunda istigfar n selalu mndekatkan diri pada allah,n bunda jga menposisikan bunda sebagai anak jika bunda digitukan,lamban laun insyallah bunda bisa mengontrol emos!saya dulu juga tidak bisa menahan emosi hbis memukul ato mencubit menyesal,q pikir2 lagi kalo mau nyubit ingat pada waktu sakit,insyallah emosi kita terkendali.

  12. sekedar berbagi, saat saya sedang sangat marah dengan anak tersayang, selalu saya bayangkan seandainya ia tidak lagi berada di sisi saya…timbul rasa sedih yang mendalam dan amarah pun mereda.

    memukul anak tidak akan membuat ia mengerti namun justru menimbulkan bekas di hatinya. bagaikan kaca yang tergores, tak akan pernah kembali seperti semula.

    betapa tidak mudah ya menjadi orang tua yang baik. menyesal sekali karena tidak menjadi anak yang baik sewaktu masih kecil…

    1. hmm…ya,betul sekali. itu dapat menjadi salah satu cara kita untuk meredam keinginan berlaku kasar pada anak. semoga kita semua bisa menjadi orangtua yg baik…aamiiin

  13. dari kecil saya selalu dipukul sama speerti mukulin maling…

    makanya besar dengan perasaan minder

    1. kami turut sedih mendengar cerita Anda, Pak. namun, kita harus belajar untuk bijaksana dalam menyikapi kehidupan kita di masa depan. apa yg Anda alami, tidak boleh dialami oleh anak2 Anda. putuskan tali kekerasan itu dari diri Anda mulai sekarang. carilah seseorang yg dapat membuat Anda merasa lebih berarti dan berharga, serta mencintai Anda dengan tulus, memperlakukan Anda dengan lemah lembut dan penuh dengan cinta. hadapi hidup dengan berani. Anda pasti bisa. jadilah seorang juara!!

  14. alhamdulillah..
    terimakasih informasinya

    parenting tips

    mencoba mengasuh anak tanpa kekerasan:

    http://ekojuli.wordpress.com/2009/07/30/bintang-untuk-rifqi/

  15. Beruntung sekali saya bertemu dengan pondokibu.com ini bisa membantu saya menghadapi kemarahan saya thd anak saya,Semoga dengan ini saya bisa lebih lembut dan memahami anak2 saya dan bagi saya tidak ada kata terlambat untuk berubah,timakasih

Komentar