Ketika si kecil berulah menjengkelkan, timbul kemarahan dalam diri Anda. Ingin rasanya berteriak memarahi anak karena sulit dinasihati. Padahal, Anda tak perlu lho bersikap demikian. Masalahnya, dengan menaikkan suara, berarti Anda akan menciptakan suatu pertempuran yang cuma-cuma, yang bukan cuma bikin hati kesal dan frustrasi, tapi juga membuat suasana jadi tak enak yang diakhiri dengan perasaan bersalah.

Agar semua ini tak lagi harus Anda alami, coba deh 9 cara berikut ini. Anak jadi tak ketakutan mendengar teriakan ibunya, Anda pun bisa hidup bebas tanpa stres.

1. Biarkan

Jangan kelewat cepat bereaksi. Jika anak mengambil semangkuk sereal lalu membuangnya, tak perlu berteriak memarahinya. Minta dia membersihkan kotoran dan katakan untuk tidak mengulangi perbuatannya yang tidak baik itu. Yang paling penting dari semua ini adalah menyelamatkan kesehatan jiwa kita. Jadi, hadapi dengan tenang sehingga teriakan akan berkurang.

2. Jangan berharap terlalu banyak

Jika Anda merasa selalu siap berteriak dan marah-marah pada anak, mungkin karena Anda terlalu banyak mengharapkan dari mereka. Hanya berapa lama seorang bayi dapat duduk tenang di kursinya di dalam mobil atau seorang balita dapat berjalan di mal? Coba deh pelajari lagi dan pilih, lebih baik melakukan 1 jam perjalanan panjang ke supermarket yang bisa mengurangi teriakan Anda karena kelakuan anak atau tinggal di rumah berjam-jam mengerjakan tugas sehari-hari?

3. Cukup perlahan

Kedengarannya aneh? Yang jelas, hampir bisa dipastikan Anda tak berteriak dengan suara keras saat marah jika sudah terbiasa berbicara dengan perlahan dan halus.

4. Pakai strategi

Temukan cara untuk menyelesaikan suatu tugas yang membuat Anda stres. Misalnya, Anda dan anak terpisah di supermarket saat sedang berbelanja. Nah, untuk tidak mengulang kembali kejadian ini, cobalah mencari jalan lain. Misalnya, belanja saat si kecil sedang tidur siang atau pagi hari saat supermarket buka dan belum ramai sehingga Anda bisa belanja dengan cepat dan efisien.

5. Temukan mantra

Cari sebuah kata atau kalimat yang dapat meredam amarah dan mengingatkan Anda bahwa si kecil sedang tidak mencoba mempermainkan Anda. Dia cuma anak kecil. Itu saja! Kalimat mantra itu bisa seperti, “Dia anakku satu-satunya.” Ulangi terus beberapa kali ketika Anda merasa akan berteriak.

6. Remas bola

Ambil bola kecil atau benda lentur lainnya. Remas-remas begitu rasa marah mulai memuncak dan Anda siap berteriak.

7. Olahraga

Daripada berteriak-teriak atau marah mengeluarkan energi, sebagai gantinya lebih baik berolahraga. Entah itu joging, lompat-lompat, atau apa saja di mana Anda dapat merasa seperti tengah mengeluarkan emosi berteriak. Tentunya tidak dilakukan di depan umum, cukup di rumah saja. Siapa tahu dapat keuntungan ganda: emosi bisa diredam, berat badan juga ikut turun!

8. Minta bantuan

Merawat anak kecil kadang menimbulkan rasa jenuh. Berteriak atau marah merupakan satu tanda dari keletihan dan stres. Dengan kata lain, Anda membutuhkan istirahat! Apakah suami tercinta atau kerabat bersedia menjaga si kecil barang setengah hari saja sehingga Anda dapat meninggalkan rumah untuk berganti suasana, menyegarkan diri? Jangan ragu minta bantuan!

9. Tenang

Jika pada suatu ketika Anda dihadapkan pada keadaan yang sangat kacau sehingga Anda stres, angkat si kecil, pindahkan ke tempat yang aman kemudian jauhkan diri darinya selama beberapa menit. Diam, relakskan semua pikiran dan otot, hitung 1 sampai 10. Anda pun tenang kembali sebelum menemui si kecil lagi.

Sumber : www.kompas.comĀ  Selasa, 20 Januari 2009