Tips & Trik Bisnis

Berkebun Membantu Melatih Tanggung Jawab Anak

Berkebun Membantu Melatih Tanggung Jawab AnakDewasa ini begitu banyak digalakan tanam seribu pohon, dikarenakan adanya pengaruh global warming. Maka dari itulah, harusnya kita menyadari pentingnya apa arti tanaman hijau bagi kehidupan kita.

Berkebun di halaman rumah kita sendiri merupakan pilihan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah diatas. Tidak perlu mempunyai lahan yang luas, pekarangan yang sempit sekalipun atau sisa lahan sempit di pojok atau di belakang rumah dapat kita manfaatkan untuk berkebun. Hal ini dapat menciptakan suasana segar dan asri, demi kesehatan, sekaligus turut melestarikan sumber air bawah tanah.
Ada juga cara baru yang bisa dijadikan alternatif untuk berkebun yakni hidroponik. Ini adalah sebuah metode berkebun di mana tanah tidak lagi digunakan sebagai media untuk menanam. Hidroponik dapat disebut juga dengan soilless culture.

Yang digunakan sebagai media tanam pada metode hidroponik adalah antara lain: pasir, arang sekam, pecahan batu, styrofoam, atau bahkan sama sekali tanpa menggunakan media tanam. Karena tidak menggunakan tanah, maka berkebun dengan cara hidroponik tidak menyebabkan badan kita menjadi terlalu kotor (dirtless gardening).

Selain gunting sebagai alat potong dan sekop untuk menggali tanah, ada berbagai macam alat yang digunakan untuk berkebun. Setelah digunakan, alat berkebun sebaiknya dibersihkan agar tidak mudah berkarat dan tahan lama. Kita bisa menetesinya dengan minyak pada pisau gunting yang telah dipakai, maksudnya agar pisau tetap awet dan tajam.

Alat-alat potong untuk berkebun disesuaikan dengan fungsinya. Selain guntung rumput ada alat yang digunakan khusus untuk menggunting dahan yang basah (by pass blades), gunting untuk dahan besar, kering, keras dan tua (rachet) serta gunting untuk tanaman semacam anggrek (universal blades) dan masih banyak lagi.

BACA JUGA:  Mengatasi Perut Buncit

Alat yang digunakan untuk meratakan tanah, mengumpulkan daun kering, menggali, memgaduk dan menggemburkan media tanam juga bermacam-macam seperti: fork, cultivator, tranplanter dan trowel. Ada juga weed puller untuk mencungkil dan mencabut rumput liar dan scope trowel, penyekop media tanam yang kuat.

Alat lain yang digunakan adalah alat penyemprot air seperti sprayer, yang bisa mengeluarkan air secara lembut yang sering digunakan untuk tanaman anggrek dan keladi yang batangnya lunak. Ada juga sprinkler yakni alat penyebar air yang memutar seperti baling-baling.

Berkebun memang salah satu kegiatan yang menyenangkan. Namun berkebun cenderung juga merupakan kegiatan yang mahal. Untuk membuat kebun kita menjadi cantik tapi tanpa memboroskan anggaran, kita harus pintar mengakalinya.

Untuk bibit, belilah bibit pada musimnya karena akan lebih murah dibandingkan bila kita membelinya ketika bunga tersebut sedang tidak musim dan belilah dengan jumlah sesuai keperluan kita. Bila perlu tidak usah membeli bibit, mintalah cangkokan dan stek pada teman, saudara atau tetangga.
Pilihlah bahan berkebun yang natural, misalnya pupuk kompos atau pupuk dari tanaman. Karena harganya lebih murah daripada pupuk buatan pabrik. Belilah pupuk dalam jumlah besar, karena akan lebih murah daripada membeli dalam jumlah kecil.

Alat-alat untuk berkebun memang tidak dapat dibilang murah namun carilah perlengkapan berkebun yang berkualitas bagus dengan harga murah. Untuk menjaga dari penyakit, kita juga dapat membuat anti hama sendiri. Dengan campuran dari 1-3 sendok amonia dan air kita dapat mengkontrol kebun kita dari serangan serangga dan hama.

Halaman memang suatu bagian yang tak kalah pentingnya dari sebuah rumah. Maka tidak ada salahnya mencoba membuat taman di halaman rumah, terlebih jika kita mempunyai halaman yang agak luas. Taman tersebut tentulah akan dapat menambah estetika dan kesejukan rumah kita. Oleh karena itulah, marilah kita mulai berkebun.

Sumber Gambar : https://kebunrumahmalang.files.wordpress.com/2014/12/gambar-berkebun-dengan-keluarga.jpg