Keluarga, Tumbuh Kembang Anak

Anakku Masih Ngompol, Normalkah?

Anakku Masih Ngompol, NormalkahAnak pertamaku yang berusia 4 tahunan sampai sekarang masih mengompol saat tidur dimalam hari. Kami mulai melatih toilet trainingnya sejak usia 2 tahunan. Sebenarnya pada saat itu dia sudah mulai terlatih untuk bangun tidur dimalam hari ketika ingin pipis.

Hanya saja kendalanya dia pipis dalam semalam berkali-kali bahkan terkadang setiap setengah jam sampai 1 jam sekali. Sehingga tidurnyapun terus terganggu sepanjang malam, begitu pula kami sebagai orangtuanya.

Akhirnya saya memakaikannya diapers dan memintanya untuk pipis saja disitu, tanpa harus terus terbangun dimalam hari.

Permasalahan lain yang juga di alami putri sulungku ini adalah, sejak kecil dia sering muntah-muntah. Sebabnya bisa karena minumnya yang agak banyak (yang untuk ukuran bayi lain, jumlahnya masih kurang) tapi bagi dia sudah bisa menyebabkan muntah, mungkin karena ukuran lambungnya yang kecil.

Sebab lain sepertinya dia punya tenggorokan atau kerongkongan yang sangat sensitif, sehingga jika ada makanan padat yang masuk seakan-akan menggelitik tenggorokan atau kerongkongannya dan merangsangnya untuk muntah.

Hal ini menyebabkan dia sulit untuk bisa memakan makanan padat ataupun semi padat seperti bubur. Sehingga akhirnya susu menjadi makan pokoknya. sampai dia berusia 3 tahunan. pada usia ini dia sudah mulai terlatih memakan makanan padat seperti nasi sedikit demi sedikit tanpa muntah. kalaupun muntah intensitasnya sudah sangat berkurang.

Konsekuensi dari susu yang menjadi makan pokoknya sampai usia  3 tahunan, membuat dia  semakin sering buang air kecil. jangankan di malam hari, di siang hari saja buang air kecilnya bisa setiap jam sekali.

Tapi alhamdulillah di usia 4 tahun ini, kosumsinya susunya hanya 2 -3 kali sehari. dia sudah terbiasa makan berat 3 kali sehari dengan porsi yang sangat cukup. Hanya saja kebiasaan mengompolnya belum hilang juga.

Padahal beberapa upaya telah kami lakukan seperti :

  • Mengurangi jumlah minumnya, terlebih lagi di malam hari
  • Membiasakanya BAK sebelum tidur
  • Selalu mengingatkannya untuk BAK di kamar mandi dan memintanya untuk membangunkan kami orangtuanya jika hendak BAK
  • Menjanjikannya hadiah jika sudah berhenti mengompol
  • Memberinya pujian atau reward pada saat dia tidak mengompol
  • Memperhatikan jam-jamnya mengompol. dan mencoba membangunkannya pada jam-jam kebiasaan mengompolnya.
  • Melatihnya untuk menahan pipis. Jika disiang hari dia bisa menahan pipisnya bahkan berjam-jam. terbukti selama disekolah dia tidak pernah BAK ke kamar mandi. Kalau sudah sampai dirumah baru BAK.

Tapi rupanya kebiasaannya mengompol tersebut menjadi semakin sulit dihilangkan pada usia yang semakin besar. Ternyata lebih mudah membiasakannya pada usia yang relatih lebih muda. contohnya anak keduaku pada usia 1,5 tahun sudah mulai toilet training, dan dia sudah mulai memahami bahwa kalau mau BAK di kamar mandi.

Terkadang dia juga sudah bisa memberi tahu atau isyarat bahwa dia ingin BAK. atau pada saat dia tidak membei isyarat apapun, ketika diajak ke kamar mandi dia juga sudah bisa mengkondisikan dirinya agar BAK pada saat itu.

Ada rasa penyesalan yang sangat dalam dengan tindakan yang telah saya lakukan pada anak pertamaku, sehingga saya merasa saya punya andil yang sangat besar terhadap kebiasaan mengompolnya sampai sekarang. Saya sangat khawatir kebiasaan mengompolnya sampai usia sekarang ini akan mempengaruhi perkembangan psikologisnya.

Kesabaran dan kekonsistenan. Itulah mungkin yang perlu terus untuk saya lakukan untuk mengatasi kebiasaan mengompolnya ini.  Semoga ini bisa jadi pelajaran berharga buat para ibu-ibu muda.

Sumber Gambar : http://ababy.com.au/uploads/2013/10/bigstock-Child-On-Potty-13623329.jpg