Bayi & Anak, Parenting, Pendidikan & Psikologi

Prinsip Utama Mengelola Emosi Anak

Share Yuk!

Prinsip Utama Mengelola Emosi AnakAnak memerlukan bimbingan orangtua dalam mengelola emosinya. Orangtua berperan untuk membantu perkembangan emosional anaknya. Orangtua harus bisa menjadi contoh dan tauladan bagi anaknya. Kasih sayang orangtua membantu mencerdaskan emosi anak. Akan tetapi kasih sayangpun perlu diimbangi dengan pola asuh yang cerdas pula supaya anak bisa tumbuh sebagai individu yang bukan hanya cerdas otaknya tapi juga cerdas emosinya. Berikut ini prinsip-prinsip utama yang harus diterapkan orangtua dalam mengelola emosi anak:

  • Tidak Ada Perasaan Yang Salah

Reaksi emosional anak sebenarnya sangat manusiawi, perasaan marahnya merupakan reaksi kimiawi tubuh sama seperti reaksi-reaksi tubuh lainnya seperti rasa mengantuk akibat kurang tidur, rasa sakit akibat tertusuk benda tajam dll. Biasanya reaksi tersebut berdasarkan atas yang dirasakannya.  Pada anak marah merupakan reaksi emosi yang paling sering ditunjukkan  dibanding reaksi yang lain. Misalnya saja rasa iri antara adik dan kakak. Perasaan iri tersebut sebenarnya sama besarnya yang membedakan adalah kemampuan masing-masing dalam mengendalikan emosinya.

  • Mengungkapkan Perasaan Secara Bijak

Mengungkapkan perasaan bertujuan untuk mengurangi tekanan distruktif pada diri sendiri. Kemampuan anak dalam  mengungkapkan perasaan terkait dengan kemampuan anak mengendalikan diri.  Untuk mengungkapkan perasaan akan lebih baik dengan mendinginkan kepala terlebih dahulu sampai emosi reda baru kemudian menyampaikan apa yang kita rasakan dan penyebabnya untuk mendiskusikan solusinya.

  • Meletakkan Harapan Sesuai Kemampuan Anak

Anak-anak memiliki keterbatasan pemahaman maupun control terhadap dirinya. Harapan Orangtua hendaknya disesuaikan dengan pola perkembangan anak sesuai dengan usianya. Anak usia 2 th perbendaharaan katanya kurang sehingga anak lebih banyak mengungkapkan amarah dengan memukul, menangis, membanting dll, berbeda dengananak usia 3-5 th. Di usia ini anak sudah bisa diajak mengungkapkan perasaan marahnya karena anak dudah lebih banyak menguasai perbendaharaan kata dan sudah bisa melihat suatu hal dari sudut pandang orang lain di sekitarnya.

  • Menjadi Model Yang Terbaik
BACA JUGA:  Menjaga Kesehatan Anak dengan Herbal Alami

Orangtua merupakan Contoh atau model utama dari anak-anaknya. Orangtua harus bisa mengendalikan diri saat bertingkah laku di depan anak-anaknya dan  mendorong anak untuk berperilaku secara positif. Orangtua harus memberi contoh bagaimana mengatasi kemarahan dan kekecewaannya dengan sikap tenang dan bantulah anak memehami apa yang diteladaninya.

  • Bersikap Konsekuen

Bicarakanlah terlebih dahulu aturan-aturan yang harus ditaati anak. Dan buatlah kesepakatan bersama serta apa hukumannya jika anak melanggar aturan tersebut untuk mengajarkan konsekuensi. Jelaskan tujuan serta alasan kita menerapkan aturan tersebut dengan bahasa yang mudah dimengerti. Jelaskan pula mengapa aturan-aturan tersebut berbeda-beda untuk orang yang berbeda. Dan jika peraturan antara orangtua dan anak kebetulan sama orangtua harus bisa menjadi panutan dengan bersikap konsekuen bila melanggar aturan dan harus mau menerima konsekuensinya.

Sumber : “Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya” Seri Cerdas Emosi dari Kak Seto Mulyadi

Sumber Gambar : http://www.lepotaizdravlje.rs/moja-beba/uploads/2013/12/plakanje.jpg
Share Yuk!