Parenting, Pendidikan & Psikologi

Memilih Permainan Yang Kreatif Dan Edukatif

Memilih Permainan Yang Kreatif Dan EdukatifPermainan adalah salah satu sarana anak belajar mengenal kehidupan dengan segala hal yang berkaitan dengannya. Konsep bermain anak menurut Dr. Endang Warzili Ghazali kepala UPF psikiatri RSUP Dr. Soetomo adalah memberi kebebasan rasa ingin tahu anak serta pada akhirnya meningkatkan kreativitasnya, “bukan membatasinya”. Permainan modern cenderung seperti kebanyakan pola pendidikan formal anak yang mengharuskan mereka duduk terkurung dalam kamar berjam-jam, “Maka pola permainan itu membahayakan mental anak”. Permainan anak banyak ragamnya dan terus berkembang dengan semakin banyaknya kreasi-kreasi jenis permainan anak yang baru bermunculan. Ragam permainan anak mulai dari permainan tradisional seperti dakon, gundu, kelereng, sampai dengan permainan baru yang berupa permainan elaktronik seperti tamiya mini, videogame, Nintendo atau playstation.
1. Permainan Elektronik
Menjamurnya beragam permainan elektronik disambut dengan antusias berbagai elemen masyarakat dari usia pra sekolah sampai usia dewasa pun ikut menggemarinya. Seperti permainan yang bisa disajikan lewat computer dirumah. Alhasil anak-anakpun betah nongkrong didepan computer menghabiskan waktu berjam-jam Cuma untuk bermain game. Sepintas  permainan itu memang menarik dan membuat anak gembira bahkan kecanduan akan tetapi sudahkah orangtua melihat manfaat atau dampak positifnya? juga dampak negatifnya?
Efek negative permainan elektronik :

  1. Anak Cuma dilatih berkomunikasi dengan benda mati sehingga anak mental anak tumbuh menjadi seorang yang terbiasa menuruti egonya sendiri tanpa memedulikan orang lain.
  2. Mengganggu hubungan social anak dengan teman-temannya, lingkungan bahkan komunikasi dengan orangtua sendiripun terganggu.
  3. Anak akan terbiasa mendapat fasilitas tanpa mau bekerja keras
  4. Menumbuhkan sifat konsumtif anak (anak terbiasa boros dalam membelanjakan uang)
  5. Dari segi permainannya lebih bersifat menghibur daripada mendidik anak.
  6. Kurang merangsang kreativitas anak.

Efek Positif permainan elektronik:

  • Mengembangkan imajinasi dan intelektual anak
  • Menyuburkan sifat kompetisis anak

Jadi oragtua tidak perlu terlalu khawatir dengan permainan ini karena permainan elektronik juga mempunyai dampak positif. Sedangkan untuk menghindarkan jangan sampai anak-anak kita mengembangkan gejala a-sasial dan menghindarkan dari kecenderungan kecanduan permainan elektronik ini orang tua harus bisa membatasi anak untuk melakukan permainan ini.
2. Permainan Asah Otak, Asah Sosial
Alat Permainan Edukatif (APE) pada tahun 1988 digalakkan pemerintah karena terbukti meningkatkan kecerdasan dan tumbuh kembang anak secara optimal. Permainan-permainan edukatif ini misalnya:

  1. Anak disuguhi berbagai bahan mentah yang harus diolah sendiri menjadi suatu bentuk misalkan balok bangunan, papan pasak, dsb.
  2. Permainan yang dikerjakan  secara kelompok untuk melatih anak bersosialisasi secara langsung dengan lingkungan seperti permainan kelereng
  3. Permainan mengasah otak seperti catur, halma, atau otak ajaib
  4. permainan untuk membina fisik anak seperti sepak bola, badminton, volley dll.

3.  Permainan membentuk Kepribadian
Permainan untuk mengasah kepribadian dipilih tergantung jenis kelamin mereka. Untuk anak perempuan sedari dini sudah siarahkan untuk permainan-permainan lembut yang bisa membentuk kedewasaan naluri kewanitaannya yang sempurna, permainan yang membutuhkan kekuatan fisik hanya sebagai pelengkap saja.  Misalnya permainan boneka untuk mengasah kelembutan dan kasih sayang, permainan masak-memasak untuk mengenal dan mencintai dunianya kelak.
Sedang untuk anak laki-laki permaian yang dilakukan cenderung bersifat maskulin dan fisik seperti perang-perangan, mobil-mobilan, tembak-tembakan, sepek bola dll.
Namun untuk memilih teman anak harus diberi kebebasan untuk bergaul dengan teman sejenis maupun lawan jenis supaya anak bisa saling mengenal dan memahami karakter fisik maupun kepribadian lawan jenisnya. Tentu saja  dengan pengawasan dan bimbingan orang tua mereka supaya mereka bisa bermain sesuai karakter jenis kelamin masing-masing.
4. Pokok Permainan Anak Islam
Dalam Islam untuk membentuk karakter anak muslim diberikan pedoman pemilihan model permainan terbaik melalui pemilihan jenis permainan yang sesuai.
Untuk membentuk sifat kejantanan dirintis melalui pemilihan jenis permainan yang sesuai. Dengan isnad yang jayyid, Ath-Thabrani meriwayatkan Rasulullah saw bersabda :

“ Segala sesuatu yang tidak menyebut Asma Allah, maka ia adalah senda gurau belaka kecuali empat perkara; berjalannya seseorang antara dua tujuan (untuk memanah), latihan dalam menunggang kuda, bermain dengan keluarganya dan belajar renangnya”.

1. Permaianan untuk membina jiwa ksatria dan pemberani.
Memanah melambangkan permainan yang membentuk kekuatan bagi pemainnya. Kalau pada jaman sekarang sudah berubah, kekuatan dilambangkan dengan pistol, tank-tank baja, rudal, dan jet-jet tempur. Permainan-permainan ini baik untuk membentuk jiwa kejantanan sang anak.
2. Permainan untuk membantu tumbuhnya kegagahan dan kejantanan.
Anjuran menunggang kuda mengisyaratkan betapa pentingnya arti sebuah kendaraan tunggangan bagi seseorang. Karena kebutuhan kendaraan itu sangat vital bagi laki-laki untuk keluar rumah mencari nafkah. Pada jaman sekarang bisa diganti  dengan mengajari anak-anak bersepeda roda tiga, empat atau dua.
3. Permainan Renang
Berenang tergolong permainan yang vital untuk diajarkan pada anak laki-laki karena anak laki-laki lah yang kelak bertugas di luar rumah mencari nafkah maupun berperang melawan musuh. Jadi suatu saat jika dia ditakdirkan berada ditengah-tengah lautan dia sudah ada bekal untuk menyelamatkan diri jika ada bahaya dilautan.

Sumber buku ” Mendidik Dengan Cinta” karya Irawati Istadi

Sumber Gambar : https://lh4.googleusercontent.com/-x9HOhHhp_dM/VPCqVau607I/AAAAAAAAU3Y/biq9JSDuJBI/w720-h508/10678_635498473218356_8818942539073811180_n.jpg