Penyakit Asma Pada Anak

penyakit asma pada anakAsma adalah kondisi berulang dimana rangsangan tertentu mencetuskan saluran pernafasan menyempit untuk sementara waktu sehingga membuat kesulitan bernafas. Asma merupakan suatu penyakit peradangan  saluran napas yang sifatnya kronik (menahun). Meskipun asma dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama sekali pada anak mulai usia 5 tahun.

Penyakit asma pada anak ditandai dengan tiga hal, antara lain mengkerutnya  saluran napas, pembengkakan, dan pengeluaran lendir yang berlebih pada saluran napas. Gejala asma pada anak batuk, bersin, sesak dada, atau sesak napas. Batuk umumnya terjadi di malam hari, dini hari, saat cuaca dingin, dan saat beraktivitas fisik. Napas yang terdengar seperti bunyi peluit dan juga kesulitan bernapas. Gejala asma pada anak akan berlangsung selama 2-3 hari, atau bahkan lebih. Setelah serangan asma membaik, anak akan membutuhkan pereda serangan 3-4 kali per hari hingga batuk dan mengi menghilang.

Penyakit ini merupakan salah satu manifestasi alergi. Jika salah satu atau kedua orangtua, atau kerabat lain (kakek, nenek, paman, bibi) mengidap alergi, maka si anak memiliki bakat besar untuk alergi. Seorang anak dengan salah satu orangtua yang menderita asma memiliki resiko 25 % memiliki asma, jika kedua orangtua memiliki asma, resikonya meningkat menjadi 50 %. Dalam riwayat keluarga, biasanya ditemui asma, serta bentuk lain penyakit alergi, seperti eksim, pilek alergi, atau alergi obat maupun makanan.

Anak yang ibunya merokok selama hamil lebih mungkin terkena asma. Anak di lingkungan perkotaan lebih mungkin memiliki asma, terutama sekali jika mereka berasal dari kelompok sosial ekonomi rendah. Meskipun asma berpengaruh dengan persentasi yang tinggi pada anak berkulit hitam dibandingkan dengan anak berkulit putih, peranan genetik berpengaruh dalam meningkatnya asma adalah kontroversi karena anak berkulit hitam juga lebih mungkin untuk tinggal di daerah perkotaan. Anak yang menghadapi alergen dengan konsentrasi tinggi, seperti debu atau kotoran kecoa, pada usia dini lebih mungkin menderita terkena asma.

Sebagian besar asma pada anak menghilang saat dewasa. Sebagian lagi terbawa sampai dewasa. Anak dengan batuk membandel, bisa jadi merupakan gejala asma. Batuk membandel adalah batuk yang berlangsung lama (dua minggu lebih), sulit sembuh, timbul berulang dalam jangka pendek, atau membaik sebentar namun timbul lagi.

Gejala klinis asma bervariasi dari yang ringan sampai berat. Gejala khas asma adalah adanya sesak napas yang berulang disertai napas berbunyi. Batuk kering merupakan gejala awal yang biasanya terjadi pada malam dan menjelang pagi hari. Terkadang, perbedaan intensitas batuk pada siang dan malam hari, demikian ekstrem. Siang, tanpa batuk sama sekali, lalu malam justru hebat sampai anak tidak bisa tidur. Selanjutnya batuk disertai dahak yang kental. Gejala ini sering disertai pilek-pilek (rinitis alergika). Gejala ini biasanya terjadi setelah 4 – 8 jam kontak dengan pemicu.

Untuk mengonfirmasi diagnosis asma, perlu dilakukan pemeriksaan khusus berupa uji fungsi paru. Untuk melaksanakannya, pasien perlu melakukan jurus yang cukup kompleks. Biasanya, anak berusia dibawah tujuh tahun belum mampu melakukannya sehingga pemeriksaan ini terbatas digunakan pada anak kecil.

Untuk menghindari anak-anak dari penyakit asma adalah menjauhkan atau menghindari anak dari debu, binatang, kapuk, makanan  yang bisa menyebabkan alergi dan asap rokok serta obat nyamuk dan juga jauhkan dari udara dingin.

Penyakit asma pada anak bisa dihindari dengan membiasakan anak untuk berpola hidup sehat. Dengan begitu sistem kekebalan tubuh anak meningkat dan penyakitpun susah untuk masuk ke tubuh anak. Berkembangnya penelitian menunjukkan semakin banyak bukti bahwa jika penyakit asma tidak ditangani dapat menyebabkan diagnosis jangka panjang dari fungsi paru-paru.

Tips menangani anak yang menderita asma:

  • Identifikasi dan pengendalian pencetus serangan asma dan hal-hal yang dapat memberatkan asma.
  • Penyediaan obat dan pemberian obat yang tepat.
  • Pengenalan tanda-tanda awal serangan.
  • Mengetahui kapan harus membawa anak ke dokter atau rumah sakit.
  • Menjaga kesehatan pada umumnya.
  • Membina suasana keluarga harmonis.
  • Memantau kemajuan/kemunduran keadaan asma anak.
Sumber gambar : http://istanabalita.com/uploads/2013/11/Mengobati-Asma-pada-Anak.jpg

1 Komentar

  1. Iyaaaa anaku juga kadang2 suka batuk filek,tapi lama batuknya,kadang batuknya itu menjelang malam saja,apa itu jg tanda2 asma,tapi ortu nya tdak ada rwayat asma,apakah bisa terjadi asma mskipunn tidak ada. Ktrunann?terus semalam anak saya malam2 mpup tapi kayak mncret gitu,bnyak bbgt,apa itu juga tanda2 massuk angin?anaku usia. 3thn

Komentar