Parenting, Pendidikan & Psikologi

Menumbuhkan Kepatuhan Anak

Menumbuhkan Kepatuhan AnakJaman sekarang batas penghormatan dan kepatuhan sudah mulai kabur. Banyak anak membentak dan memarahi orangtua dianggap wajar. Akan tetapi kita tidak bisa hanya mencap anak durhaka kepada orangtua atau menyalahkan mereka semata. Disana ada andil orangtua dalam mendidik anaknya. Kadang-kadang orangtua tidak sadar bahwa mereka sendiri yang membentuk sikap durhaka pada anak-anaknya sendiri.  Anak-anak menjadi korban salah asuh ketika masih kecil atau dalam usia dini.Menanamkan ketaatan tidak perlu dengan kekerasan, ancaman atau hukuman. Berikut beberapa petunjuk atau saran yang bisa digunakan agar anak mau menaati perintah orangtua sejak dini dan melenyapkan keinginan anak untuk melawan atau mendurhakainya.
1. Wibawa Orangtua
Untuk menumbuhkan wibawa orangtua dalam agama Islam ada resep sederhana dalam Al-Qur’an. Allah swt. berfirman dalam surat Al-Muzzammil ayat 2-5:

“ Bangunlah dimalam hari (untuk Shalat), kecuali sedikit (daripadanya), setengahnya atau kurangilah sedikit dari padanya, atau lebihkan dari padanya dan bacalah Al-Qur’an itu perlahan-lahan. Sesungguhnya kami akan menurunkan padamu ‘qaulan tsaqiila”.

Orangtua yang memiliki ‘qaulan tsaqiila ini tidak akan menemui kesukaran dalam memberikan perintah kepada anak-anak karena wajah mereka akan memancarkan cahaya bekas sujud di malam hari dan ucapan mereka akan penuh wibawa dan pesona.
2.Hikmah Pendidikan Luqman
Luqman mengajarkan anak-anaknya agar terlebih dahulu menaati Allah swt, barulah Luqman menyuruh anak-anaknya taat kepadanya itupun selama ketaatan kepada orang tua tidak bertentangan dengan ketaatannya kepada Allah swt. Ajarkan ketaatan kepada orangtua dengan dihubungkan dengan ketaatan kepada Allah swt. Sehingga anak terbiasa taat melakukan perintah orangtuanya baik ada maupun tidak ada orangtuanya itu karena anak punya rasa taat kepada Allah swt. Yang selalu mengetahui perbuatannya.
3. Penjelasan Yang Bisa Dimengerti
Berilah penjelasan yang bisa dimengerti. Penjelasan yang ringan sebatas kemampuan anak kenapa suatu perbuatan dilarang sedang perbuatan yang lain tidak.
4.Sebatas Kemampuan
Perintah yang diluar kemampuan anak akan menyebabkan krisis syaraf (neurotic) dan buruk peringainya. Perintah yang dipaksakan mungkin bisa membuat anak menurut dengan resiko akan membuat anak jadi membenci dan membangkang dengan cara berbohong dan mengembangkan peringai buruk lainnya.
Untuk mengetahui sampai di mana batas kemampuan anak sesuai perkembangan usianya, memerlukan pengetahuan tersendiri. Orangtua bisa mencari buku pedoman  atau rutin menanyakan kepada para ahli untuk memahami perkembangan anak ini.
5. Kemarahan anak
Sikap membangkang dan marah anak merupakan tiruan dari sikap orangtuanya. Bisa juga karena orangtua yang suka marah, mendidik anak terlalu ketat untuk tunduk secara buta kepada orangtua, atau mendidik anak dengan cara menyepeleknnya.
Kemarahan anak diwujudkan dengan sikap membangkang dan memberontak, dengan kepatuhan terselubung yang bisa meledak sewaktu-waktu.
6. Jangan Bertentangan
Gharizah atau naluri adalah kekuatan terpendam dalam diri manusia yang mendorongnya untuk melakukan beberapa pekerjaan tanpa berlatih terlebih dahulu. Gharizah sebaiknya diarahkan sedemikian rupa sehingga anak bisa mengatur dirinya sendiri. Jangan melarang anak bermain akan tetapi beri pembatasan waktu agar anak mengatur jadwalnya sendiri sekaligus melatih anak disiplin waktu.
7. Ancaman Yang Salah
Janganlah memberi ancaman kepada anak dengan sesuatu yang mungkin berguna bagi anak hanya karena menginginkan anak mematuhi perintah. Karena ketakutan yang tercipta pada bayangan anak akan sulit dihilangkan akibatnya hal-hal yang berguna itu akan ia takuti sampaai mereka dewasa. Misalnya menakut-nakuti anak dengan polisi, suntikan dll.
8. Tidak Dusta
Bnyak orangtua membujuk anak-anaknya supaya patuh dengan iming-iming akan dibelikan sesuatu misalnya permen, es krim, mainan dll. Setelah anak mematuhi keinginan orangtua maka orangtua pun membatalkan janjinya secara sepihak dengan beragam alas an. Akibatnya anak yang terbiasa dibohongi akan kehilangan kepercayaan kepada orangtuanya yang akan berbahaya nantinya.
9. Istiqamah
Orangtua harus konsisten dan istiqomah dalam menetapkan aturan, dan tidak cepat mengalah terhadap rengek dan tangis anak supaya anak sadar bahwa dia tidak bisa menggunakan senjata tangis untuk merayu ibunya untuk menuruti kemauan anak selama tidak ada alasan yang bisa ditolerir.

Sumber: “ Mendidik Dengan Cinta” Irawati Istadi

Sumber Gambar : http://4.bp.blogspot.com/-SNm09wRiKck/TcW1OUsvHVI/AAAAAAAAADg/Wm6oZWyhJUI/s1600/baby-hand.jpg