Pendidikan & Psikologi

Menjaga Emosi Antar Anak

Menjaga Emosi Antar AnakTak hanya orang dewasa, anak-anak pun juga sering berbeda pendapat, pandangan, juga pemahaman. Apalagi sifat mau menang sendiri yang masih kuat hingga susah diberi pengertian. Pertengkaran juga bisa dipengaruhi kondisi emosi anak saat itu. Misalnya ia sedang kesal, capek, atau kecewa, maka anak jadi agak sensitif, kesenggol sedikit saja si kecil bisa marah-marah dan akhirnya bertengkar. Bertengkar juga bisa menjadi cara anak untuk mencari perhatian orang tuanya. Lalu bagaimana kita menyikapi dengan cara yang tepat?

  1. tidak terpancing emosi. Bersikaplah tenang sambil tetap melakukan pengawasan. Sembunyikan rasa kesal dan emosi yang akan muncul. Karena jika kita marah maka ia akan semakin menjadi-jadi.
  2. bila pertengkaran sampai pukul-memukul atau saling jambak-menjambak segera pisahkan keduanya. Tapi kalau hanya berdebat, orang tua cukup mengawasi saja. Dengan begitu pertengkaran akan berhenti dengan sendirinya. Setelah selesai baru dibahas dengan sang anak.
  3. lakukan dialog dengan anak. Setelah dileraikan dan anak sudah tenang semua, mintalah masing-masing anak untuk duduk dan bicarakan tentang apakah yang menjadi penyebab pertengkaran.
  4. jangan mengintervensi. Karena jika kita selalu mengintervensi dan berusaha mendamaikan anak, menentukan yang salah dan benar, dan membuat keputusan, maka anak takkan belajar untuk mencari solusi dari konflik yang dihadapi. Jadi biarkan anak mengungkapkan pendapatnya.
  5. berikan arah dan penguatan untuk solusi yang diungkapkan sang anak. Walaupun kita memberikan kesempatan anak untuk belajar mencari solusi, namun kita tetap harus mengarahkan anak dalam bermusyawarah.
Sumber Gambar : http://www.kidnesia.com/var/gramedia/storage/images/kidnesia/parents-area/parenting-skill/kok-bertengkar-terus-!/1486704-1-ind-ID/Kok-Bertengkar-Terus-!.jpg
BACA JUGA:  Anak Bikin Kesal? Coba Cara Ini!