Tumbuh Kembang Anak

Mengompol Juga Memberikan Dampak Positif Bagi Anak

Share Yuk!

bayi mengompolMengompol mungkin merupakan salah satu dari kebiasaan buah hati Anda yang terkadang membuat Anda sedikit kesal, apalagi itu terjadi saat malam hari. Bahkan beberapa para ibu juga mencari solusi agar anaknya tidak mengompol lagi dan belajar mandiri untuk bisa membuang air kecil sendiri pada tempatnya. Bagi Anda yang mengalami hal tersebut, tidak usah terlalu pusing dan stress menghadapinya, karena ternyata ngompol juga bisa memberikan manfaat untuk tumbuh kembang anak Anda. Mengompol juga memberikan dampak positif bagi anak, seperti:

1. Kesempatan belajar

Jika bayi tidak merasa mengompol karena selalu pakai popok, ia jadi kehilangan kesempatan belajar kenal tanda-tanda mau buang air kecil (BAK) dan keinginan untuk mengendalikannya hingga tiba di tempat yang semestinya, yakni toilet. Kita sama-sama tahu, bayi mungil belum memiliki kemampuan mengontrol pembuangannya, baik BAK maupun BAB. Kemampuan mengontrol buang air besar (BAB), rata-rata dimulai pada usia 6 bulan. Sedangkan kemampuan mengontrol BAK berkisar antara 15-16 bulan.

Umumnya bayi yang berusia kurang dari 6 bulan akan BAK setiap 1-2 jam sekali. Memasuki usia 6 bulan ke atas, frekuensi tersebut mulai berkurang. Sayangnya, tak semua orangtua menyadari bahwa mengompol pada bayi memberikan banyak manfaat untuk tumbuh kembangnya kelak. Tak perlu khawatir bahwa mengompol akan mengganggu tidur si bayi, karena umumnya setelah diganti popok dan alasnya, ia akan tertidur kembali. Pada masa tidur itulah tubuhnya aktif memperbaiki sel-sel otak yang rusak dan memproduksi sekitar 75% hormon pertumbuhan.

 2. Menumbuhkan rasa percaya diri

Saat popok atau celana bayi basah, tentu dia akan merasa tidak nyaman dan menangis untuk mengungkapkan perasaannya. Dan ternyata tangisannya membuat orang tuanya memberikan respons yang baik, yaitu dengan membersihkan dan mengeringkan kulitnya, mengganti popoknya yang basah, dan menukar alas tempat tidurnya dengan yang wangi. Alhasil, tumbuh kepercayaan dalam diri bayi bahwa ia disayang dan diterima oleh lingkungan. Terbukti, orang-orang yang ada di sekitarnya selalu bersedia membantu dan membuatnya merasa nyaman.

BACA JUGA:  Segudang Manfaat Mendongeng Untuk Anak

Nah, stimulasi inilah yang mampu menumbuhkan rasa percaya dalam dirinya kelak. Setelah besar, ia akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan mana pun karena dirinya memiliki pengalaman yang menyenangkan semasa bayi, yakni diterima dan disayangi. Niscaya ia pun akan berusaha menerima orang lain dan menyesuaikan diri di mana pun berada.

3. Anak lebih peka

Dengan mengompol bayi juga akan mengembangkan kemampuannya memahami sesuatu. Saat air kencing membasahi popoknya, ia akan memusatkan perhatiannya pada air yang membasahi popoknya. Kulit di sekitar paha dan kelaminnya merasakan bahwa air kencing yang dikeluarkan terasa hangat kemudian dingin, selanjutnya terasa basah dan tidak nyaman. Serangkaian tahapan mengompol itu mengajarkan kepada si bayi untuk menafsirkan pengalaman yang baru dialaminya.

Basah di wilayah kemaluan dan paha rasanya sangat tidak nyaman. Si bayi lalu menunjukkan ketidaknyamanan itu dengan mengangkat kakinya atau menangis, dan tentunya akan mendapat tanggapan dari orang-orang yang ada di sekitarnya dengan mengganti popok yang dipakainya. Bayi memulai kehidupan tanpa mengerti segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Bayi memperoleh pengertian mengenai apa yang diamatinya melalui pengalaman dan ini juga bergantung pada tingkat kecerdasan si bayi. Melalui pengalaman mengompol itulah, bayi belajar tentang konsep basah, hangat, dan tidak nyaman.

4. Menumbuhkan kecerdasan emosi

Kegiatan mengompol juga dapat menjadi sarana mengembangkan atau menumbuhkan kecerdasan emosi bayi. Ini dapat terjadi bila ada interaksi dengan lingkungan. Maksudnya, saat bayi mengompol, hendaknya kita juga memberikan reaksi berupa ajakan bercakap-cakap. Dengan begitu, bayi makin paham bahwa memang basah itu tidak enak dari reaksi yang kita katakan berikut tindakan mengganti popoknya. Sebaliknya, tujuan mengem-bangkan atau menumbuhkan kecerdasan emosi ini tidak akan tercapai bila si bayi tidak mendapatkan reaksi dari orang-orang di sekitarnya.

Sumber gambar: http://bstanley.djpodgy.com/imgs/65190-need-acnotin-in-renfrewshire.jpg
Share Yuk!