Bayi & Anak, Kesehatan, Pendidikan & Psikologi

Mengajak Anak Toilet Training

Pada umumnya anak mulai toilet training pada usia 2 tahun. Akan tetapi untuk anak laki-laki biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan ank perempuan. Jika anak di usia 2 tahun lebih belum bisa diajak toilet training orangtua tak perlu khawatir  karena anak pada dasarnya mempunyai tanda-tanda tersendiri kapan anak bisa mulai diajak toilet training sehingga orangtua tidak perlu memaksa.
Tanda-tanda anak  bisa mulai diajak toilet training:

  1. Jika popok atau celana anak bisa tetap kering selama beberapa jam sehari.
  2. Jika anak menunjukkan ketertarikan saat ayah, ibu, atau kakaknya menggunakan toilet
  3. Jika anak punya kebiasaan buang air kecil atau buang air besar secara teratur pada waktu tertentu.
  4. Jika anak menunjukkan tanda-tanda ingin buang air besar atau buang air kecil misalnya perut berbunyi dsb
  5. Jika anak memberitahukan pada orangtua saat popoknya basah.

Orangtua harus menunggu waktu yang tepat untuk mengajarkan anak toilet training. Jangan memaksakan anak bertoilet training jika anak sedang dalam keadaan tertekan atau stress, seperti keadaan  dibawah ini.

  1. Kehadiran adik bayi baru dalam keluarga
  2. Mulai pola pengasuhan baru dari anda atau babby sitter-nya
  3. Baru saja pindah dari keranjang bayi nya ketempat tidur
  4. Saat pindah rumah
  5. Ada masalah dalam keluarga
  6. Saat ada anggota keluarga yang sakit

Berikut ada tips bagi ibu dalam melatih anak toilet training

  1. Tetap berpikiran positif kepada anak. Jadikan acara ganti popok menjadi saat yang menyenangkan
  2. Berikan pujian pada anak saat ia bisa menahan pipis atau pup-nya hingga ke toilet
  3. Jangan terburu-buru. Semakin besar usia semakin mudah diajarkan menggunakan toilet
  4. Belajar menggunakan toilet sama dengan kemampuan lain yang dipelajari anak jadi tidak masalah beberapa kali gagal terlebih dahulu sebelum akhirnya berhasil.
  5. Pakaikan pakaian yang mudah dibuka, agar waktu pipis atau pup ia mudah membuka bajunya sendiri.
  6. Jangan memaksakan si kecil untuk duduk di toilet atau potty-nya, karena dengan memaksa hanya akan membuat anak kesal dan tidak akan membuat anak belajar lebih cepat
  7. Ajaklah anak memilih potty atau toilet seatnya
  8. Tunggulah anak keluar toilet untuk mem-flushing toiletnya karena beberapa anak takut mendengar suara toilet flushing  atau tidak suka pup-nya diflushing.
  9. Toilet training di malam hari lebih sulit dari di siang hari. Tunggulah beberapa hari sampai anda mendapatkan popok anak tetap kering sampai pagi hari selama beberapa hari baru anda bisa memutuskan melepas popok kertas anak sebelum menidurkannya.
  10. Usahakan untuk tidak marah saat anak anda sesekali ngompol atau pup dicelana. Berikan kepercayaan padanya bahwa lain kali ia pasti bisa melakukannya
BACA JUGA:  Tips Mengatasi Anak Yang Mudah Marah

Dikutip dari buku “Mampu mengatasi 1001 Masalah Batita Anda Sehari-Hari” karya Feni Sudilarsih

Sumber Gambar : http://imgsdown.1mobile.com/group3/M00/DA/E2/S34UR1PaPMCAPJaCAAEJc9LClwY42.jpeg