Keluarga, Tumbuh Kembang Anak

Mendidik Kreatif dan Rekreatif

Share Yuk!

Mendidik Kreatif dan RekreatifBanyak orang tua selalu merasa bahwa pendidikan yang didapat anak- anaknya sudah cukup saat anak memasuki usia sekolah. Padahal sekolah bukan satu-satunya lembaga yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Orang tua juga bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Sering terjadi orang tua lepas tangan terhadap pendidikan anak-anaknya selepas pulang sekolah. Orang tua tidak peduli dengan apa yang dilakukan anak-anaknya setelah pulang sekolah.  Mau anak-anaknya itu tidur, atau bermain ketetangga, bermain dengan teman sampai petang baru pulang.Yang penting bagi orang tua anak- anaknya pada  malam hari mau belajar dan besoknya kembali bersekolah itu dianggap cukup sebagai pendidikan.

Seorang ibu tidak cukup hanya melakukan pekarjaan rumah seperti mencuci, memasak, bersih-bersih rumah, menyetrika dll. Kemudian jika pekerjan-pekerjaan tersebut sudah selesai seorang ibu bebas ngerumpi, menonton televisi, bergunjing dengan tetangga. Padahal tugas seorang ibu tidak cukup hanya itu saja. Seorang ibu dijanjikan Allah swt. dengan Surga yang mulia karena seorang ibu mempunyai banyak kewajiban yang bisa dan harus dilakukan seorang ibu. Mendidik anak salah satunya.
Mendidik anak justru bermula dari rumah. Seorang ibu bisa memberikan pelajaran apa saja pada anak lewat permainan yang dilakukan bersama anak. Seorang ibu yang kreatif pasti bisa menggunakan waktu bersama anak dengan efektif untuk memberikan pendidikan yang bermanfaat bagi anak. Kegiatan-kegiatan itu bisa dilakukan dengan suasana penuh canda sehingga anak akan menikmati kebersamaan dengan ibunya.
Kegiatan-kegiatan ibu dan semua anak-anaknya misalnya saja:

  1. Melakukan pekerjaan membersihkan rumah bersama-sama sambil bermain, bercanda dan bernyanyi.
  2. Membacakan cerita islami atau cerita menarik lainnya atau bisa juga mengarang cerita sendiri dengan mengosongkan bagian-bagian cerita untuk membuat anak ikut menentuka alur cerita.
  3. Mengisi liburan dengan membuat hasta karya yang mudah dan menarik hati anak bersama- sama misalnya saja membuat rak buku, tempat pot bunga, atau tempat surat dari kardus bekas, membuat dan menghiasai layang-layang, membuat boneka dari kain perca dll. Berilah sentuhan islami pada karya anak-anak dengan hiasan kaligrafi atau gambar masjid atau sesuatu yang menggambarkan kehidupan islami.
  4. Permainan dekorasi interior seolah-olah mau mengadakan rencana pesta di rumah dengan melibatkan seluruh anggota keluarga dirumah. Misalnya menghias rumah untuk acara pengajian dengan ayah sebagai pembicara, kakak pembaca Al-Qur’an, adik MC dengan seluruh keluarga sebagi pendengarnya.
  5. Membawa anak jalan-jalan dengan kunjungan terencana  ketempat-tempat yang bisa menambah pengetahuan anak. Dengan tujuan selain anak-anak bisa bebas bermain bisa juga untuk arena belajar anak untuk menambah pengetahuannya.
  6. Menumbuhkan kecintaan anak pada buku dengan membiasakan anak untuk membaca. Bisa dengan membeli buku-buku bekas dipasar loak yang sesuai dengan selera anak untuk menciptakan perpustakaan mungil di rumah. Atau bisa juga mengajak anak keperpustakaan umum jika anggaran untuk buku tidak ada.
  7. Menata rumah bisa jadi alternative kegiatan bersama yang menarik juga. Perbolehkan anak mengubah susunan barang dikamar, membantu ibu membongkar dapur, mengelap piring, membongkar kompor, mengecat dinding, membersihkan lemari, biarkan mereka asyik dengan kegiatannya.
BACA JUGA:  Tahapan Sex Education Sesuai Usia Pendidikan Anak

Masih banyak kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak-anak dengan penuh kegembiraan. Seorang ibu harus kreatif untuk mencari ide kegiatan-kegiatan bersama anak yang bisa menarik minat anak sekaligus memberi anak tambahan pengetahuan. Kewajiban ibu menemani anak mengerjakan pekerjaan rumah atau tugas sekolah anak bisa dibuat menjadi kegiatan bersama yang menyenangkan juga antara ibu dan anak.
Keluarga yang bijaksana diharapkan bisa mengatur jadwal acara yang teratur setiap hari kepada anak-anaknya untuk menerapkan disiplin. Sore hari bisa digunakan anak untuk waktu bermain diluar dengan teman sebaya , siang hari sepulang sekolah adalah waktu untuk  tidur siang, pagi hari waktu untuk sekolah , waktu belajar dan mengaji pada malam hari ba’da magrib,  sedangkan waktu untuk keluarga yaitu pada malam hari ba’da isya, bisa untuk melakukan aneka jenis kegiatan bersama dengan penuh variasi dan kegembiraan sepanjang malam sampai waktunya tidur atau istirahat malam.

Sumber buku ” Mendidik Dengan Cinta” karya Irawati Istadi

Sumber Gambar : http://iisviasarandi.it/site/images/GRAFICA/creativita.jpg
Share Yuk!