Mengatasi Anak Pemberontak

Pertanyaan :

Assalammu’alaikum. Dokter, saya memiliki anak berumur 19 bulan, anak saya suka menyakiti diri sendiri dengan membenturkan kepala atau kaki jika dilarang dan selalu memberontak. Bagaimana cara mengatasinya? Karena ayahnya juga suka berkata kasar pada anak. Pika Widia Astuti. pikawidiaastuti@xxx

Jawaban :

Seorang anak memiliki banyak cara untuk mengekspresikan kemarahannya. Ada yang secara langsung mengutarakan, ada yang menangis, bahkan ada yang sampai membanting barang atau justru menyakiti dirinya sendiri. Namun ada juga yang hanya diam saja.

Sebab mengapa anak marah salah satunya adalah mencari perhatian atau bisa juga meniru kebiasaan orangtua. Jadi sebaiknya orangtua berlaku sopan dan bersikap baik dihadapan anak, jangan sekali-kali marah atu berkelahi didepannya bahkan berkata kasar karena orangtua merupakan contoh utama dalam perkembangan sikap dan watak anak.

Anak berusia 19 bulan atau anak-anak yang berusia 2-5 tahun adalah masa anak menjadi suka melawan, keras kepala dan pemberontak. Semua itu adalah fase alami pertumbuhan kejiwaan anak dimana anak-anak mulai menyadari bahwa dirinya merupakan pribadi yang independen dari orang tuanya.

Cara mengatasi anak yang suka memberontak adalah sebagai berikut :

  1. Orangtua harus memperbaiki perilakunya dan cara mendidiknya.
  2. Orang tua harus memberikan perhatian yang cukup. Bisa jadi anak menjadi pemberontak karena ingin mendapat perhatian dari orangtua.
  3. Orangtua tidak boleh menyerah dalam menghadapi anak pemberontak, jika orangtua menyerah maka anak akan mengulangi.
  4. Pengontrolan atau pengawasan terhadap anak lebih ditingkatkan lagi karena sikap anak-anak diusia 2-5 tahun masih bisa dirubah pelan-pelan.

 

Profil Konsultan :

foto dr.farida

dr. Farida Juliantina Rachmawaty, M.Kes, adalah seorang dokter yang juga aktif mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Mikrobiologi Fak. Kedokteran UII dan juga Kepala Program Pendidikan S1 (Tahap Umum dan Terintegrasi). Selain ilmu kedokteran, beliau juga mendalami ilmu fiqh muslimah.

BACA JUGA:  Penyebab Terlambatnya Haid Pertama

Rubrik Konsultasi Kesehatan, TIDAK TERKAIT Dengan Produk Apapun yang ditawarkan di website ini, murni fasilitas yang diberikan untuk menjawab kebutuhan informasi kesehatan para pengunjung setia PondokIbu.com.