Keluarga, Tumbuh Kembang Anak

Kesulitan Belajar Pada Anak di Sekolah

kesulitan belajar pada anakMenjadi orang tua tentu sangat senang jika melihat buah hatinya belajar dengan rajin. Namun bagaimana jika yang terjadi sebaliknya? Anak mengalami gangguan belajarnya sehingga kesulitan belajar, juga merasa kurang percaya diri, misalnya di sekolah. Maka yang perlu diketahui adalah dengan memastikan bahwa Disleksia barangkali sedang menghampiri kepada diri seorang anak atau tidak. Lalu,  Apa itu Disleksia?

Disleksia, arti harfiah kata Disleksia adalah sulit bicara atau berucap. Kata ini dipakai untuk menyebutkan kelainan berbentuk kesulitan dalam belajar membaca dan belajar menulis pada anak-anak normal. Ada anak yang mempunyai kesulitan dalam mengeja dan membaca dengan keras. Di antara psikolog dan dokter ada perbedaan tentang penyebab Disleksia, ada yang berpendapat bahwa Disleksia disebabkan oleh penyempitan syaraf pada otak; sementara yang lainnya menyebutkan hal ini disebabkan oleh kerusakan pada otak sewaktu lahir atau sebagai akibat dari sakit awal masa pertumbuhan.

Mendiagnosa dan mengobati Disleksia harus diwaspadai jika si anak mengalami kesulitan dalam belajar membaca dan belajar menulis, tak sebanding dengan kemampuan di bidang lain. Biasanya, gurunya akan bisa melaporkan apakah kemajuannya masih wajar. Ada beberapa cara untuk melihat apakah seorang anak mengalami tanda-tanda ketidaknyamanan di sekolahnya, seperti berikut:

1. Apakah perkembangannya selama ini memang agak lambat dibandingkan teman sebayanya?

Keterlambatan dalam perkembangan intelektual hanya berarti bahwa ia memang agak lambat dalam menerima hal baru, namun nantinya akan bisa menyusul kawan-kawannya lebih cepat dalam mempelajari sesuatu. Anak yang memiliki masalah emosi atau yang kecerdasannya di bawah rata-rata juga akan lebih lambat dalam mempelajari hal-hal baru dibanding kawan sebayanya. Beberapa anak yang lambat dalam memahami sesuatu, dapat ditolong dengan mengikuti les-les yang dipimpin oleh guru yang telah dilatih khusus. Namun ada kalanya akan lebih baik bila si anak mengikuti sekolah khusus.

2. Apakah ia mengalami kesulitan belajar hanya dalam bidang-bidang tertentu saja, misalnya Bahasa atau Matematika?

Lemah dalam pelajaran tertentu tetapi normal dibidang lain, bisa karena ia tak berminat pada pelajarannya atau pada cara mengajarnya. Yang perlu dilakukan orang tua kepada anak ialah berusaha mendekati dan mencari tahu. Si anak sendiri juga bisa memberi beberapa alasan, misalnya tak suka pada gurunya. Apapun alasannya, hal itu perlu disampaikan pada kepala sekolah, apalagi berkaitan dengan mata pelajaran utama, misalnya bahasa. Mungkin akhirnya ia perlu mendapat tambahan atau dipindahkan ke kelas yang lebih sesuai dengan pribadinya.

BACA JUGA:  Bila Si Kecil Tak Mau Makan

3. Apakah secara umum prestasinya di sekolah memang menurun dalam beberapa minggu atau bulan terakhir?

Menurunnya prestasi di sekolah secara tiba-tiba, tanpa ada yang perlu dicemaskan, mungkin terjadi akibat gangguan fisik; misalnya karena gangguan pendengaran, penglihatan atau gangguan sosial, atau ada kecemasan tersembunyi. Selain mendiskusikan hal itu dengan gurunya. Dan  alangkah baiknya melakuan pemeriksaan kepada dokter. Mungkin dokter akan menyarankan untuk membahasnya dengan guru si anak tersebut untuk meneliti setiap kemungkinan  penyebab kesulitan.

4. Apakah hal ini terjadi sesudah ada suatu musibah keluarga ataupun ketegangan di rumah?

Bisa jadi pengaruhnya dalam diri anak terjadi karena faktor ketidaknyamanan di dalam rumah, seperti masalah orang tua yang diperlihatkan di depan anak yang menjadikan seorang anak merasa tidak aman dan mulai bergejolak. PMaka yang perlu dilakukan bagi orang tua adalah berusaha untuk tidak melakukan hal yang tidak diinginkan anak, sehingga anak akan merasa tenang. Memberi penjelasan dengan tidak menyudutkan serta memberi solusi terbaik.

Memberikan yang terbaik kepada seorang anak memang tanggung jawab orang tua dalam mendidiknya, termasuk jika terjadi Kesulitan Belajar pada Anak di Sekolah. Berkomunikasi, selalu berusaha untuk member support kpada anak agar lebih bersemangat dalam hal belajar, membantu orang lain, ikut berinteraksi, memberi arahan yang membangunan semangat anak dapat membuat anak akan semakin percaya diri dan dapat membanggakan orang tua.

Profil Penulis

Lulus Novita

Lulus Novita, Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SuKa) Yogyakarta. Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Roudhotul ‘Ulum Guyangan, Pati

sumber gambar : http://www.sahafi.jo/nimages/23ff51df0502984d4af5161ad141456a437f570c.jpg