Pendidikan & Psikologi

Generasi Pemimpin Vs Generasi Pembebek

Generasi Pemimpin Vs Generasi Pembebek“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (H.R. Bukhari-Muslim)

Anda pernah lihat bebek? Lihat bagaimana perilakunya. Selalu mengekor dan menguntit kemana saja. Itulah gambaran bagi orang-orang yang cenderung memiliki pola hidup mengikuti pola hidup orang lain.

Saya pernah membaca sebuah blog. Isinya kira-kira begini, “Sherina potong rambut, yuk kita ikuti gayanya!”. Beginikah gaya hidup orang-orang kita? Gaya hidup membebek pada orang lain?

Sedih. Satu kata itu menggambarkan seluruh rasa yang bercampur dalam hati saya saat melihat anak-anak kecil jaman sekarang yang mengikuti gaya artis tertentu. Saya pernah sedikit “shock” saat mendengar murid saya menyanyikan lagu-lagu dewasa. Saya sendiri tidak pernah mendengar lagu tersebut. Saat saya tanya, “itu lagunya siapa?”, murid saya yang lain menjawab, “ST12…”. Olala…saya bahkan baru tahu apa itu ST12 setelah menanyakannya pada seorang teman yang gemar musik.

Saya pikir, setiap anak terlahir dengan potensi kepemimpinannya masing-masing. Jika kita sebagai orang tua mampu mengembangkannya dengan baik, maka anak akan tumbuh menjadi seseorang yang memiliki sikap, tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal buruk. Namun, jika kita tidak mengembangkan potensi itu, maka anak-anak akan cenderung mudah mengikuti arus negatif, lemah dalam bergaul, dan mudah diperdaya. Hal ini akan semakin mudah jika si anak takut dijauhi oleh teman-teman bergaulnya.

Kawan-kawan saya di SMA senang membuat geng. Saya sering mengamati, anak-anak dalam kelompok tersebut cenderung membebek satu sama lain. Jika si A menggunakan rok model ini, yang lain mengikuti. Jika si Z memakai sepatu model itu, yang lain mengikuti. Padahal, belum tentu model tersebut pas dengan diri dan hati mereka.

Inti dari kepemimpinan adalah pengendalian diri dengan segenap kemampuan yang dimilikinya sehingga mampu menciptakan pengaruh positif bagi diri maupun lingkungannya.
Itulah sebabnya, sangat baik jika kita menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak dini kepada anak-anak kita. Karena proses kemunculan kepemimpinan dalam diri yang paling baik adalah melalui tahap-tahap pembelajaran hidup yang dialami seseorang termasuk pada usia keemasan waktu masih anak-anak menuju ke usia dewasa.
Anak-anak dengan jiwa kepemimpinan yang sehat akan tumbuh menjadi anak yang berani mengungkapkan ide-idenya, tidak cengeng, prinsipil, dan istiqamah. Di masa sekolah, mereka akan menjadi anak-anak yang aktif dalam sosial. Tentunya ini akan membantunya untuk belajar menjadi orang yang bijaksana di kemudian hari.

BACA JUGA:  Sengketa Dua Saudara

Tapi, coba lihat, anak-anak yang cenderung mengikuti gaya hidup artis atau orang terkenal lainnya. Beberapa yang ditiru mungkin sesuatu yang baik. Tapi, yang paling banyak diikuti adalah gaya hidup yang tidak sehat. Contoh kecil, mengikuti gaya berjilbab artis A, dengan poni kelihatan. Apakah itu hal yang bisa dibenarkan oleh syariat? Tentu tidak. Jilbab memiliki aturannya tersendiri. Atau, mengikuti gaya berpakaian muslimah ala artis C, padahal pakaian yang dikenakan sangat ketat sehingga memperlihatkan bentuk tubuh. Apakah itu sesuai syariat? Tidak juga…

Dengan penanaman nilai-nilai kepemimpinan yang kita lakukan sejak dini, anak dan remaja bisa bersikap lebih kuat dan produktif dalam menjalani dinamika hidupnya. Anak akan semakin tampil berani untuk menolak setiap bujukan lingkungan yang mengarahkan dirinya pada kehancuran hidupnya.

Nah, sekarang, silakan tentukan pilihan Anda. Apakah Anda ingin anak Anda menjadi generasi pemimpin, atau sebaliknya, menjadi generasi pembebek!

Sumber Gambar : http://u.jimdo.com/www49/o/s13f3599aabceb8c3/img/if596f067a2bcd952/1395762191/orig/image.jpg