Permainan Anak

Games Penuh Strategi Dan Eksperimen

 

Games Penuh Strategi Dan Eksperimen•    Mengelompokkan Benda (Usia 2-4 tahun)
Klasifikasi dan pengkatagorian berkaitan erat dengan konsep logika dan matematika. Permainan yang menunjang konsep ini dapat mewujudkan dalam berbagai bentuk, seperti pengelompokkan sedok makan dan sendok teh dari sekelompokan alat makan, mengelompokkan permen (cokelat berlapis warna-warni berdasarkan warna). Anda bisa mengkombinasikan permainan ini dengan perkenalan bilangan dan operasi penjumlahan, tentu dalam taraf yang sederhana.

•    Mengukur besar kaki (Usia 3-4 tahun)
Menggunakan satuan standar untuk mengukur panjang seperti pengaris tetapi kali ini yang digunakan pada kaki yang terbuat dari kertas. Ini merupakan sebuah kegiatan yang menyenangkan apabila yang diukur adalah bagian dari tubuhnya. Langka awal yang dapat dilakukan adalah membentuk akan menggambarkan kakinya dengan cara menjiplaknya di atas kertas.

•    Membaca Buku Bergambar Pengenalan Bilangan (Usia 3-5 tahun)
Meskipun si 3 tahun sedah mahir menyebutkan bilangan 1 hingga 10 namun konsep bahwa representasi dari bilangan dapat berupa berbagai wujud dapat dipahami anak dengan cukup rumit pada awalnya. Memperkenalkan atau memperlihatkan buku bergambar tentang bilangan, membantu anak memperoleh pemahaman tentang simbol-simbol kuantitatif.

•    Menyeimbangkan Batang Kayu atau Potongan Pakaian (Usia 3-6 tahun)
Si 3 tahun kini menyadari adanya konsep berat. Karena itu, ia dapat menggunakan pengetahuan yang baru diperolehnya untuk membandingkan berat objek-objek menggunakan tongkat atau alat penggantung pakaian, kemudian kaitkan bagian kiri dan kanan alat dengan gelas kertas yang kosong. Setelah itu, biarkan anak mengisi gelas dengan berbagai jenis benda. Anda dapat membuat permainan yang mengharuskan si kecil menyebutkan benda yang lebih berat di bandingkan yang lain.

•    Akrab Dengan Kalkulator (Usia 3-5 tahun)
Anak sangat senang bermain dengan peralatan milik orang tuanya. Berikan si kecil kesempatan bermain kalkulator yang tidak begitu mahal dan mudah di genggam anak. Cara ini membuat anak semakin akrab dengan bilangan. Beritahu anak cara menggunakan kalkulator, bagaimana menampilkan bilangan pada layar dan bagaimana pula menghapusnya.

•    Mengenal dan Mempelajari Bilangan ‘O’ (Usia 3-5 tahun)
Setelah anak meningkatkan kemampuannya dalam menyebut dan mengenal konsep bilangan 1 hingga 10 maka anak dapat mengenalkan misteri yang ada di balik bilangan “O” atau nol. Permainan dapat dilakukan dengan mulai menghitung-hitung beberapa gambar yang diletakkan pada sebuah papan dari bahan gabus. Cobalah mengambil gambar satu persatu dan minta si kecil menghitung berapa yang tersisa. Lakukan berulangkali hingga gambar tidak ada lagi yang melekat pada gabus. Saat itulah, anda dapat memperkenalkan si kecil bahwa yang dilihatnya pada papan adalah ‘O’ gambar. Apabila ia sudah mulai belajar menulis maka perkenalkan wujud bilangan ‘O’ tersebut dan beri pemahaman bahwa ‘O’ adalah bagian dari deret bilangan yang dikenalnya.

•    Mengeksplorasi Benda Menggunakan Kaca Pembesar (Usia 3-6 tahun)
Salah satu kesenangan anak adalah bermain menggunakan alat yang dimiliki orang tua. Selain kalkulator mungkin orang tua memiliki kaca pembesar. Lakukan eksplorasi kecil-kecilan menggunakan kaca pembesar terhadap tubuhnya sendiri dan lingkungan sekitar. Perbincangan menarik dan tercipta melalui eksplorasi ini.

•    Menemukan Konsep Udara (Usia 3-4 tahun)
Pemahaman anak mengenai udara sungguh tidak mudah diperoleh. Jelaskan pada anak, meskipun udara adalah sesuatu yang tidak terlihat namun keberadaannya sangat dekat dengan dirinya. Selain itu, dengan mudah ia dapat merasakan serta mengalami akibat keberadaanya. Pejamkan mata bersama si kecil dan mintalah ia merasakan hembusan angin. Perkenalkan dengan udara dan angin juga dapat anda lakukan dengan membawa sehelai daun yang lebar dan mengipas-ngipas

•    Mengisolasi es batu (usia 3 – 5 tahun)
Proses pencairan merupakan sesuatu yang diakrabi si kecil sejak mengenal es krim, kini gelitiklah rasa ingin tahunya melalui kegiatan eksperimen sederhana. Biarkan anak membungkus es batu dengan berbagai jenis bahan, misalnya kapas, kain kasa, lembaran kertas dan aluminium, lalu cermati yang mana yang mengalami proses percairan paling cepat. Diskusikan dengan anak penyebab terjadinya hal itu.

Disajikan dari majalah Ayahbunda

Sumber Gambar : http://rack.2.mshcdn.com/media/ZgkyMDEzLzAxLzA0LzQ5L2thXzAuNzNkMWMuanBnCnAJdGh1bWIJODUweDg1MD4KZQlqcGc/9508bae7/423/ka_0.jpg