Kesehatan

Bagaimana Terjadinya Baby Bottle Syndrome?

Bagaimana Terjadinya Baby Bottle SyndromeRampan Karies (Rampant caries) atau Baby Bottle Tooth Decay, atau Baby Bottle Syndrome, atau Nursing Bottle Mouth atau early childhood caries atau nursing caries (jawa: Gigis) merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan sebagian besar atau semua dari gigi susu/decidui atau gigi permanen yang mengalami kerusakan (karies) secara luas dan berkembang dengan cepat.
Daerah gigi yang biasanya mengalami kerusakan adalah gigi depan rahang atas. Gigi susu /decidui tersebut juga merupakan gigi yang pertama kali muncul dalam rongga mulut akan mempunyai kemungkinan waktu terpapar/berkontak paling lama dengan “gula” . Sedangkan gigi depan rahang bawah cenderung terlindungi oleh lidah saat bayi/anak menghisap/minum dengan botol dot. Penyebab terjadinya sindroma ini adalah pemberian susu botol yang tidak tepat. Kebiasaan menggunakan botol sepanjang hari atau pada saat akan tidur untuk cairan seperti susu ( apalagi yang manis atau ditambah gula) dan jus buah dapat menyebabkan kerusakan gigi yang sangat cepat pada gigi susu. Pabila Baby Bottle Syndrome ini dibiarkan, proses karies berlanjut mengenai seluruh gigi, sehingga keadaannya menjadi lebih parah dengan akibat lanjut, yaitu matinya jaringan pulpa di dalam gigi, Kelainan jaringan di ujung akar gigi ( jaringan periapikal ), dan kerusakan gigi tetap di bawahnya. Pada keadaan ini anak akan mengalami kesulitan makan dan minum yang akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuhnya secara umum.
Bagaimana Cara Mencegahnya?
Beberapa tips untuk mencegah Baby bottle tooth decay/ baby bottle syndrome, di antaranya:

  1. Dalam sehari, untuk menenangkan atau menyamankan bayi Anda, jangan memberikan botol yang diisi dengan cairan gula atau susu, melainkan, memberi air putih atau pengganti dot.
  2. Setiap saat, jangan pernah merendam dot bayi Anda ke dalam gula, madu, atau cairan gula.
  3. Pada waktu tidur, jangan pernah membiarkan bayi Anda tidur dengan botol diisi dengan cairan manis (minum jus buah atau susu yang masih meningkatkan risiko kerusakan). Tapi berikan air putih.
  4. Jangan biarkan bayi Anda menyusu (baik ASI atau dengan botol) terus menerus sepanjang malam sambil tidur , karena dapat menyebabkan kerusakan gigi. Usahakan sebelum tidur (ketika masih terjaga) harus menyelesaikannya. Atau berikan dot atau botol yang diisi dengan air biasa saja .
  5. Jangan menambahkan gula ke makanan anak Anda
  6. Rajin membersihkan gigi anak setiap hari .Memulai menyikat gigi saat gigi anak mulai tumbuh (erupsi)Gunakan kain basah atau kain kasa atau sikat gigi lembut kecil untuk membersihkan gigi dan gusi anak Anda setiap setelah makan dan sebelum tidur di malam hari. Hal ini membantu menghilangkan bakteri pembentuk plak dan kelebihan gula yang terbentuk di atas gigi dan gusi.
  7. Tanyakan dokter gigi Anda tentang kebutuhan fluoride bayi Anda. Jika air minum Anda tidak berfluoride, pengobatan atau suplemen fluoride mungkin diperlukan
  8. Ajari bayi Anda minum dari cangkir khusus anak-anak (yang ada tip-nya) ketika sudah berusia satu tahun. Minum melalui cangkir dapat mengurangi eksposur gigi  dengan gula, namun menyedot secara konstan dari cangkir masih dapat mengakibatkan kerusakan kecuali jika hanya diisi dengan air putih.

Sumber :

  • Kiat Merawat Gigi Anak Oleh Drg. CHAERITA MAULANI, penerbit PT. Elex Media Komputindo, Jakarta 2005
  • kesehatan.myhendra.web.id
  • rumahkusorgaku.wordpress.com
Sumber Gambar : http://i.ytimg.com/vi/6_7jZYyN4WQ/maxresdefault.jpg