Bayi & Anak

Aduh, Nak…jangan Isap Jempol Lagi…

jangan Isap Jempol Lagi“Iya, Ustadzah…Ansya masih suka ngemut jempol…Bagaimana menghilangkan kebiasaannya ini ya..?”

Ummi Ansya menatap putranya yang berumur 5 tahun dengan prihatin. Kebiasaan mengisap jempol bungsunya itu belum juga bisa hilang. Padahal, tahun depan ia sudah harus masuk SD.

Tahukah Anda, bahwa setiap anak memiliki kecenderungan untuk melakukan gerakan mengisap? Tidak hanya jempol. Murid saya yang lain bahkan senang mengisap ujung jilbabnya, atau ujung bajunya. Atau bisa juga menggigit-gigit kukunya.

Kecenderungan ini diakibatkan karena tidak terkontrolnya fungsi motorik anak. Tidak setiap anak mempunyai kebiasaan ini. Tapi, jika si kecil Anda mempunyai kebiasaan ini, Anda tidak perlu terlalu cemas.

Gerakan mengisap ini biasanya menimbulkan perasaan senang pada anak-anak. Saya sendiri pernah mengalaminya sampai umur 7 tahun. Dan memang ada keasyikan tersendiri yang saya rasakan setiap kali mengisap jempol.

Biasanya, anak-anak mulai mengisap jempolnya (atau bisa juga ujung jilbab/bajunya) jika mereka merasa takut, lapar, grogi, ngantuk, atau membutuhkan sesuatu. Murid saya yang senang mengemut ujung jilbab itu biasanya mulai “beraksi” jika saya memanggil namanya untuk maju ke depan.

Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi pada tahun-tahun pertama kehidupan anak. Dan akan hilang dengan sendirinya bersamaan dengan bertambahnya usia anak, dimana ia mulai bisa mencari alternatif untuk menemukan rasa aman dan nyaman. Tapi, beberapa anak ada pula yang tidak bisa mengatasi kebiasaan-kebiasaan ini dan membawanya sampai dewasa. Kebanyakan, hal ini terjadi pada anak-anak perempuan, dan sangat sedikit terjadi pada anak laki-laki.

Ketika anak-anak dengan kebiasaan mengisap ini mulai beraksi, biasanya mereka menjadi kurang responsif terhadap orang-orang atau hal-hal lain di sekitarnya, karena asyik mengisap dan melamun.

Namun, Anda perlu mewaspadai kebiasaan ini, karena menurut ahli gigi, kebiasaan mengisap jempol ini akan berakibat buruk pada perkembangan tulang rahang, kelainan bentuk gigi, kesulitan mengunyah, dan gangguan pada bentuk wajah.

BACA JUGA:  Memberi Nama Anak

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kebiasaan ini:

Buatlah anak merasa aman. Karena mengisap jempol biasa dilakukan saat anak merasa takut atau stress, maka bantulah anak Anda untuk mengatasi ketakutan-ketakutannya. Jika ia bisa menemukan rasa aman, maka kebiasaan ini akan menghilang perlahan-lahan.

Pada bayi, berikan perpanjangan waktu untuk menyusu. Jika bayi Anda mulai mencari jarinya saat selesai menyusu, berikanlah sedikit perpanjangan waktu baginya. Hal ini akan menghindarkan anak dari mengisap jempol.

Jangan hukum anak karena kebiasaan ini. Kebiasaan ini adalah naluri anak-anak akan kebutuhannya terhadap rasa aman dan nyaman. Jika Anda menghukumnya, ia justru akan semakin menarik diri dari Anda. Lebih baik Anda berusaha untuk meningkatkan rasa bahagia anak, agar ia merasa dicintai, dipahami, dan diterima apa adanya.

Berikan kesibukan. Sibukkan anak dengan berbagai aktivitas yang melibatkan tangannya. Seperti, bermain plastisin, menggambar dengan pastel atau crayon, bermain cat air, melipat-lipat, menggunting, dsb.

Nah, selamat mendidik dengan cinta!

Sumber Gambar : http://cdn.parenting.com/sites/parenting.com/files/styles/story_detail_enlarge/public/5-ways-to-maintain-babys-sleep-schedule-while-traveling_99424.jpg?itok=RQ6jXqQJ