Kesehatan, Pasutri

Adab Berhubungan Intim Dalam Islam

Share Yuk!

adab berhubungan intim dalam islamMenjadi pasangan pengantin baru merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kedua mempelai. Kebahagian menjadi pengantin baru akan terasa lebih sempurna tatkala telah melewati kebersamaan di malam pertama dengan penuh cinta. Yakni malam dimana seseorang bisa menyalurkan hasratnya melalui jalan yang diridhai Allah SWT. Sehingga, dengannya tak sekedar hanya kenikmatan yang diperoleh, tapi juga pahala dapat diraih. Nilai pahala akan lebih bertambah seiring bertambahnya rasa kasih sayang antara keduanya jika menggunakan adab-adab menuju peraduan cinta, sebagaimana yang telah dituntunkan Nabi Muhammad.

Ada aturan-aturan saat pasangan suami isteri hendak melakukan senggama atau hubungan intim atau bersetubuh. Diantara adab berhubungan intim dalam islam adalah sebagai berikut :

Sebelum bermalam pertama, sangat disukai untuk memperindah diri masing-masing dengan berhias, memakai wewangian, serta bersiwak.

Berdasarkan sebuah hadits dari Asma’ binti Yasid.ra ia menuturkan, “Aku merias Aisyah untuk Rasulullah SAW. Setelah selesai, aku pun memanggil Rasulullah SAW. Beliau pun duduk di sisi Aisyah, kemudian diberikan kepada beliau segelas susu. Rasulullah SAW meminum susu tersebut dan menyerahkannya pada Aisyah. Aisyah menundukkan kepalanya karena malu. Maka segeralah aku menyuruhnya untuk mengambil gelas tersebut dari Rasulullah SAW.” [HR. Ahmad, sanad hadits ini dikuatkan oleh Al-Allamah Al-Muhadits Al-Albani dalam Adabul Zifaf].

Adapun disunnahkannya bersiwak, karena adab yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau selalu bersiwak setiap hendak masuk rumah sebagaimana disebutkan oleh Aisyah radhiyallaahu ‘anha dalam Shahih Muslim. Selain itu akan sangat baik pula jika disertai dengan mempercantik kamar pengantin sehingga menjadi sempurnalah sebab-sebab yang memunculkan kecintaan dan suasana romantis pada saat itu.

Hendaknya suami meletakkan tangannya pada ubun-ubun istrinya seraya mendoakan kebaikan dengan do’a yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkan :

BACA JUGA:  Cara Alami Meningkatkan Kesuburan Pria Dengan Jahe

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya (istri) dan kebaikan tabiatnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan tabiatnya.”[HR. Bukhori dari sahabat Abdullah bin Amr bin Al Ash radhiyallaahu ‘anhu].

Disunnahkan bagi keduanya untuk melakukan shalat dua rakaat bersama-sama.

Syaikh Al Albani dalam Adabuz Zifaf menyebutkan dua atsar yang salah satunya diriwayatkan oleh Abu Bakr Ibnu Abi Syaiban dalam Al-Mushannaf dari sahabat Abu Sa’id, Abu Sa’id mengatakan, “Mereka pun membimbingku, mengatakan, ‘Apabila istrimu masuk menemuimu maka shalatlah dua rakaat. Mintalah perlindungan kepada Allah dan berlindunglah kepada-Nya dari kejelekan istrimu. Setelah itu urusannya terserah engkau dan istrimu. “Dalam riwayat Atsar yang lain Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu mengatakan, perintahkan istrimu shalat dibelakangmu.”

Apabila seorang suami ingin menggauli istrinya, janganlah ia terburu-buru sampai keadaan istrinya benar-benar siap, baik secara fisik, maupun secara psikis, yaitu istri sudah sepenuhnya menerima keberadaan suami sebagai bagian dari dirinya, bukan orang lain. Begitu pula ketika suami telah menyelesaikan hajatnya, jangan pula dirinya terburu-buru meninggalkan istrinya sampai terpenuhi hajat istrinya. Artinya, seorang suami harus memperhatikan keadaan, perasaan, dan keinginan istri. Kebahagiaan yang hendak ia raih, ia upayakan pula bisa dirasakan oleh istrinya.

Berdo’a sebelum berjima’

Telah kita ketahui bersama bahwa syaitan selalu menyertai, mengintai untuk berusaha menjerumuskan Bani Adam dalam setiap keadaan. Begitu pula saat jima’, kecuali apabila dia senantiasa berdzikir kepada Allah. Maka hendaknya berdo’a sebelum melakukan jima’ agar hal tersebut menjadi sebab kebaikan dan keberkahan. Do’a yang diajarkan adalah:

“Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaithan dan jauhkanlah syaithan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami.”[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallaahu ‘anhu].

BACA JUGA:  Manfaat Bunga Rosella Bagi Kesehatan Tubuh

Diperbolehkan bagi suami dan istri untuk saling melihat aurat satu sama lain. Selain diperbolehkan saling melihat aurat satu sama lain, diperbolehkan juga mandi bersama. Dari Aisyah radhiyallaahu ‘anha berkata, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana dan kami berdua dalam keadaan junub.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Diwajibkan bagi suami istri yang telah bersenggama untuk mandi apabila hendak shalat. Waktu mandi boleh ketika sebelum tidur atau setelah tidur. Namun apabila dalam mengakhirkan mandi maka disunnahkan terlebih dahulu wudhu sebelum tidur. Berdasarkan hadits Abdullah bin Qais, ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Aisyah, “Apa yang dilakukan Nabi ketika junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur ataukah tidur sebelum mandi?’ Aisyah menjawab, ‘Semua itu pernah dilakukan Rasulullah. Terkadang beliau mandi dahulu kemudian tidur dan terkadang pula beliau hanya wudhu kemudian tidur.”[HR. Ahmad dalam Al Musnad]

Tidak boleh menyebarkan rahasia ranjang.subur max

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya diantara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang mendatangi istrinya dan istrinya memberikan kepuasan kepadanya, kemudian ia menyebarkan rahasianya.” [HR. Muslim dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallaahu ‘anhu]

Betapa agungnya syariat islam yang telah mengatur semua sisi kehidupan manusia, sehingga semua gerak hamba ada nilai ibadah yang bisa diraihnya. Oleh sebab itu tak ada yang sia-sia dalam mengikuti aturan Ilahi dan meneladani sunnah Nabi. Semuanya memiliki makna serta mengandung kemaslahatan, karena datangnya dari Allah. Kesempurnaan syariat Islam ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Allah terhadap hamba-Nya melebihi perhatian hamba terhadap dirinya sendiri. Oleh karenanya, hendaklah setiap hamba tetap berada diatas fitrah tersebut diatas agama allah agar dirinya selalu berada diatas jalan yang lurus.

BACA JUGA:  Pendidikan Seks Bagi Remaja Dalam Pandangan Islam

Untuk mendukung ikhtiar Anda untuk mempunyai keturunan, bisa mengkonsumsi serbuk pucuk kurma, subur max, dan kurma muda kering.

Sumber gambar :
1. http://3.bp.blogspot.com/-ePo0VbgSvBQ/UNyRC8-S3pI/AAAAAAAAAg4/wncJSfo7rNM/s1600/nikah_03.jpg
2. http://obatherbalbandung.com/uploads/2012/11/Subur-Max1.jpg
Share Yuk!