Kesehatan

3 Langkah Pencegahan Penyakit Kanker Serviks

serviksSalah satu penyakit yang banyak ditakuti oleh kaum wanita yaitu penyakit kanker serviks atau kanker mulut rahim. Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Dan yang menjadi penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV dapat menjangkiti seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.

Berhubung tidak mengeluhkan gejala apa pun, penderita kanker serviks biasanya datang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Masalahnya, kanker serviks yang sudah mencapai stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya. Karenanya, operasi pengangkatan rahim saja tidak cukup membuat penderita sembuh seperti sedia kala. Selain operasi, penderita masih harus mendapatkan terapi tambahan, seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapat menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan.

Memang benar kebanyakan kasus kanker leher rahim ditemukan dalam stadium lanjut karena pada tahap awal biasanya penyakit ini tidak memberikan gejala. Tapi bukan berarti penyakit ini tidak bisa dideteksi dan dicegah. Secara umum ada dua cara pencegahan kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV), yakni pencegahan primer dengan vaksinasi serta pencegahan sekunder dengan pemeriksaan pap smear dan IVA secara berkala.

BACA JUGA:  Dampak Pencemaran Udara Terhadap Kecerdasan Anak

Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara :

1. Melakukan vaksinasi HPV

Vaksin HPV selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum pernah melakukan kontak secara seksual.

Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan vaksinasi, resiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%. Vaksin ini telah diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan. Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.

2. Rajin melakukan pap smearproses pap smear

Tes pap smear sebaiknya dilakukan tiap 1-2 tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual. Pap smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker serviks atau kanker leher rahim.

3. Melakukan tes internal visual with acidity avid (IVA)

Tes ini menggunakan asam asetat (cuka) kadar 3-5 persen yang diteteskan pada leher rahim. Jika terdapat lesi atau bercak keputihan, maka terdapat perubahan sel yang mengindikasikan pasien untuk melakukan tes lanjutan. Hasil tes IVA juga bisa terbaca dalam waktu kurang dari satu menit. Menggunakan asam asetat cuka adalah yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Pengulangan IVA juga sebaiknya dilakukan 1-2 tahun.

BACA JUGA:  Keladi Tikus Sebagai Obat Tradisional Kanker Serviks

Selain melakukan 3 langkah pencegahan penyakit kanker serviks seperti di atas, Anda juga harus tetap memperhatikan gaya hidup sehat seperti tidak berhubungan intim dengan berganti-ganti pasangan dan memelihara kebersihan tubuh secara keseluruhan terutama di daerah kewanitaan. Deteksi dini gejala kanker serviks dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan!

sumber gambar:
1. http://4.bp.blogspot.com/-zAAlIlnZsa8/TttzEHzvsdI/AAAAAAAAAXg/V4_-uDwRqc0/s1600/kanker-serviks-.jpg
2. http://p3.zhimg.com/f5/79/f579282d206ff9eb6e885c7d42f5a2b5_r.jpg