infertilitasUsia pernikahan Anda sudah memasuki tahun ke lima, bahkan lebih. Namun, hingga kini Anda belum dikaruniai seorang anak pun untuk memeriahkan rumah Anda. Sedih? Tentu saja. Biasanya, wanita belum merasa “sempurna” jika ia belum menjadi seorang ibu.

Anda akan bertanya-tanya, apakah aku mandul? Apakah aku tidak subur? Apakah aku tak bisa mendapatkan anak dari rahimku sendiri?

Nah, apa sebenarnya infertilitas / ketidak suburan itu?

Infertilitas atau ketidaksuburan adalah ketidakmampuan untuk hamil setelah satu tahun melakukan aktivitas seksual tanpa adanya kontrasepsi. Menurut definisinya, infertilitas terbagi menjadi 3 kelompok:

  1. Infertilitas primer. Ketidak suburan ini mengacu pada ketidakmampuan untuk hamil pada wanita di/sejak  masa lalu.
  2. Infertilitas sekunder. Yakni ketidakmampuan / kesulitan untuk hamil di masa sekarang, sementara sebelumnya sudah pernah hamil dan melahirkan.
  3. Recurrent Miscarriage atau disebut juga keguguran berulang. Wanita yang mengalami keguguran berulang juga dapat menerima diagnosis infertilitas jika mereka mengalami keguguran dua kali atau lebih berturut-turut. Kurang dari 5% wanita akan mengalami keguguran 2x berturut-turut, dan 1% wanita akan mengalami keguguran 3x atau lebih keguguran.

Kemandulan tidak terbatas pada wanita.

Menurut American Society of Reproductive Medicine, sepertiga dari kasus-kasus ketidaksuburan disebabkan oleh faktor wanita, sepertiga disebabkan oleh faktor laki-laki, dan sepertiga sisanya karena masalah dari kedua belah pihak, atau alasan-alasan yang tak dapat dijelaskan. Ini patut Anda garis bawahi : infertile bukan hanya berasal dari faktor wanita, namun bisa berasal dari faktor pria juga. Mengapa harus digaris bawahi? Karena selama ini telunjuk selalu mengarah kepada wanita, yang menuduhnya sebagai wanita mandul atau tak becus menjadi istri. Dan yang juga tak kalah penting, Anda tidak sendiri dalam masalah fertilitas atau infertilitas ini. Ada jutaan pasangan suami istri yang mengalami masalah yang sama dengan Anda.

Infertilitas pada wanita:

–          Adanya gangguan ovulasi

–          Gangguan saluran telur

–          Pernah infeksi di mulut rahim

–          Endometriosis

Infertilitas pada pria:

–          Kualitas sperma tidak memenuhi standar normal (volume 2-5cc, konsentrasi 20 juta/cc, motilitas/gerakan sperma 50% bagus)

–          Adanya infeksi

–          Masalah hormonal

–          Kelainan kromosom

Untuk menentukan apakah seseorang infertile atau tidak, dibutuhkan suatu penelitian yang cukup rumit dan panjang. Harus step by step. Adanya wawancara yang mengharuskan Anda memberikan informasi secara rinci, USG, uji lab, pemeriksaan organ genital dan fisik, dsb.

www.about.com & www.anakku.net