<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pondok IBU &#187; pertumbuhan dan perkembangan</title>
	<atom:link href="http://pondokibu.com/tag/pertumbuhan-dan-perkembangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pondokibu.com</link>
	<description>Informasi Seputar Dunia Ibu &#38; Anak</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jul 2010 15:09:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>ANAK BERMAIN DENGAN GENITALNYA</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/pendidikan-psikologi-anak/anak-bermain-dengan-genitalnya/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/pendidikan-psikologi-anak/anak-bermain-dengan-genitalnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 20:57:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan & Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Bermain dengan Genitalnya]]></category>
		<category><![CDATA[mengendalikan emosi]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan dan perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Kembang Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari saya kaget melihat prilaku putriku yang diam-diam mengamati dan memegang genitalnya. Dan diapun terkagetkan oleh kedatangan dan suaraku yang tiba-tiba. saya merasa aneh dan was-was ada apa dengan anak ini? apa yang membuatnya berbuat seperti itu di usia 4 tahun ini. Rasanya anak-anakku jauh dari konsumsi tayangan-tayangan orang dewasa. Dari lingkungan bermain? sejauh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari saya kaget melihat prilaku putriku yang diam-diam mengamati dan memegang genitalnya. Dan diapun terkagetkan oleh kedatangan dan suaraku yang tiba-tiba. saya merasa aneh dan was-was ada apa dengan anak ini? apa yang membuatnya berbuat seperti itu di usia 4 tahun ini. <span id="more-88"></span>Rasanya anak-anakku jauh dari konsumsi tayangan-tayangan orang dewasa. Dari lingkungan bermain? sejauh yang saya amati juga tidak ada. lingkungan sekolah juga ga mungkin. tapi saya lupa-lupa ingat bahwa hal itu adalah hal yang wajar bagi anak seusia pra sekolah mengeksplorasi alat genitalnya. akhirnya penasaran membuat saya mencari berita-berita tentang prilaku anak yang satu itu. dan ternyata saya menemukan artikel ini dariwww.inspiredkidsmagazine.com. barangkali anda juga membutuhkan informasi ini. dan mungkin juga ada dari pengunjung yang memiliki informasi yang lain. silahkan berbagi disini.</p>
<p>Oleh : Dini Safitri<br />
Bila anak bermain dengan genitalnya pada umumnya orangtua langsung was-was, panik dan cemas. Anak usia 3-6 tahun memasuki fase suka memainkan genitalnya. Perilaku demikian wajar terjadi pada anak usia tersebut. Dalam dunia kedokteran ditemukan fakta bahwa Anak usia 3-6 memang suka bermain-main dengan alat genitalnya untuk mencapai kenikmatan. Penyebabnya karena pusat kenikmatan anak di usia ini berada di sekitar alat genitalnya dan fase ini disebut fase phallic.&#8221;</p>
<p>Fase phallic dikenal sebagai bagian dari proses perkembangan anak. Sebelum fase Phallic anak telah melewat dua fase sebelumnya. Fase awal terjadi pada usia 1-1,5 tahun, pusat kenikmatan anak berada di mulut yang disebut fase oral. Oleh sebab itu di usia tersebut anak senang sekali memasukkan segala sesuatu ke mulut. Berikutnya, pada umur 1,5-3 tahun, anak berada dalam fase anal. Pada fase ini dia mulai menahan keinginan BAB-nya. Dan selanjutnya, barulah anak mengalami fase phallic. Fase ini biasanya akan berhenti sampai anak berumur 6 tahun.</p>
<p>Berdasarkan keterangan di atas, tahapan anak bermain dengan genitalnya merupakan fase yang normal. Dan pikiran orang tua bahwa anak tengah melakukan masturbasi merupakan pikiran tak benar. Namun, orangtua juga tak boleh membiarkan si kecil asyik memainkan alat kelaminnya. Sebab bila hal tersebut menjadi kebiasaan inilah yang dinamakan dengan masturbasi</p>
<p>Orangtua harus tetap waspada, jangan sampai fase yang wajar ini dapat menjadi cikal bakal perilaku masturbasi. Anda dapat mengatakan dengan tenang kepadanya bahwa alat kelaminnya jangan dibuat mainan, nanti bisa mengakibatkan kelecetan dan susah untuk buang air kecil. Setelah memberikan saran tersebut, Anda dapat mengalihkan perhatian anak dengan memindahkan tangannya dari aktivitasnya itu, atau memberinya mainan yang menarik minatnya. Bila perlu, ajak dan temani anak bermain, hingga ia lupa dengan aktivitasnya memainkan alat genitalnya.</p>
<p>Jika orang tua bekerja, mereka dapat mengajari pengasuh anaknya mengenai tindakan apa yang harus dilakukan bila mendapati situasi bahwa anaknya tengah melakukan aktivitas bermain bersama alat kelaminnya. Ajarkan mereka untuk lebih sering mengajak anak bermain agar anak lupa pada aktivitasnya itu.</p>
<p>Jangan tunjukkan rasa panik dalam menyampaikan larangan kepada anak. Ingatlah, anak pada usia tersebut punya rasa ingin tahu yang tinggi. Oleh karena itu, jika ia melihat respon dari orangtua atau lingkungannya sangat panik, mungkin saja ia merasa nyaman dengan situasi panik itu, sehingga ia bisa saja akan terus melakukan aktivitas itu, bahkan mungkin akan jadi makin terfokus ke sana. Atau mungkin saja ia tetap melakukannya dengan cara mencuri-curi, diluar penglihatan dan jangkauan Anda berada.</p>
<p>Dengan demikian, kebiasaan melakukan masturbasi pada anak bisa terjadi karena penanganan yang tak tepat. Dan bila hal ini berlanjut hingga masa pubertas, maka stimulusnya akan berbeda. Pada masa pubertas akan ada fantasi seksual yang menyertai atau ada perilaku seksual tertentu yang menyertai. Dan ada satu hal yang harus diwaspadai orangtua bahwa masturbasi seperti orang kecanduan. Jadi, sekalipun fokus anak dalam bermain dengan kelaminnya bukan pada seksual, tapi jangan pernah bosan mengingatkan anak untuk tidak mempermainan alat genitalnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/pendidikan-psikologi-anak/anak-bermain-dengan-genitalnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RANGSANG MOTORIK HALUS SI KECIL : MASUKKAN KE DALAM CELAH</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/permainan-anak-parenting/rangsang-motorik-halus-sikecil-masukkan-kedalam-celah/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/permainan-anak-parenting/rangsang-motorik-halus-sikecil-masukkan-kedalam-celah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 22:46:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Permainan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[latihan motorik halus]]></category>
		<category><![CDATA[motorik kasar]]></category>
		<category><![CDATA[permainan edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan dan perkembangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Permainan Berikut adalah salah satu permainan yang sederhana untuk batita kita dirumah, tapi sangat membantu mengasah kemampuan motorik halus si kecil, dan yang tak kalah penting mereka menyukainya.
Caranya :
Ambil lima kunci yang besarnya hampir sama. Buatlah sebuah celah pada tutup kaleng yang terbuat dari plastik. Celah ini harus cukup besar sehingga kunci akan lebih mudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2010/03/kaleng.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2756" title="kaleng" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2010/03/kaleng.jpg" alt="" width="96" height="127" /></a>Permainan Berikut adalah salah satu permainan yang sederhana untuk batita kita dirumah, tapi sangat membantu mengasah kemampuan motorik halus si kecil, dan yang tak kalah penting mereka menyukainya.</p>
<p><strong>Caranya :</strong></p>
<p>Ambil lima kunci yang besarnya hampir sama. Buatlah sebuah celah pada tutup kaleng yang terbuat dari plastik. Celah ini harus cukup besar sehingga kunci akan lebih mudah masuk ke wadah dengan sedikit dorongan. Kemudian minta sikecil untuk memaskkan kunci-kunci ini ke dalam wadah <span id="more-22"></span>melalui celah tutup. Kunci yang dimasukkan ini akan mengeluarkan bunyi bila terjatuh ke dalam dasar keleng.  Tirukan secara verbal bunyi kunci yang jatuh ini. inta sikecil menjatuhkan semua kunci ini sampai semuanya berada dalam kaleng. Selanjutnya buka tutup kaleng, keluarkan semua kunci dan ulangi masukkan lewat celah seperti langkah awal di atas. Sebagai variasi benda-benda lain dapat digunakan. Misalnya kancing, uang logam dan benda-benda lain yang dapat masuk lewat celah. Benda-benda ini tidak hanya memberikan pengalaman baru untuk si kecil.  Aktivitas ini mengembangkan :</p>
<ul>
<li>Kemampuan kontrol motorik</li>
<li>Kemampuan memecahkan persoalan (memasukkan dengan car sedikit menekan)</li>
<li>Kemampuan mengikuti petunjuk ?arahan</li>
<li>koordinasi mata dan tangan</li>
<li>Kemandirian dan kepercayaan diri</li>
<li>Sensitivitas indra peraba</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/permainan-anak-parenting/rangsang-motorik-halus-sikecil-masukkan-kedalam-celah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PEMBINAAN PERKEMBANGAN ANAK KELOMPOK UMUR 18 &#8211; 24 BULAN</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/tumbuh-kembang-anak/pembinaan-perkembangan-anak-kelomok-umur-18-24-bulan/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/tumbuh-kembang-anak/pembinaan-perkembangan-anak-kelomok-umur-18-24-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 13:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tumbuh Kembang Anak]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[Bermain rumah-rumahan]]></category>
		<category><![CDATA[latihan motorik halus]]></category>
		<category><![CDATA[motorik kasar]]></category>
		<category><![CDATA[permainan edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan dan perkembangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[A Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sesaat sebelum berumur 24 bulan.

Gerak Kasar : Berjalan mundur sedikitnya 5 langkah
 Gerak halus : Mencoret-coret dengan alat tulis
Bicara, bahas dan kecerdasan : Menyebutkan nama dan menunjuk satu bagian tubuh dengan benar.
Bergaul dan mandiri : Meniru melakukan pekerjaan rumah tangga

B. Stimulasi yang dberikan

Melatih anak berjalan jinjit. Ajarilah anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sesaat sebelum berumur 24 bulan.</strong></p>
<ul>
<li><em>Gerak Kasar :</em> Berjalan mundur sedikitnya 5 langkah</li>
<li><em> Gerak halus :</em> Mencoret-coret dengan alat tulis</li>
<li><em>Bicara, bahas dan kecerdasan</em> : Menyebutkan nama dan menunjuk satu bagian tubuh dengan benar.<span id="more-108"></span></li>
<li><em>Bergaul dan mandiri :</em> Meniru melakukan pekerjaan rumah tangga</li>
</ul>
<p><strong>B. Stimulasi yang dberikan</strong></p>
<ul>
<li><em>Melatih anak berjalan jinjit</em>. Ajarilah anak bejalan jinjit. buatlah agar ia menirunya.</li>
<li><em>Membantu anak belajar melompat</em>. Tunjukkanlah cara melompat dengan kedua kaki diangkat bersamaan. pegangi tangannya ketika ia mencoba melompat untuk pertama kalinya</li>
<li><em>Melatih anak berdiri dengan satu kaki</em>. Tunjukkan cara beridiri dengan satu kaki secara bergantian. buatlah agar ia mau menirukannya. mula-mula peganglah tangannya, kemudian lepaskan. latihlah agar ia bisa melakukannya tanpa kehilangan keseimbangan.</li>
<li><em>Mengajari anak menggambar betuk sederhana</em>. Ajari anak menggabar garis lurus, bulatan, segitiga, dan sebagainya.</li>
<li><em>Mengajak anak bermain membuat bentuk sederhana dari lilin/tanah liat/adonan kue</em>. Ajari anak membuat bulatan, segiriga dan lain-laij</li>
<li><em>Mengajari anak memasukkan benda ke lubang yang sesuai</em>. Sediakan kardus yang dibuat lubang-lubang berbentuk segi tiga, segi empat segi lima, bulatan dan sebagainya. Tunjukkan kepada anak cara memasukkan benda berbentuk segi tiga, segi empat, segi lima, bulatan dan sebagainya kedalam lubang yang sesuai besar dan bentuknya</li>
<li><em>Bermain dengan anak menyusun potongan gambar</em>. Sediakan karton yang sudah ditempel gambari dari majalah bekas. gunting karton menjadi 3 &#8211; 4 potongan. Ajari anak untuk menyusun potongan gambar tersebut menjadi gambar yang utuh seperti semula</li>
<li><em>Melatih anak mengikuti perintah sederhana</em>. Berilah anak suatu perintah sederhana. Buatlah agar ia mau melakukannya. bila perlu tunjukkan cara mengerjakan perintah tersebut.</li>
<li><em>Melatih anak Menceritakan apa yang dikerjakannya/dilihatnya</em>. Ajaklah anak menceritakan apa yang dialaminya dan dilihatnya. perbaikilah bila ia membuat kesalahan dalam bercerita.</li>
<li><em>Melatih anak mengenakan pakaiannya sendiri</em>. Biasakan anak mengenakan pakaiannya sendiri. Mula-mula bantulah ia bila mengalami kesulitan, kemudian kurangilah bantuan.</li>
<li><em>Melatih anak mengikuti peraturan permainan</em>. Usahakanlah agar anak bermain dengan anak lainya. Misalnya bermain petak umpet, hom-pim-pah, dan sebagainya. perhatikan apakah iamengikuti aturan permainan dan mengikuti giliran bermain</li>
<li><em>Melatih anak agar mau ditnggalkan ibunya untuk sementara</em>. Ajaklah anak bermain kerumah tetangga, kemudian titipkanlah untuk sementara. buatlah agar ia terbiasa berpisah untuk sementara tanpa menangis atau menjadi rewel.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/tumbuh-kembang-anak/pembinaan-perkembangan-anak-kelomok-umur-18-24-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK KELOMPOK UMUR 0-3 BULAN</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/permainan-anak-parenting/pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-kelompok-umur-sampai-3-bulan/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/permainan-anak-parenting/pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-kelompok-umur-sampai-3-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 16:42:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Permainan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[Bermain rumah-rumahan]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan emosional]]></category>
		<category><![CDATA[latihan motorik halus]]></category>
		<category><![CDATA[motorik kasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan & Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[permainan edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan dan perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Kembang Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[






bayi 3 bulan






A. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sampai berumur 3 bulan:

Gerak Kasar :  Menggerakkan kedua tungkai dan lengan sama mudahnya ketika telentang.
Gerak Halus: Memberikan reaksi dengan melihat ke arah sumber cahaya (misalnya dari lampu senter yang digerakkan kekiri dan kekanan).
Bicara, Bahasa dan kecerdasan : Mengoceh dan memberikan reaksi terhadap suara
Bergaul dan Mandiri: Membalas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></p>
<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_179" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dd class="wp-caption-dd"><strong></p>
<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_182" class="wp-caption alignleft" style="width: 148px;">
<dt class="wp-caption-dt"><strong><strong><a href="http://pondokibu.com/pendidikan/pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-kelompok-umur-sampai-3-bulan/"><img class="size-full wp-image-182" title="3-bulan1" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/01/3-bulan1.jpg" alt="bayi 3 bulan" width="138" height="96" /></a>
<dd class="wp-caption-dd">bayi 3 bulan</dd>
<p></strong></strong></dt>
</dl>
</div>
<p></strong></dd>
</dl>
</div>
<p>A. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sampai berumur 3 bulan:</strong></p>
<ul>
<li>Gerak Kasar :  Menggerakkan kedua tungkai dan lengan sama mudahnya ketika telentang.</li>
<li>Gerak Halus: Memberikan reaksi dengan melihat ke arah sumber cahaya (misalnya dari lampu senter yang digerakkan kekiri dan kekanan).<span id="more-105"></span></li>
<li>Bicara, Bahasa dan kecerdasan : Mengoceh dan memberikan reaksi terhadap suara</li>
<li>Bergaul dan Mandiri: Membalas senyuman</li>
</ul>
<p><strong>B. Stimulasi Perkembangan Yang Perlu Diberikan:</strong></p>
<ul>
<li><em>Pengungkapan rasa cinta, kasih sayang dan rasa aman</em>, dengan berbicara lembut, bersenandung, dan lain-lain.</li>
<li><em>Menirukan ocehan, gerakan, dan mimik anak</em>. Anak sering diajak bicara dan mendengarkan berbagai suara, misalnya suara burung, radio, kerincingan, ayam, dan lain-lain.</li>
<li><em> Melatih anak membalikkan badan dari telentang ke telungkup</em>.Ketika telentang, anak dibuat agar memperhatikan benda yang menarik (berwarna menyolok/berbunyi). Benda itu kemudian digerakkan ke sisi badannya. anak akan mengikuti benda itu sambil memiringkan badan. benda digerakkan terus agar anak berlatih membalikkan badanya.</li>
<li><em> Melatih anak mengangkat kepala dan memperhatikan benda bergerak. </em>Gerakkanlah benda yang menarik di hadapan anak, ketika ia telungkup. Angkatlah benda itu keatas, sehinga anak dilatih mengangkat kepalanya ketika memperhatikan benda itu.</li>
<li><em>Melatih anak menggenggam benda</em>. Sentuhlah pensil atau benda yang serupa pada punggung atau ujung jari tangan anak. Anak akan berlatih menggenggam benda itu.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/permainan-anak-parenting/pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-kelompok-umur-sampai-3-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JANGAN TERLAMBAT STIMULASI KECERDASAN BALITA ANDA</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/jangan-terlambat-stimulasi-kecerdasan-balita-anda/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/jangan-terlambat-stimulasi-kecerdasan-balita-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 20:39:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi & Balita]]></category>
		<category><![CDATA[EQ. emotional quotion]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan emosional]]></category>
		<category><![CDATA[KELUARGA]]></category>
		<category><![CDATA[latihan motorik halus]]></category>
		<category><![CDATA[motorik kasar]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan dan perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Stimulasi Kecerdasan Balita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Pada masa balita, pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi sangat cepat. Masa seperti ini tidak akan terulang lagi pada kehidupan selanjutnya. Karena itu perhatian yang diberikan pada masa balita sangat  menentukan kualitas kehidupan manusia dimasa depan.
Pertumbuhan anak, yang bekaitan dengan segi jasmani ini, didukung oleh pemberian makanan bergizi bagi anak. Proses ini dipantau dengan menimbang berat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada masa balita, pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi sangat cepat. Masa seperti ini tidak akan terulang lagi pada kehidupan selanjutnya. Karena itu perhatian yang diberikan pada masa balita sangat  menentukan kualitas kehidupan manusia dimasa depan.<span id="more-81"></span><br />
Pertumbuhan anak, yang bekaitan dengan segi jasmani ini, didukung oleh pemberian makanan bergizi bagi anak. Proses ini dipantau dengan menimbang berat badan anak secara teratur setiap bulan. dengan demikian bila terjadi kelambatan dalam pertumbuhan anak, kelambatan tersebut dapat segera diketahui dan dicarikan upaya untuk mengatasinya. Demikian pula perkembangan anak, yang berkaitan dengan kecerdasan, perasaan, dan pergaulan. Perkembangan anak perlu perlu selaras dengan pertumbuhan jasmani. Proses ini didukung oleh pengasuhan anak yang baik, termasuk perangsangan (stimulasi) perkembangan. Perkembangan anak juga perlu dipantau agar kelambatannya dapat segera diketahui dan dicarikan  upaya untuk mengatasinya.<br />
Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak dapat dilepaskan dari lingkungan keluarga, sikap orangtua, faktor keturunan, serta penyakit yang diderita pada masa kecil.  Faktor-faktor tersebut perlu dijaga sedemikian rupa agar tidak menghambat kemajuan anak. Dalam lingkungan dan suasana yang mendukung, pertumbuhan dan perkembangan anak akan dapat berlangsung dengan  baik.<br />
Pemantauan perkembangan anak dilakukan untuk mengikuti perkembangan anak. Tujuanya agar orangtua dapat segera mengetahui bila terjadi kelambatan perkembangan pada anaknya. Penemuan dini ini penting, agar tindakan untuk mengejar kelambatan perkembangan dapat segera dilakukan. Kelambatan perkembangan yang dibiarkan terlalu lama dapat menjadi kelainan atau kecacatan yang sulit diperbaiki dikemudian hari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/bayi-balita/jangan-terlambat-stimulasi-kecerdasan-balita-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>STRATEGI PEMBELAJARAN SENTRA PERSIAPAN (READINESS CENTRE)</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/pendidikan-psikologi-anak/strategi-pembelajaran-sentra-persiapan-readiness-centre/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/pendidikan-psikologi-anak/strategi-pembelajaran-sentra-persiapan-readiness-centre/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 20:31:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan & Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[Bermain rumah-rumahan]]></category>
		<category><![CDATA[latihan motorik halus]]></category>
		<category><![CDATA[motorik kasar]]></category>
		<category><![CDATA[permainan edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan dan perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[program pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Pembelajaran Sentra Persiapan (readiness centre)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Sentra persiapan adalah pusat kegiatan bermain untuk mempersiapkan anak mengenal tulisan, huruf dan menghitung. Kegiaan ini guna membantu anak mempersiapkan diri memasuki sekolah dasar.
A. Kegiatan 
* Mengenalkan huruf
* Bermain kartu kata
* mengenalkan kata-kata yang bunyinya sama
* Finger painting
* bermain warna
* menirukan tulisan
* bermain dengan menghitung angka
* bermain komputer, dsb
B.  Alat Permainan yang dibutuhkan
* Buku cerita
* [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sentra persiapan adalah pusat kegiatan bermain untuk mempersiapkan anak mengenal tulisan, huruf dan menghitung. Kegiaan ini guna membantu anak mempersiapkan diri memasuki sekolah dasar.</p>
<p><strong>A. Kegiatan </strong><br />
* Mengenalkan huruf<br />
* Bermain kartu kata<span id="more-78"></span><br />
* mengenalkan kata-kata yang bunyinya sama<br />
* Finger painting<br />
* bermain warna<br />
* menirukan tulisan<br />
* bermain dengan menghitung angka<br />
* bermain komputer, dsb</p>
<p><strong>B.  Alat Permainan yang dibutuhkan</strong><br />
* Buku cerita<br />
* KArtu huruf<br />
* Lambang-lambang tulisan<br />
* Gambar-gambar<br />
* Alat tulis<br />
* Kertas<br />
* Spidol<br />
* Krayon<br />
* Cat<br />
* Komputer, dsb</p>
<p><strong>C.  Langkah-langkah kegiatan</strong><br />
Sebelum memulai kegiatan, anak diberikan arahan, bukan dengan perintah. Secara bersama-sama guru dan anak menentukan aturan, misalnya tata tertib ketika berada di sentra tersebut. Setelah anak bersepakat, biarkan anak untuk memulai permainan.<br />
<em>1).  Kegiatan mengenal huruf</em></p>
<ul>
<li>Sebuah kertas bertuliskan Aa sampai Zz telah disiapkan terlebih dahulu.</li>
<li>Untuk anak yang memilih kegiatan ini biarkan ia mengamati, mengeksplorasi, terlebih dahulu tulisan-tulisan tersebut.</li>
<li>Guru-orangtua menuliskan kata-kata dikertas kecil dan anak-anak diminta mencari huruf-huruf yang ditulis oleh guru-orang tua bila sudah diperlihatkan kepada guru-orangtua</li>
<li>Kata-kata yang sudah ditemuka anak difilekan oleh guru-orangtua dalam maf masing-masing anak.</li>
</ul>
<p><em>2). Bermain kartu kata.</em> Ambil kartu kata yang ada di file anak, pastikan anak telah mengenalnya. setelah itu kenalkan kata-kata baru, kemudian acak dan ajak anak untuk menar kata baru tersebut.</p>
<p><em>3).  Menirukan tulisan.</em> Sediakan kertas-kertas putih yang diberi tulisan, lalu anak diajak untuk membuat tulisan tersebut, dibawah tulisan guru-orangtua. Pastikan anak senang melakukannya.</p>
<p><em>4). Finger painting.</em> Anak-anak dibiarkan untuk mencampur warna yang dia sukai, dan mengaduk-ngaduknya dengan tangan dan jarinya. siapkan kertas yang tebal, lalu ajak anak membentuk apa saja yang dia sukai diatas kertas tersebut.</p>
<p><em>5). Mengenal kata-kata yang berawalan, </em>misalnya : makan; mandi, meja, minum, muka, dsb.</p>
<p><em>6). Membacakan cerita</em>, bacakanlah cerita kepada anakbaik secara group maupun klasikal, lalu aadkan tanya jawab.</p>
<p><em>7). Mengucapkan kata-kata yang menggunakan gambar</em> seperti : Apel, ayam, sapi, dlldisertai gambarnya</p>
<p><em>8). Bermain Komputer.</em> Pastikan komputer telah siap digunakan, anak-anak bermain komputer sesuai dengan keinginannya. Anak  bisa membuat gambar dari garis, atau permainan lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/pendidikan-psikologi-anak/strategi-pembelajaran-sentra-persiapan-readiness-centre/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BONEKA KARTON</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/permainan-anak-parenting/boneka-karton/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/permainan-anak-parenting/boneka-karton/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 17:54:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Permainan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[akar empati]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[Bermain rumah-rumahan]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan emosional]]></category>
		<category><![CDATA[latihan motorik halus]]></category>
		<category><![CDATA[motorik kasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan & Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[permainan edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan dan perkembangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Kemampuan yang dikembangkan :
Pemahaman konsep depan &#8211; belakang dan kemampuan membedakan gambar,
gerakan halus, menyusun bagian-bagian menjadi gambar yang utuh
kemampuan berbahasa, kebebasan mengungkapkan  pendapat.
Alat Yang digunakan :

Tiga buah muka boneka dari kertas manila yang digambari dengan pinsil warna masing-masing dengan mimik tersenyum, cemberut, dan tertawa. sedangkan bagian elakang dibiarkan polos.
tiga buah boneka dari kertas manila yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://pondokibu.com/bermainpermainan/boneka-karton/"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-167" title="boneka-karton" src="http://pondokibu.com/wp-content/uploads/2009/01/boneka-karton-150x75.jpg" alt="boneka-karton" width="105" height="53" /></a>Kemampuan yang dikembangkan :</strong><br />
Pemahaman konsep depan &#8211; belakang dan kemampuan membedakan gambar,<br />
gerakan halus, menyusun bagian-bagian menjadi gambar yang utuh<br />
kemampuan berbahasa, kebebasan mengungkapkan  pendapat.<span id="more-65"></span></p>
<p><strong>Alat Yang digunakan :</strong></p>
<ul>
<li>Tiga buah muka boneka dari kertas manila yang digambari dengan pinsil warna masing-masing dengan mimik tersenyum, cemberut, dan tertawa. sedangkan bagian elakang dibiarkan polos.</li>
<li>tiga buah boneka dari kertas manila yang sama dengan gambar di nomor 1, tetapi digunting zigzag masing-masing menjadi dua bagian secara vertikal, horizontal, dan diagonal.</li>
</ul>
<p><strong>Cara Bermain :</strong></p>
<ul>
<li>Perlihatkan salah satu gambar muka yang utuh kepada anak, lalu tanyakan &#8220;bonekanya sedang apa?&#8221;</li>
<li>Perlihatkan kembali salah satu muka boneka, sebutkan &#8220;ini depan&#8221;, lalu balikkan dan sebutkan &#8220;ini belakang&#8221;</li>
<li>Jejerkan ketiga gambar dengan posisi depan dan belakang. Anak diminta menunjukkan manabagian depan dan mana bagian belakang. Ulangi terus sambil diikuti senandng &#8220;depan-belakang&#8221;</li>
<li>Letakkan ketiga gambar muka tadi  secara berjejer. Letakkan pasangan muka yang sama tetapi terbelah dua dibawahnya. minta anak supaya menyusun gambar muka yang terbelah menjadi gambar yang utuh.</li>
</ul>
<p><strong>Saran-saran</strong><br />
Permainan dilakukan secara bertahap. Setelah anak menguasai kemampuan pertamalanjutkan dengan kemampuan lainnya lakukan berulang-ulang dirumah masing-masing. Gunakan gambar-gambar lain.</p>
<p>Permainan anak usia 2 &#8211; 3 tahun lainnya<br />
* petak umpet dengan kardus<br />
* Sepatu kardus<br />
* MEmbentuk dengan jari<br />
* Kandang dan ternak pak tani<br />
* Boneka jari keluarga<br />
* Bermain Lingkaran<br />
* NAik kereta api<br />
* milik siapa?<br />
* Rasanya apa Ya..<br />
* Bertepuk kosong &#8211; isi<br />
* Dongeng dan Gerak<br />
* Menggunakan KAca<br />
* Mengisi botol<br />
* Belajar Makan yang Menyenangkan<br />
* Mencari pasangan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/permainan-anak-parenting/boneka-karton/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PEMBINAAN PERKEMBANGAN ANAK UMUR 9-12 BULAN</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/tumbuh-kembang-anak/pembinaan-perkembangan-anak-umur-9-12-bulan/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/tumbuh-kembang-anak/pembinaan-perkembangan-anak-umur-9-12-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 17:49:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tumbuh Kembang Anak]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[latihan motorik halus]]></category>
		<category><![CDATA[motorik kasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan & Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan karakter]]></category>
		<category><![CDATA[permainan edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan dan perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[program pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[A. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sampai berumur 12 bulan.

Gerak kasar : Berjalan dengan berpegangan
 Gerak halus : Mengambil benda kecil sebesar biji jagung dengan meraup.
Bicara, bahasa dan kecerdasan :  Mengatakan dua suku kata yang sama, misalnya : pa-pa, ma-ma, da-da, dan lain-lain.
Bergaul dan mandiri : Bermain &#8220;ciluk-ba&#8221;

B. Stimulasi Perkembangan yang perlu diberikan :

Mengajak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sampai berumur 12 bulan.</strong></p>
<ul>
<li>Gerak kasar : Berjalan dengan berpegangan</li>
<li> Gerak halus : Mengambil benda kecil sebesar biji jagung dengan meraup.</li>
<li>Bicara, bahasa dan kecerdasan :  Mengatakan dua suku kata yang sama, misalnya : pa-pa, ma-ma, da-da,<span id="more-63"></span> dan lain-lain.</li>
<li>Bergaul dan mandiri : Bermain &#8220;ciluk-ba&#8221;</li>
</ul>
<p><strong>B. Stimulasi Perkembangan yang perlu diberikan :</strong></p>
<ul>
<li>Mengajak anak menggelindingkan bola. Gelindingkanlah sebuah bola ke arah anak dan mintalah agar ia menggelindingkannya kembali.</li>
<li>Melatih anak memanjat kursi atau tangga yang rendah dengan merangkak. Ajari anak untuk memanjat kursi/tangga yang rendah secara bertahap dengan menaikkan tungkainya satu persatu, seperti gerakkan merangkak. Kemudian bantula ia turun dari kursi/tangga dengan menggunakan tungkai dan kakinya.</li>
<li>Membantu anak belajar berjalan sendiri. Buatlah agar anak mau berjalan sendiri, misalnya untuk mendapatkan dekapan, ciuman, atau mainan kesukaannya.</li>
<li>Melatih anak untuk membungkukkan badan tanpa berpegangan. Mintalah anak mengambil mainan yang terletak dilantai ketika ia beridiri. Mula0mula pegangilah salah satu tangannya, kemudian biarkan ia melakukannya dengan tanpa bantuan.</li>
<li>Melatih anak menyusu mainan balok. Ajarkan anak menyusun balok/kardus kecil, atau kaleng bekas menjadi menara sederhana, jembatan dan sebagainya. Bantulah anak menumuk benda tersebut.</li>
<li> * Memberikan kesempatan kepad anak untuk mengambar.  Sementara mengerjakan pekerjaan ruma tanga, berikanlah kepada anak selembar kertas dan alat tulis. Biarkan iamenggambar sendiri sambil diajak bicar mengenai apa yang digambarnya.</li>
<li>Melatih anak menirukan kata-kata. Ajaklah anak berbicara sesering mungkin, kenalkan ia dengan kata-kata baru sambil menunjukkan bendanya/gambarnya dari buku atau majalah.</li>
<li>Mengajak anak mengikuti kegiatan keluarga, misalnya makan bersama atau piknik keluarga. Sediakan peralatan makanan untuknya, bantulah ia untuk belajar makan/minum sendiri.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/tumbuh-kembang-anak/pembinaan-perkembangan-anak-umur-9-12-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PEMBINAAN DAN PERKEMBANGAN ANAK KELOMPOK UMUR 12-18 BULAN</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/tumbuh-kembang-anak/pembinaan-dan-perkembangan-anak-kelompok-umur-12-18-bulan/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/tumbuh-kembang-anak/pembinaan-dan-perkembangan-anak-kelompok-umur-12-18-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 05:20:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tumbuh Kembang Anak]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[Bermain rumah-rumahan]]></category>
		<category><![CDATA[latihan motorik halus]]></category>
		<category><![CDATA[motorik kasar]]></category>
		<category><![CDATA[permainan edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan dan perkembangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[A. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak samapia sebelum berumur 18 bulan :

Gerak Kasar : Berjalan sendiri tanpa jatuh
Gerak halus : Mengambil benda kecil ke atas sebesar biji jagung dengan ibu jari dan telunjuknya (menjumput)
Bicara, bahasa, dan kecerdasan : Mengungkapkan keinginan secara sederhana
Bergaul dan Kemandirian : Minum sendiri dari gelas tanpa tumpah

B. Stimulasi Perkembangan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak samapia sebelum berumur 18 bulan :</strong></p>
<ul>
<li>Gerak Kasar : Berjalan sendiri tanpa jatuh</li>
<li>Gerak halus : Mengambil benda kecil ke atas sebesar biji jagung dengan ibu jari dan telunjuknya (menjumput)<span id="more-57"></span></li>
<li>Bicara, bahasa, dan kecerdasan : Mengungkapkan keinginan secara sederhana</li>
<li>Bergaul dan Kemandirian : Minum sendiri dari gelas tanpa tumpah</li>
</ul>
<p><strong>B. Stimulasi Perkembangan yang perlu diberikan :</strong></p>
<ul>
<li><em>Melatih anak berjalan mundur : </em>Bila anak dapat berjalan sendiri, latihlah ia berjalan mundur. misalnya dengan memberi mainan uang dapat ditarik, kemudian ia diminta menarik mainanya ssambil berjalan mundur.</li>
</ul>
<ul>
<li><em>Bermain dengan anak melempar dan menangkap bola: </em> Ajarilah anak menangkap dan melempar bola. Pakailah bola besar, dan bila anak sudah dapat melakukannya, pakailah bola yang lebih kecil.</li>
</ul>
<ul>
<li><em>Bermain dengan anak, menendang bola kesasaran:</em> Ajarilah anak menendang bola. Bila ia sudah dapat melakukannya, mintalah agar ia menendangnya ke arah sasaran (misalnya botol plastik). Bola dapat dibuat sendiri dari buntalan kertas/kain..</li>
</ul>
<ul>
<li><em>Melatih anak berjalan naik turun tangga</em>:  Bila anak sudah dapat berjalan sendiri ajaklah ia naik/turun tanga dengan berpegangan. jagalah agar ia tidak terjatuh.</li>
</ul>
<ul>
<li><em>Melatih anak memasukkan benda yang lebih kecil ke dalam benda yang lebih besar. </em> Sediakanlah kardus/mangkuk plastik dari berbagai ukuran. ajarilah anak untuk memasukkan benda yang kecil ke dalam benda yang lebih besar.  latihlah agar ia dapat melakukannya sendiri.</li>
</ul>
<ul>
<li><em>Memberi kesempatan kepada anak untuk melepas pakaiannya sendiri.</em> Ajarilah anak untuk melepaskan pakaianya. Biarkan ia melakukannya sendiri, bantulah bila ia belum bisa membuka kancing baju.</li>
</ul>
<ul>
<li><em>Melatih anak menunjuk danmenyebutkan nama bagian tubuh. </em>Ajarilah anak menunjuk dan menyebutkan bagian-bagian tubuhnya. Latihlah ia utuk mempelajarinya.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/tumbuh-kembang-anak/pembinaan-dan-perkembangan-anak-kelompok-umur-12-18-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GAYA MENDIDIK ANAK YANG TIDAK EFISIEN</title>
		<link>http://pondokibu.com/parenting/pendidikan-psikologi-anak/gaya-mendidik-anak-yang-tidak-efisien/</link>
		<comments>http://pondokibu.com/parenting/pendidikan-psikologi-anak/gaya-mendidik-anak-yang-tidak-efisien/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 14:47:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan & Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[mengendalikan emosi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan karakter]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan dan perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[prilaku anak]]></category>
		<category><![CDATA[program pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Kembang Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pondokibu.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberpa gaya mendidik anak yang secara emosional pada umunya tidak efisien menurut daniel goleman :
Sama sekali mengabaikan perasaan. Orang tua semacam ini memperlakukan masalah emosional anaknya sebagai hal kecil atau ganguan, sesuatu yang mereka tunggu-tunggu untuk dibentak. mereka gagal memanfaatkan momen emosional sebagai peluang untuk menjadi lebih dekat dengan anak, atau untuk menolong anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada beberpa gaya mendidik anak yang secara emosional pada umunya tidak efisien menurut daniel goleman :</p>
<p>Sama sekali mengabaikan perasaan. Orang tua semacam ini memperlakukan masalah emosional anaknya sebagai hal kecil atau ganguan, sesuatu yang mereka tunggu-tunggu untuk dibentak.<span id="more-55"></span> mereka gagal memanfaatkan momen emosional sebagai peluang untuk menjadi lebih dekat dengan anak, atau untuk menolong anak memperoleh pelajaran-pelajaran dalam keterampilan emosional.</p>
<p>Terlalu membebaskan. Orangtua ini peka akan perasaan anak, tetapi berpendapat bahwa apapun yang dilakukan anak untuk menangani badai emosinya sendiri baik adanya. bahkan misalnyadengan cara memukul. Seperti orangtua yang mengabaikan perasaaan anaknya, orangtua jenis ini jarang berusaha memperlihatkan kepada anaknya respons-respons emosional alternatif. Mereka mencoba menenangkan semua kekecewaan dan, misalnya, akan menggunakan tawaran-menawarserta suap agar anak berhenti bersdih hati atau marah.</p>
<p>Menghina, tidak menunjukkan penghargaan terhadap perasaan anak. Orangtua semacam ini biasanya suka mencela, mengecam, dan menghukum keras anak mereka. Misalnya, mereka mencegah setiap ungkapn kemarahan anak dan menjadi kejam bila melihat tanda kemarahan palin kecil sekalipu. Mereka adalah orangtua yang akan berteriak marah pada anak yang mencoba menyampaikan alasannya &#8220;Jangan membantah&#8221;</p>
<p>Terakhir, ada orangtua yang memanfaatkan situasi kemarahan anak dengan bertindak mirip pelatih atau guru dibiang emosi. Merekamenanggapi perasaan anak dengan cukup serius untuk berupaya memahami apa sebenarnya yang membuat mereka marah (&#8220;apakah kamu marah karena sakit hati pada temanmu?&#8221;) dan menolong anak menemukan cara-cara positif untuk menenangkan perasaan (&#8220;Dari pada memukulnya, mengapa kamu tidak mencari mainan dan bermain sendiri saja sampai kamu ingin bermain dengan temanmu lagi?&#8221;)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pondokibu.com/parenting/pendidikan-psikologi-anak/gaya-mendidik-anak-yang-tidak-efisien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
