Anak pada usia dini belum memiliki pengertian, mereka hanya bisa menirukan ekspresi dari orangtua atau orang-orang yang dekat dengannya. Untuk itu Anak harus belajar bagaimana mengeksplorasi perasaannya. Fungsi dari mengeksplorasi perasaan adalah untuk membantu anak mengenali dan memahami dirinya sendiri untuk membantu anak membentuk suatu pengertian akan perasaan-perasaannya sendiri tentang berbagai peristiwa, harapan-harapannya akan sesuatu, cita-citanya, minatnya dan potensinya. Untuk mencerdaskan emosi anak bisa kita lakukan dengan strategi sbb:1. Memancing  Anak Mengeksplorasi Perasaan
Pencerdasan Emosi bisa dimulai dengan mengajak anak mengungkapkan perasaannya.  Untuk memamcing anak untuk mengungkapkan emosinya orantua bisa menggunakan model misalnya tokoh dalam buku atau film, menceritakan kejadiaan yang dialami teman, atau dengan menjadi orangtua sediri sebagai model.

2. Menggunakan model dalam buku atau film
Ajari anak bagaimana mengekspresikan rasa marah dari membaca buku, menonton TV atau mencotohkan bagaimana ekspresi muka kita kalau sedang marah dan alasan kenapa marah. Suruh anak menirukan mimik muka kalau sedang marah.

3. Menggunakan kejadian yang dialami oranglain atau teman
Pancing anak untuk mengeksplorasi perasaannya saat melihat orang yang sedang marah.

4. Menggunakan orangtua sebagai model
Ajak anak bercakap-cakap untuk memancing anak mengeksplorasi perasaannya dengan menceritakan kejadian yang di alami baik kejadian nyata ataupun rekaan.

5. Membantu Anak Memahami Perasaannya
Pada tahap ini orangtua harus berusaha menjadi fasilitator dan bukan sebagai mentor. Sebagai Fasilitator berarti membangkitkan keinginan anak untuk menemukan sendiri jawaban bukan menunjukkan jawabannya. Juga mengajari anak untuk melakukan logika terus menerus dan komunikasi dapat terjalin dua arah.

6. Membantu Anak Mengekspresikan Amarah dan Mengendalikannya
Pengendalikan emosi merupakan hal yang penting untuk membuat anak berkembang secara normal. Pola ekspresi emosi sudah dipelajari anak sejak kecil dari orang-orang terdekat dan kelompok bergaulnya. Semakin dini anak belajar mengendalikan emosinya semakin mudah pula ia mengendalikan emosinya di masa yang akan datang.
Jika kita sudah mampu membuat anak mengerti tentang perasaannya, selipkan nasihat kita ke dalam pengertian anak dalam memahami emosinya.

  1. Ingatkan anak saat anak marah secara negative
  2. Ingatkan pula cara untuk mengatasi marahnya
  3. Ajarkan anak cara positif untuk mengendalikan amarahnya seperti:
  • Menggambar, mencoret-coret kertas, mewarnai gambar untuk menunjukkan kemarahannya
  • Merobek kertas dan membuangnya jaauh-jauh
  • Berteriak ditempat yang sepi
  • Melemparkan batu jauh-jauh ke sungai atau laut
  • Ajarkan anak melakukan relaksasi seperti menghela napas dan menghembuskannya dikala kemarahannya memuncak
  • Tunjukkan sikap bahwa kita selalu siap mendengarkan keluhannya saat marah sepanjang anak mengekspresikan kemarahannya secara positif.

“Semua orang bisa marah, hal itu mudah saja. Namun, marah kepada orang yang tepat, dengan tingkat kemarahan yang tepat, disaat yang tepat, dengan tujuan yang tepat, dan cara yang tepat tidaklah mudah” Aristoteles.

Sumber: “ MembantuAnak Balita Mengelola Amarahnya”. Dr. Seto Mulyadi, M. Psi