Perasaan takut merupakan salah satu bentuk emosi yang harus dihadapi anak dalam kehidupan sehari-hari. Rasa takut dianggap sebagai emosi yang negative, walaupun sebenarnya rasa takut bisa membantu kita untuk menyadari dan merespon bahaya. Akan tetapi jika rasa takut dan cemas tersebut dibiarkan berlarut-larut dapat membuat hidup anak menjadi sulit. Akibatnya anak jadi  susah makan, susah berkonsentrasi, sering ngompol tatau tidak bisa menikmati bermain dengan tenang dengan teman-temannya.Setiap anak pastilah mempunyai rasa ketakutannya tersendiri. Penyebab ketakutan-ketakutan itu juga pasti berbeda-beda. Sebagai orangtua tentu diharapkan untuk membantu anak mengatasi rasa takut anak dengan mencari pemicu rasa ketakutan anak tersebut. Setelah mengetahui pemicu ketakutan anak, orangtua perlu membantu anak untuk mengatasi rasa takutnya agar anak tidak merasa sendirian dalam menghadapi perasaan yang mengganggunya tersebut. Berikut strategi yang bisa digunakan orangtua untuk mengelola rasa takut anak.
1. Menumbuhkan Keyakinan Anak Pada Tuhan.
Orangtua bisa mendengarkan ketakutannya dan membimbing anak untuk mengatasi masalah tersebut secara spiritual dengan membantu anak selalu mengingat Tuhan.
2. Membantu Anak Memisahkan Kenyataan Dengan Imajinasi
Ketakutan anak yang bersifat Imajinatif bisa diatasi dengan mengembangkan percakapan yabg positif dengan anak. Misalnya anak takut pada badut beri anak pengertian dan contoh kenapa teman-temannya tidak takut pada badut, bahwa badut itu tidak  menyeramkan, tidak berbahaya dan tidak bisa menyakiti anak.
3. Membantu Anak Menghadapi Masalah Nyata dalam Skala Yang Aman
Tunjukkan pada anak bahwa kebanyakan hal yang ia takutkan sebenarnya sama sekali tidak menyeramkan dan tidak berbahaya.
4. Menekankan Pada Anak Bahwa mengekspresikan Perasaan Bukanlah Sesuatu Yang Salah.
Kebanyakan anak sulit membicarakan perasaannya karena anak-anak sangat sensitive terhadap respon orang dewasa ketika anak menunjukkkan perasaannya.  Hal seperti ini tidak sehat terhadap perkembangan jiwa anak. Orangtua perlu menekankan pada anak untuk menceritakan setiap perasaannya tanpa perlu merasa takut. Katakan pada anak bahwa dengan mengungkapkan perasaan akan membuat anak semakin cepat merasakan lebih baik.
5. Mendorong Anak untk Menuliskan atau Menggambarkan perasaannya
Rangsanglah anak untuk menuliskan atau menggambarkan hal-hal buruk apa saja yang ia bayangkan sehubungan dengan rasa takutnya. Kemudian mintalah anak membayangkan dan menggambarkan dirirnya dapat menghadapi ketakutannya dengan sukses. Pajang Gambar tersebut ditempat yang mudah ia lihat supaya anak termotivasi untuk mengatasi rasa takutnya.
6. Menyiapkan Benda Yang Dapat Membantu Anak Mengatasi Rasa Takutnya.
Orangtua bisa meminta anak menyimpan atau membawa apa saja yang dapat membantu anak mengurangi rasa takutnya. Misalnya menyuruh anak membawa dan menyimpan foto orangtuanya sebagai pengingat saat anak hendak ditinngal orangtua pergi keluar kota.
7. Membantu Anak Melawan Ketakutannya dengan Memberi Pengetahuan
Berilah alasan kenapa hal-hal yang ditakutinya itu tidak perlu ditakutkan, beri anak keterangan. Namun tetaplah berhati-hati dan mengutamakan keselamatan aank
8. Mintalah Anak Menarik Nafas Dalam-dalam Saat Takut atau Gugup
Ajarkan anak cara-cara untuk menenangkan diri dan mengendurkan ketegangan dengan menarik nafas dalam-dalam saat takut atau gugup.
9. Membantu Anak Berpikir Positif dan Berilah Pujian
Berilah semangat pada anak untuk berpikir positif daripada membayangkan kemungkianan terburuk. Beri anak keyakinan bahwa ia mampu mengatasi rasa takutnya. Berilah pujian saat anak dah berhasil mengatasi rasa takutnya.
10. Jadilah Contoh
Orangtua merupakan contoh bagi anak-anaknya. Orangtua tidak boleh panik bila menghadapi suatu situasi social karena anak-anak akan meniru kecemasan orangtua.
11. Perhatikan Apa yang Anak Lihat dan Baca
Orangtua hendaknya mendampingi anak ketika anak menonton televisi atau membaca buku. Pilihlah tayangan-tayangan dan buku-buku yang mendidik. Jelaskan gambar-gambar atau cerita-cerita yang menakutkan bahwa itu hanya rekayasa atau bohongan atau tidak benar-benar terjadi.
12. Mintalah Bantuan Ahli jika Dirasa Kasusnya Lebih Berat
Mengatasi ketakutan tidaklah mudah. Orangtua tidakbisa mengharapkan hasil instan dan jangan memberi cap anak penakut atau pengecut. Jika dirasa ketakutan yang dialami anak serius  jangan segan-segan meminta bantuan ahli (psikolog, psikiater, konselor atau terapis) karena para ahli dapat mengenali masalah-masalah anak dan menyarankan solusi yang tepat.

Sumber: “ MembantuAnak Balita Mengelola Ketakutannya”. Dr. Seto Mulyadi, M. Psi