batik celupHari ini, tanggal 2 Oktober 2009 UNESCO telah mengukuhkan batik sebagai salah satu aset dan warisan budaya Indonesia. Seharusnya kita bangga, dan tentu saja membantu melestarikannya, agar aset-aset budaya kita yang lain tidak lagi diklaim oleh negara lain.

Salah satu caranya adalah dengan mengenalkan batik kepada anak-anak generasi muda sekarang. Anda bisa mengajak mereka melihat ke tempat-tempat pembuatan batik, atau bahkan mengikuti kursus yang biasanya sering diadakan.

Tapi, ada cara yang lebih mudah dan menyenangkan, terutama anak-anak usia pra sekolah yang senang bermain-main. Hmmm…bagaimana caranya ya?

Bahan-bahan:

-          Potongan kain putih (ukuran sembarang, minimal ukuran 18x21cm)

-          Kertas HVS putih

-          Kerikil

-          Uang koin

-          Kancing

-          Karet gelang

-          Pewarna

-          Air

-          Ember

Petunjuk:

  1. Kita akan membuat 2 media batik. Pertama, dengan kertas dan yang kedua dengan kain.
  2. Untuk batik kertas, remaslah kertas hingga menjadi gumpalan tak menentu yang padat, luruskan kembali. Lalu celupkan kertas yang sudah lusuh tadi ke dalam ember yang berisi larutan pewarna. Ratakan, lalu jemur di tempat yang penuh sinar.
  3. Untuk batik kain, kita gunakan kerikil, uang koin, kancing, biji-bijian, untuk membuat motifnya. Caranya, ambil 2-3 kerikil, jumput ke dalam kain lalu ikat dengan karet gelang. Begitu juga dengan uang koin dan yang lainnya. Setelah diikat, celupkan ke dalam larutan pewarna dan diamkan beberapa  saat. Angkat, lalu jemur.
  4. Catatan: dalam satu kain, Anda bisa membuat beberapa ikatan, sesuaikan dengan selera Anda.
  5. Batik-batik sederhana dari kertas dan kain ini bisa Anda gunakan untuk membuat kreasi yang lain. Misalnya, sampul buku, hiasan pigura, dsb.

Selamat mencoba!