refleksi untuk kentut berlebihKentut atau buang angin atau istilah ilmiahnya flatus pada dasarnya adalah hal yang wajar dalam mekanisme tubuh. Ini termasuk salah satu keajaiban penciptaan dari Allah, atas mekanisme tubuh manusia yang sangat rumit. Karena itu, bersyukurlah karena kita masih bisa kentut! Mengapa? Karena akan menjadi tidak wajar manakala tidak bisa mengeluarkan kentut atau bahkan berlebihan saat kentut.

Kemampuan manusia untuk menampung udara/gas dalam tubuh adalah setengah liter saja. Karena itu, normalnya, kita membuang angin sebanyak 14 kali dalam sehari. Selebihnya, angin biasanya dibuang melalui mulut dengan bersendawa.

Lalu, bagaimana dengan yang keseringan kentut?

Perhatikan pola makan. Keseringan kentut berarti ada indikasi adanya ketidakseimbangan angin dalam tubuh. Dan keseimbangan ini bisa bermula dari gangguan percernaan. Makan yang tergesa-gesa yakni mengunyahnya tidak sampai 33 kali akan berpotensi besar menumpuk angin dalam tubuh. Begitu juga mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kacang-kacangan, susu, dan minuman bersoda memiliki andil besar dalam pembentukan angin dalam tubuh. Jika Anda banyak mengkonsumsi telur dan kubis, kentut Anda akan berpotensi berbau busuk lebih besar. Ini disebabkan bakteri di usus akan membentuk gas sulfida dan merkaptan lebih banyak, yang membuat kentut menjadi berbau busuk.

Jangan tertawa berlebihan. Ada orang yang suka tertawa keras-keras sehingga mulutnya terbuka lebar. Selain berpotensi menjaring lalat, tertawa semacam ini pun tak sehat. Karena dengan terbukanya mulut, maka angin yang masuk ke dalam tubuh pun semakin sering. Sama saja dengan makan angin, bukan?

Banyak menangis. Ini biasanya terjadi pada anak-anak. Seperti halnya tertawa, saat menangis pun mulut terbuka lebar, sehingga angin ikut masuk ke dalam tubuh dan menumpuk di usus.

Obat-obatan yang tidak tepat. Biasanya, penggunaan antibiotic yang kurang tepat dapat membunuh bakteri baik dalam usus, sehingga akhirnya memicu pertumbuhan pathogen dan fermentasi dalam usus yang berlebihan.

Refleksi ringan bisa membantu mengobatinya! Cobalah untuk mengurut telapak tangan Anda secara perlahan.  Refleksi tangan ini bertujuan untuk menormalisasi saraf dan pembuluh darah, supaya berjalan lancar dan tidak tersumbat. Saat membasuh lengan, urut-urutlan lengan tersebut dari bawah ke atas beberapa kali, lakukan cara ini pada kedua lengan. Hal ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh melalui kelenjar limfa yang berada di tangan. Begitu juga refleksi di kaki. Anda bisa mengganti refleksi kaki ini dengan bersenam dan berjalan kaki di pagi hari.

Selain refleksi ringan, Anda juga bisa mulai mengganti susu dengan yoghurt. Konsumsi kacang-kacangan pun bisa dikurangi sedikit porsinya.

Sumber: www.kompas.com & www.klikhpa.com