Prinsip Kombinasi Makanan Food Combining

Mengatur menu kombinasi makanan ala Food Combining tidaklah serumit yang kita bayangkan, asalkan kita ikuti prinsip utamanya.

1. Sayuran

Sayuran termasuk kelompok makanan netral, sehingga tidak dibatasi pola konsumsinya. Sayuran bisa dimakan seberapa pun kita mampu dan bisa dikombinasikan dengan protein (hewani) maupun pati.sayur tomat

Penting!
Ada pengecualian untuk jenis sayuran berikut ini :

  • Sayuran kaya pati; seperti kentang, jagung muda, kluwih, nangka muda, labu kuning, tidak dimasukkan dalam kelompok sayuran, tapi termasuk kelompok pati. Dengan demikian, sayur-sayuran tersebut tidak dapat dikombinasikan dengan protein (hewani).
  • Sebagaimana sifat sayuran, tomat mentah bisa dikonsumsi bersama pati maupun protein (hewani). Namun setelah dimasak, tomat meningkat keasamannya, sehingga tidak serasi jika dikonsumsi bersama pati.

2. Pati

Hidangan utama pati cukup dinikmati satu kali sehari. Pati tidak serasi dikombinasikan dengan protein (hewani). Pasangan serasi untuk pati adalah sayuran, termasuk sayuran kaya pati, seperti kentang, jagung muda, kluwih, nangka muda, labu kuning. Tomat mentah bisa dikombinasikan dengan pati, namun tomat yang telah dimasak kurang serasi dipadukan dengan pati. Ganti tomat yang dimasak dengan bahan lain agar selaras dengan metabolisme tubuh.

Utamakan bahan makanan kaya pati yang sealami mungkin dan tidak banyak mengalami proses pengolahan (whole food). Pangan sumber pati yang baik bagi pelaku Food Combining Vegetarian antara lain nasi beras merah, nasi beras putih tumbuk, nasi beras jagung,  ubi jalar, dan sagu ambon. Buah kering (kismis, kurma, aprikot) termasuk kelompok pati dan sering dimanfaatkan sebagai pemanis alami pengganti gula pasir. Pemanis alami lainnya, antara lain jus buah, gula stevia, dan sirup mapel, juga dimasukkan dalam kelompok pati. Meskipun bukan kelompok pati, jus buah manis bisa dikombinasikan dengan pati sebagai pemanis alami pengganti gula pasir, karena jus buas manis berlimpah gula buah (fruktosa).

3. Protein

Sama seperti hidangan utama pati, hidangan utama protein cukup dinikmati satu kali dalam sehari. Satu jenis saja makanan hewani untuk sekali makan, tidak bercampur beberapa makanan hewani, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Protein dalam pengertian Food Combining secara khusus berarti protein hewani. Walaupun berlimpah protein nabati, polong-polongan (kacang hijau, kacang merah, kacang tolo, dan lain-lain) tidak secara khusus dimasukkan ke dalam kelompok protein dalam Food Combining. Kandungan pati dan seratnya yang tinggi membuat polong-polongan tidak serasi dikombinasikan dengan makanan hewani. Kombinasi polong-polongan dengan pati juga kurang serasi, namun masih bisa dikonsumsi secukupnya.Prinsip Kombinasi Makanan Food Combining

Penting!
Ada pengecualian untuk jenis protein berikut ini :

  • Jika dimanfaatkan dalam jumlah terbatas, produk fermentasi susu–seperti keju alami dan plain yoghurt termasuk makanan netral, yang bisa dikombinasikan dengan protein (hewani) maupun pati.
  • Saus atau bumbu hasil olahan tradisional kedelai dengan cara fermentasi termasuk makanan netral. Produk tersebut bisa dikombinasikan dengan protein (hewani) maupun pati. Contohnya taoco, taosi, kecap, miso.
  • Telur utuh termasuk kelompok protein, tapi kuning telur digolongkan kelompok makanan netral dibatasi alias dikonsumsi secukupnya saja. “Pemindahan” pengelompokan ini dikarenakan kuning telur menyimpan banyak lemak, sehingga disamakan kedudukannya dengan lemak/minyak goreng. Dengan demikian, dalam jumlah sedikit kuning telur dapat dicampurkan dengan hidangan protein (hewani) maupun pati.

4. Bahan makanan netral dibatasi

Kelompok makanan ini tergolong netral, tetapi penggunaannya harus dibatasi. Netral dalam arti bisa dikombinasikan dengan pati maupun protein (hewani). Penggunaannya harus dibatasi, agar tidak mengganggu proses pencernaan makanan utama, yakni pati maupun protein (hewani). Sebagai contoh, nasi kukus lebih mudah dicerna daripada nasi goreng yang telah ditambah minyak goreng atau nasi kuning yang telah dibubuhi santan. Tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna lemak, sehingga bahan makanan yang tercampur bersamanya juga menjadi lama proses cernanya.

5. Lemak

Tinggalkan margarin dan minyak samin, karena produk lemak terhidrogenerasi (minyak goreng yang dipadatkan) ini tidak sehat. Menurut sejumlah riset, lemak trans dalam margarin dan minyak samin meningkatkan kepekatan darah sehingga rawan mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis), menaikkan kadar kolesterol jahat LDL tapi malah menurunkan kadar kolesterol baik HDL mengganggu irama jantung, dan menggerogoti sistem kekebalan tubuh.

Gunakan minyak zaitun, terutama extra virgin olive oil, sebagai minyak salad. Untuk menumis, kita masih memanfaatkan minyak zaitun, tapi sebaiknya pilih extra light olive oil. Untuk menggoreng (deep frying) pada suhu sedang, boleh menggunakan minyak kanola. Pilihan lainnya yaitu minyak kelapa dan minyak sawit. Hindari pula minyak goreng yang sifat lemaknya sangat kurang jenuh, seperti minyak jagung, minyak biji matahari, minyak kacang tanah, karena minyak tersebut sangat mudah rusak jika dipanaskan atau kemungkinan dibubuhi antioksidan sintetis maksimal untuk menjaga stabilitasnya.

6. Produk susu.

Plain yoghurt, single cream/heavy cream, double cream/thick cream, krim asam (sour cream), dan buttermilk bisa dikombinasikan dengan pati maupun protein (hewani) dalam jumlah terbatas.

7. Bumbu dan rempah

Manfaatkan bahan alami dan segar untuk membumbui masakan dan hidangan lain, seperti jahe, kunyit, merica, daun jeruk, daun salam, cabai, vanili, daun pandan. Beberapa dari bahan-bahan alami juga bisa dimanfaatkan sebagai pewarna dan biang aroma, misalnya kunyit, daun suji, daun pandan, jahe, vanili, kayumanis. Lupakan vetsin (MSG) dan produk banyak mengandung bahan tersebut, seperti kaldu blok dan kaldu bubuk. Jauhi bahan tambahan makanan (food additives) sintetis. Bumbu masak instan, seperti bumbu sup instan, gulai instan, bumbu nasi goreng instan, termasuk yang sebaiknya ditinggalkan.

Sumber Gambar :
1. http://kadjemputan.weebly.com/uploads/1/2/1/4/12141282/5634963.jpg?482
2. http://2.bp.blogspot.com/n8Fyux6o7Q/UJZipB7gljI/AAAAAAAAAA0/30DNo80ovGw/s1600/makanan.jpg

Komentar