Bayi & Anak, Tumbuh Kembang Anak

Perilaku Yang Sering Menyertai Bayi Yang Menderita Alergi

bayi alergiAlergi termasuk gangguan yang menjadi permasalahan kesehatan penting pada usia anak. Gangguan ini ternyata dapat menyerang semua organ tanpa terkecuali, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan berbagai bahaya dan komplikasi yang mungkin bisa terjadi.

Belakangan terungkap bahwa alergi menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, karena alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak. Gangguan fungsi otak itulah maka timbul gangguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan emosi, keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi hingga memperberat gejala penderita Autis dan ADHD (Hiperaktif).

Perilaku Yang Sering Menyertai Bayi Yang Menderita Alergi :

Gangguan Neuro Anatomis:

Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku. Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus).

Gerakan Motorik Berlebihan :

Usia < 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan. Usia < 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, tidak bisa diselimuti (“dibedong”). Kepala sering digerakkan secara kaku ke belakang, sehingga posisi badan bayi “melengkung” keluar. Bila digendong tidak senang dalam posisi tidur, tetapi lebih suka posisi berdiri.

Usia > 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau menggeleng-gelengkan kepala. Sering kebentur kepala atau jatuh dari tempat tidur.

Gangguan Tidur (Biasanya Malam-Pagi):

Tidur gelisah, bolak-balik ujung ke ujung, apabila tidur posisi “nungging” atau tengkurap, berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur, sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus, usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tiba-tiba duduk dan tidur lagi.

Agresif Meningkat:

Pada usia lebih 6 bulan sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menarik puting susu ibu dengan gusi atau gigi, menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit puting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan kedua tangan atau kaki ke dalam mulut. Tampak gampang seperti gemes atau menggeram.

Gangguan Konsentrasi :

Cepat bosan terhadap sesuatu aktifitas bermain, memainkan mainan, bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa lama memperhatikan. Bila minum susu sering terhenti dan teralih perhatiannya dengan sesuatu yang menarik tetapi hanya sebentar.

Emosi Meningkat :

Sering menangis, berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran. Sering berteriak dibandingkan mengoceh terutama saat usia 6 bulan.

Gangguan Motorik Kasar, Gangguan Keseimbangan Dan Koordinasi :

Pada pola perkembangan normal adalah bolak-balik, duduk, merangkak, berdiri dan berjalan sesuai usia. pada gangguan keterlambatan motorik biasanya bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 – 8 bulan tidak duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjalan.

Gangguan oral motor: keterlambatan bicara:

Kemampuan bicara atau ngoceh-ngoceh hilang dari yang sebelumnya bisa. Bila tidak ada gangguan kontak mata, gangguan pendengaran, dan gangguan intelektual biasanya usia lebih 2 tahun membaik.

Gangguan mengunyah dan menelan:

Gangguan makan makanan padat, biasanya bayi pilih-pilih makanan hanya bisa makanan cair dan menolak makanan yang berserat. Pada usia di atas 9 bulan yang seharusnya dicoba makanan tanpa disaring tidak bisa harus di blender terus sampai usia diatas 2 tahun.

Impulsif :

Banyak tersenyum dan tertawa berlebihan, lebih dominan berteriak daripada mengoceh.

Memperberat ADHD dan Autis.

Jangka panjang akan memperberat gangguan perilaku tertentu bila anak mengalami bakat genetik seperti ADHD (hiperaktif) dan AUTIS (hiperaktif, keterlambatan bicara, gangguan sosialisasi). Tetapi alergi bukan penyebab Autis tetapi hanya memperberat. Penderita alergi dengan otak yang normal atau tidak punya bakat Autis tidak akan pernah menjadi Autis.

sumber gambar : http://2.bp.blogspot.com/_tI2-jstSwSY/TR3fMeDJDiI/AAAAAAAAA5U/Jeeiqx0GmDM/s320/bayi-tidur-dalam-ts.jpg