rahimPerdarahan setelah berhubungan seksual atau Post Coital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di organ kewanitaan dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual belum terlalu sering sehingga organ kewanitaan masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke organ kewanitaan), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet.

Beberapa penyebab lain dari perdarahan pasca berhubungan seksual adalah :

  • Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  • Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  • Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  • Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause
  • Kurangnya lendir pada organ kewanitaan menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  • Kanker leher rahim
  • Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim
  • Resiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  • Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada organ kewanitaan  (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb).

Kesehatan mulut rahim menjadi masalah serius pada kesehatan reproduksi. Karena itu kenali sedari dini apa saja gejalanya. Muncul flek darah usai berhubungan juga didiagnosa menjadi salah satu tanda masalah pada serviks. Untuk mengetahui secara jelas harus dilakukan pemeriksaan Inspekulo atau dengan alat spekulum untuk melihat langsung keadaan mulut rahim.

Segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya.

sumber gambar : http://www.alternatif-tip.net/wp-content/uploads/2013/02/d-510x300.jpg