Penyebab dan Pengobatan Diare Pada Bayi


Penyebab dan Pengobatan Diare Pada BayiDiare merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh bayi dan balita terutama usia 12 hingga 24 bulan. Jika bayi atau anak anda tiba-tiba mengalami perubahan dalam buang air besar dari biasanya baik frekuensi/jumlah buang air besar yang menjadi sering dan menjadi cair, maka si kecil kemungkinan besar positif terkena diare.
Penyakit diare tidak bisa dianggap sepele, karena jika berlangsung terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan berbahaya bagi organ-organ tubuh. Diare bukanlah penyakit yang datang dengan sendirinya. biasanya ada yang menjadi pemicu terjadinya diare.

Penyebab Diare Pada Bayi

Berikut ini beberapa penyebab diare, yaitu:
• Infeksi oleh bakteri dan parasit (vibrio cholera, salmonella, giardiasis).
• Serangan virus (rotavirus).
• Alergi terhadap makanan, susu formula maupun keracunan makanan.
• Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: campak, infeksi telinga, infeksi tenggorokan, malaria, dll.
• Pemanis buatan.
Gejala diare atau mencret adalah tinja yang encer dengan frekuensi 4 x atau lebih dalam sehari, yang kadang disertai:
• Muntah
• Badan lesu atau lemah
• Panas
• Tidak nafsu makan
• Darah dan lendir dalam kotoran

Di samping itu ada beberapa gejala yang bisa dijadikan panduan untuk mengetahui apa penyebab diare pada bayi, yaitu:

1. Jika diare yang terjadi disertai dengan muntah, sakit perut, demam, menggigil, perasaan sakit, maka kemungkinan ada masalah pada gastroenteritis (pencernaan). Jika disertai dengan adanya darah dalam kotoran bayi kemungkinan akibat infeksi bakteri.

2. Diare terjadi setelah bayi mengkonsumsi susu formula atau terlalu banyak makanan tertentu, kemungkinan diare diakibatkan oleh masalah makanan atau susu.

3. Diare disertai oleh perut yang kembung, gas dan kotoran yang seperti berminyak, kemungkinan disebabkan oleh adanya infeksi parasit.

4. Diare terjadi setelah bayi mengk onsumsi obat tertentu seperti antibiotik atau obat lainnya, kemungkinan disebabakan oleh efek samping dari obat yang dikonsumsi.

5. Diare yang disertai oleh muntah, keringat berlebih, keletihan, kejang-kejang serta membuat bayi menjadi tidak sadar, kemungkinan disebabkan oleh keracunan sesuatu. Jika bayi sudah tidak sadarkan diri atau mengalami kesulitan bernapas, sebaiknya segera larikan ke rumah sakit.

6. Bayi menjadi rewel setelah menyusui, perut kembung, diare dan kotoran yang ada menimbulkan bau tak sedap, kemungkinan disebabkan oleh laktosa intoleransi atau tidak dapat mentoleransi laktosa yang ada di dalam susu.

7. Jika diare yang muncul disertai dengan muntah, gatal-gatal, hidung tersumbat, bengkak, sesak napas, mengi, kesulitan menelan dan timbulnya ruam pada kulit, kemunginan disebabkan oleh alergi makanan yang dikonsumsi bayi.

8. Diare dengan adanya perasaan kembung atau bergas, muntah, kolik, kotoran yang berdarah, menolak untuk makan, batuk, mengi dan gejala ini timbul sekitar 45 menit setelah mengkonsumsi susu, kemungkinan disebabkan bayi tidak dapat mentoleransi protein yang terkandung di dalam susu.

10. Mengalami diare yang kronis, pertumbuhan yang terganggu, batuk yang disertai dengan rengekan, napasnya mendesah atau mengi, kemungkinan disebabkan penyakit cystic fibros.

Penularan penyakit diare antara lain :
• Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor.
• Bermain dengan mainan yang terkontaminasi, apalagi pada bayi sering memasukan tangan/ mainan / apapun kedalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan dipermukaan udara sampai beberapa hari.
• Penggunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar.
• Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.
• Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.

Pengobatan Diare Pada Bayi

Pengobatan Diare :
• Langkah yang paling penting dalam mengatasi diare adalah menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
• Jika bayi tampak sakit berat, cairan biasanya diberikan melalui infus. Jika penyakitnya ringan, bisa diberikan cairan yang mengandung elektrolit melalui botol susu atau gelas.
• ASI tetap diberikan untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi dan mempertahankan pembentukan ASI oleh ibu.
• Jika bayi tidak disusui oleh ibunya, sebaiknya segera setelah dehidrasinya teratasi, diberikan susu formula yang tidak mengandung laktosa. Susu formula yang biasa bisa diberikan secara bertahap beberapa hari kemudian.
• Meskipun diare infeksius bisa disebabkan oleh bakteri, tetapi tidak perlu diberikan antibiotik karena infeksi biasanya akan mereda tanpa pengobatan.
• Memberikan obat untuk menghentikan diare sebenarnya bisa membahayakan bayi karena obat ini bisa menghalangi usaha tubuh untuk membuang organisme penyebab infeksi melalui tinja.

Pencegahan Diare :
• Teruskan Pemberian Air Susu Ibu (ASI).
• Perhatikan kebersihan dan gizi yang seimbang untuk pemberian makanan pendamping ASI setelah bayi berusia 6 bulan.
• Karena penularan kontak langsung dari tinja melalui tangan / serangga , maka menjaga kebersihan dengan menjadikan kebiasaan mencuci tangan untuk seluruh anggota keluarga. Cucilah tangan sebelum makan atau menyediakan makanan untuk sikecil.
• Ingat untuk menjaga kebersihan dari makanan atau minuman yang kita makan. Juga kebersihan perabotan makan ataupun alat bermain si kecil.

(Dari beberapa sumber)

PENTING UNTUK ANDA :

Sumber Gambar : http://mombaby.tw/img/timthumb.php?src=http://mombaby.tw/uploads/2015/04/qqo773.jpg&h=550&w=850&zc=1


Madu Syifa Kids Diare Ramuan Herbal Alami Untuk Sembuhkan Diare Anak

Madu Syifa Kids Diare Ramuan Herbal Alami Untuk Sembuhkan Diare Anak

Madu Herbal Syifa Kids Diare adalah   madu herbal anak Diare, 100% alami, tanpa bahan pengawet, ....
Rp 45.000 Beli
Bee Pollen Super Food Untuk Daya Tahan Tubuh Terhadap Penyakit

Bee Pollen Super Food Untuk Daya Tahan Tubuh Terhadap Penyakit

BEE POLLEN adalah tepung sari yang dikumpulkan oleh lebah dari beragam jenis bunga tetumbuhan. Wujudnya ....
Rp 45.000 Beli

14 Komentar

  1. Selamat siang dok,, anak saya berusia 6 bulan sekarang lg diare disertai.demam udh 3 hari, dan tinjanya itu berminyak, sekarang demamnya udh reda tapi bab masih cair berbau amis dan berminyak??
    Mohon penjelasanya dok

    1. Selamat Siang Ibu Puspa,
      penyebab diare pada anak sangat bervariasi,
      1. Infeksi oleh bakteri dan parasit (vibrio cholera, salmonella, giardiasis).
      2. Serangan virus (rotavirus).
      3. Alergi terhadap makanan, susu formula maupun keracunan makanan.
      4. Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: campak, infeksi telinga, infeksi tenggorokan, malaria, dll.
      5. Pemanis buatan.

      Apabila diare disertai dengan perut kembung, keluarnya tinja disertai gas dan tinja berminyak kemungkinan disebabkan oleh infeksi oleh parasit.

      Jika BAB anak berminyak, segera periksakan anak anda ke dokter untuk mendapatkan penangangan yang tepat dan untuk mengetahui penyebabnya.

  2. Assalamualaikum,saya mau tanya
    Ank saya sudah seminggu ini diare tapi makan dan minum masih mau dan anaknya pun aktif terus
    Bagaimana ya cara mengatasinya soalnya saya sudah melakukan semua cara tapi diarenya masih
    Mohon infonya ya

    1. walaikumsalam,
      bunda nina,bila anak sdh seminggu diare terus berlangsung, untuk lebih jelasnya coba fesesnya di cekkan ke lab nanti bisa ketahuan penyebab diarenya,jangan biarkan diare berkepanjangan bisa bahaya walau anak kondisi aktif.
      demikian informasi yang bisa kami sampaikan semoga bermanfaat terimakasih

  3. Assalamualaikum dokter,anak saya perutnya kembung dr usia 1bulanan n sampai sekarang 2blnn lebih msh kembung dan ditambah diare sdh hampir 3mingguan,sdh k dokter tp msh sj blm sembuh,anaknya ttp aktif dan asi lancar tp terkadang rewel,mhn saran dokter,terimakasih,wassalam

    1. walaikumsalam,
      bunda hidayah,
      perut kembung banyak sebabnya,apalagi dikondisi cuaca seperti ini,coba ikuti cara tradisional ini :
      parutkan bawang merah secukupnya dicampur dengan minyak telon setiap 2 jam balurkan ke bagian perut, atau bisa di kompres dengan daun pace/mengkudu di olesi minyak kelapa murni bakar diatas api sampai layu lalu dianginkan sebentar lalu taruhlah di perut baby lakukan ini trus menerus sampai baby ibu merasa nyaman dan tidak kembung kembali.
      semoga informasi yang kami sampakan semoga bermanfaat terimakasih

    1. selamat siang,
      bisa kemungkinan anak ibu ada masalah dengan pencernaan atau bisa jadi mengalami sembelit sehingga untuk BAB sulit keluar yang bisa mengakibatkan pembuluh darah halus di dubur pecah dan berdarah,mohon di cek secara detail ke dokter anak saja bun untuk memastikannya, minta untuk cek lab fesesnya bila untuk mengetahui pencernaan bermasalah atau tidak
      demikian informasi yang bisa kami sampaikan terimakasih

  4. @pondokibu saya mau tanya bayi saya baru berusia 6 bulan, sekarang sudah mulai diperkenalkan dengan MP ASI. Waktu hari kamis kami pergi jalan-jalan pulangnya masih normal saja, tapi hari jum’atnya mulai kerasa agak demam disertai bab sampai 4x, yang bikin kaget hari sabtunya bab sampai 8x. Bagaimana ini dok, apa bayi saya mengalami diare atau masuk angin biasa? Badannya pun masih demam, padahal sudah dikasih parasetamol. Terima kasih

    1. selamat siang bunda nurul,

      bisa jadi anak bunda adaptasi dengan kondisi bepergian jauh, atau merasakan perjalanan yang melelahkan sehingga anak masuk angin dan mengalami diare bila 1 hari sampai 8x.sarab saya bila ingin bepergian jauh pastikan kondisi anak fit, kebersihan saat bepergian di perhatikan dan kenyamanan si baby bila banyak terkena angin segera olesi minyak sambil diberi sentuhan pijat setiap 2 jam,kondisi digendong trus itu bisa jadi anak merasa gak nyaman juga bun badan terasa sakit semua.
      bila anak masih saja mengalami diare segera di bawa langsung ke rumah sakit terdekat atau dokter anak untuk melihat kondisinya secara langsung sehingga tidak terjadi dehidrasi yang bisa menyebabkan fatal.
      demikian infomasi yang dapat kami sampaikan semoga membantu terimakasih

  5. Saya mau tanya,kalo anak saya bab nya 1hr 2x..gag mntah n gag lemes bdanya..apakah it diare? Tp ni masih 1hr n paginya bab lg shari

    1. siang bunda,
      untuk BAB 2x dalam sehari masih terbilang normal, bila terjadi abnormal dari bab biasanya untuk babnya berair/encer dan berwarna itu yang harus di waspadai bisa langsung di tanyakan lsng ke dokter anak terdekat untuk pengecekan dari fesesnya.demikian informasi yang kita sampaikan semoga bisa membantu terimakasih

  6. Pondokibu@ saya mau nanya, anak saya terkena diare, sudah 4hari, dalam sehari bisa 4x bab, dan bab nya pun bau, terkadang disertai muntah, gx mau makan, dan rewel. Knp y??

    1. selamat siang bunda apriyani,
      apakah anaknya sudah dibawa ke dokter anak terdekat?karena untuk diare disertai muntah tidak segera ditanggani bisa mengalami dehidrasi yang mengakibatkan kematian,mohon segera dicek kan secara fisik ke dokter anak terdekat bunda untuk penanganan lebih lanjut terimakasih semoga bisa membantu infonya terimakasih

Komentar