Posted by admin | Posted in Pendidikan & Psikologi | Posted on 03-01-2009 | 241 views
Tags: Akibat meniru, EQ. emotional quotion, kecerdasan emosional, KELUARGA
Anak keduaku usia 1,5 tahun, sebenarnya selalu saja bertingkah lucu dan sangat menyenangkan. Ada-ada saja tingkahnya yang apa adanya yang membuat kami orangtuanya selalu dibuat tersenyum bahagia. Tapi akhir-akhir ini, ada satu hal yang lain, meskipun jika diperhatikanpun juga tetap terlihat lucu, yaitu jika sedang marah. dia jika sedang marah entah karena berebut dengan kakaknya, atau menginginkan apa yang sedang dimainkan oleh kakaknya, maka akan menjerit dengan keras sambil memukul sekuat tenaga bahkan melempar benda apa saja yang didekatnyapun dengan sekuat tenaga. Kenapa saya bilang lucu? karena saya merasa itu bukanlah keperibadian dia yang sesungguhnya. Saya selalu bersamanya sejak bayi, sehingga saya cukup faham bagaimana kepribadiannya. melihat tipe kepribadiannya, dia bukanlah tipe anak yang sepeti itu jika marah.
Setelah kami amati nampaknya sibungsu banyak terpengaruh oleh kakaknya, yang merupakan teman mainnya dan juga yang pasti juga meniru dari kami orangtuanya saat sedang marah, disamping juga kakaknya sudah memiliki banyak teman dengan beranekaragam perilaku dalam mengekspresikan emosinya, hanya saja si bungsu ini mengekspresikannya dengan cara yang berbeda.
Tentu saja ini teguran yang sangat berarti buat kami. Bagaimana seharusnya menyikapai berbagai prilaku anak. Karena apapun yang dilakukan orangtuanya akan menjadi acuan prilaku mereka, tanpa bisa berpikir bahwa ini benar atau salah, juga baik atau buruk. Yah tentu saja karena mereka belum bisa memahami konsep baik-buruk ataupun benar dan salah. Benarlah pepatah yang mengatakan bahwa buah tak jauh dari pohonnya.
Anak-anakku kalian benar-benar membuat ummi banyak belajar memahami diri dan memperbaiki diri. Ummi berharap bisa menjadi ibu yang terbaik buat kalian selamanya.



