Orangtua jika hendak memarahi anaknya hendaknya dengan cara marah yang tepat dan aman, menunjukkan teguran dan kasih sayang sekaligus. Orangtua jarang melakukan komunikasi yang intensif dengan anak-anaknya. Meraka hanya akan terpaksa berkomunikasi dengan anaknya ketika mereka sedang ada masalah. Itupun hanya dilakukan dengan singkat sehingga terkadang tidak efektif. Untuk melakukan komunikasi yang singkat tetapi efektif orang tua bisa melakukan metode “Teguran Satu Menit” pada anak.1. Pelaku dan Perilaku

Orangtua harus paham terlebih dahulu perbedaan tentang “pelaku” dan “perilaku” . Pelaku adalah individu anak yang sedang melakukan sesuatu sedang perilaku menggambarkan kegiatan yang sedang dilakukannya. Orangtua harus memahami bahwa pelaku dan perilaku tidak selalu mempunyai konotasi yang sama. Orangtua tidak boleh memberikan konotasi yang buruk kepada pelaku (anak) seburuk apapun perilakunya. Yang buruk dan boleh dibenci adalah perilakunya sedangkan pelaku adalah anak-anak baik yang tetap berhak untuk disayangi dan dicintai.

2. Citra Diri

Untuk menularkan citra diri yang positif pada anak, anak harus meyakini bahwa diri mereka adalah anak-anak baik. Janganlah menjatuhkan kata-kata yang keji yang menjatuhkan citra diri anak. Karena jika orangtua dan orang-orang sekitarnya berprasangka buruk pada anak-anak maka anak-anak akan berusaha membenarkan prasangka tersebut dengan bersikap negative. Anak-anak bisa membaca prasangka buruk dari kata-kata yang terucap. Mimic dan guratan wajah bahkan mereka bisa membaca lintasan hati orangtuanya.

3. Setengah Menit Pertama: Tegur Perilakunya

Orangtua bisa menegur dan menunjukkan bahwa ia tidak suka terhadap perilakunya. Tegurlah “perilaku”nya saja tanpa mencela “pelaku”nya supaya anak mengerti kesalahannya.  Anak harus mengerti betul bahwa orangtua marah, kecewa, dan benci terhadap perilakunya tersebut dengan menunjukkan mimik wajah yang penuh emosi atau dengan kata-kata yang keras. Bukan marah dan membenci pada anak tetapi pada perilakunya saja.

4. Jangan Diulang, Diamkan Beberapa Detik

Supaya efisien Orangtua untuk menunjukkan perasaannya cukup dinyatakan sekali saja dengan ditunjang ekspresi wajah dalam waktu tak lebih dari satu menit sehingga tercipta suasana tidak menyenangkan bagi anak. Orantua bisa mengungkapkan rasa kecewa atas prilaku anak yang buruk dengan menarik napas panjang, seakan telah selesai menyelesaikan tugas berat berupa pengungkapan.

5. Setengan Menit Kedua : Hargai Pelakunya

Orangtua bisa mengungkapkan pada anak bahwa mereka tetap mencintai mereka bagaimana pun buruknya perilaku mereka dengan ekspresi wajah penuh kasih sayang dan kelembutan, dengan memeluk dan membelai mereka karena pada dasarnya mereka adalah anak-anak yang shaleh.

Metode Teguran Satu Menit mempunyai banyak kelebihan.

  1. Melatih disiplin anak-anak untuk bisa meninggalkan perilaku yang buruk
  2. Metode ini bisa digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif antara orangtua dan anak.

Metode teguran satu menit hanya akan efektif bila dilakukan dalam satu menit saja dan setelah orangtua selesai mengungkapkan perasaannya diharapkan tak akan menyinggung-nyinggung kembali pada kesempatan yang lain. Tanpa pengulangan dan untuk selanjutnya dibuang jauh-jauh tanpa ada perasaan marah yang tersisa.

Sumber: “ Mendidik Dengan Cinta” Irawati Istadi