perawatan masa nifas

Masa nifas merupakan masa pembersihan rahim. Masa nifas biasanya berlangsung selama 40 hari  setelah melahirkan. Pada masa ini, darah akan keluar seperti pada masa haid. Darah nifas harus mengalir keluar dengan lancar untuk menghindari infeksi rahim.

Lama masa nifas bisa berbeda-beda pada setiap ibu. Darah akan cepat berhenti apabila jumlah yang keluar memang sedikit tetapi optimal, atau keluar sekaligus banyak dan berhenti sebelum 40 hari. Sementara itu mungkin ada ibu yang darah nifasnya masih keluar melewati masa 40 hari. Meskipun darah sudah berhenti sebelum 40 hari, sebaiknya masa nifas dianggap selesai setelah 40 hari, karena perawatan masa nifas adalah masa pemulihan pasca persalinan sampai alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil.

Ada empat tahapan masa nifas yang harus dilalui oleh ibu yang baru saja melahirkan:

1. Lokia Lubra

Keluarnya darah berwarna merah karena berisi darah segar, jaringan sisa-sisa plasenta, dinding rahim, lemak bayi, rambut bayi dan kotoran bayi saat dalam kandungan. Biasanya masa ini berlangsung selama 1 minggu.

2. Lokia Sanguelenta

Keluarnya darah berwarna merah dan berlendir

3. Lokia Serosa

Keluarnya cairan berwarna kekuningan karena jaringan serosa atau sisa-sisa pengaruh hormon

4. Lokia Alba

Cairan yang keluar berwarna putih dan bening. Ini tandanya sudah memasuki tahap pemulihan.

Masa nifas adalah masa yang penting bagi pemulihan pasca persalinan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perawatan nifas untuk pemulihan pasca persalinan:

Masa istirahat

Umumnya wanita sangat lelah setelah melahirkan, lebih-lebih bila persalinan berlangsung lama, oleh karena itu ibu harus cukup beristirahat. Jangan melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan perdarahan. Bila ibu melahirkan dirumah sakit, biasanya baru diperbolehkan pulang setelah tiga atau empat hari.

Makanan

Makanan yang diberikan harus cukup kalori, protein, banyak cairan, serta buah-buahan dan sayuran.

Mules-mules

Hal ini timbul akibat kontraksi uterus dan biasanya lebih terasa saat menyusui. Hal ini dialami selama 2-3 hari sesudah bersalin. Perasaan sakit ini juga timbul bila masih ada sisa selaput ketuban, plasenta atau gumpalan dari di cavum uteri. Ibu dapat diberikan analgetik supaya ia dapat beristirahat tidur.

Demam

Sesudah bersalin, suhu badan ibu naik ± 0,5 C dari keadaan normal, tapi tidak melebihi 38 C. Dan sesudah 12 jam pertama suhu badan akan kembali normal. Bila suhu lebih dari 38 C mungkin ibu mengalami infeksi. Silahkan konsultasikan dengan dokter Anda.

Perubahan–Perubahan Yang Terjadi Pada Masa Nifas

Pada masa nifas, alat genetalia external dan internal akan berangsur– angsur pulih seperti keadaan sebelum hamil.

a. Corpus uterus

Setelah plasenta lahir, uterus berangsur – angsur menjadi kecil sampai akhirnya kembali seperti sebelum hamil.

b. Endometrium

Perubahan–perubahan endometrium ialah timbulnya trombosis degenerasi dan nekrosis di tempat inplantasi plasenta.

Hari I : Endometrium setebal 2 – 5 mm dengan permukaan yang kasar akibat pelepasan desidua dan selaput janin.

Hari II : Permukaan mulai rata akibat lepasnya sel – sel dibagian yang mengalami degenerasi.

c. Involusi tempat plasenta.

Uterus pada bekas inplantasi plasenta merupakan luka yang kasar dan menonjol ke dalam cavum uteri. Segera setelah plasenta lahir, penonjolan tersebut dengan diameter 7,5 cm, sesudah 2 minggu diameternya menjadi 3,5 cm dan 6 minggu telah mencapai 24 mm.

d. Perubahan pada pembuluh darah uterus.

Pada saat hamil arteri dan vena yang mengantar darah dari dan ke uterus khususnya ditempat implantasi plasenta menjadi besar setelah post partum otot – otot berkontraksi, pembuluh – pembuluh darah pada uterus akan terjepit, proses ini akan menghentikan darah setelah plasenta lahir.

e. Perubahan serviks

Segera setelah post partum, servix agak menganga seperti corong, karena corpus uteri yang mengadakan kontraksi. Sedangkan servix tidak berkontraksi, sehingga perbatasan antara corpus dan servix uteri berbentuk seperti cincin. Warna servix merah kehitam – hitaman karena pembuluh darah.Segera setelah bayi dilahirkan, tangan pemeriksa masih dapat dimasukan 2 – 3 jari saja dan setelah 1 minggu hanya dapat dimasukan 1 jari ke dalam cavum uteri.

f. Vagina dan pintu keluar panggul

Vagina dan pintu keluar panggul membentuk lorong berdinding lunak dan luas yang ukurannya secara perlahan mengecil. Pada minggu ke – 3 post partum, hymen muncul beberapa jaringan kecil dan menjadi corunculac mirtiformis.

g. Perubahan di peritoneum dan dinding abdomen

Ligamen-ligamen dan diafragma pelvis serta fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan partus, setelah janin lahir berangsur-angsur ciut kembali. Ligamentum latum dan rotundum lebih kendor dari pada kondisi sebelum hamil.

http://www.anekaforum.com/sites/default/files/field/image/27072730-bayi.jpg