Wasir atau yang lebih dikenal oleh masyarakat kebanyakan sebagai ambeien sering dialami oleh ibu hamil. Ibu hamil dengan wasir atau ambeien seringkali merasakan perasaan tidak nyaman pada dubur atau anus terutama pada saat duduk lama ataupun buang air besar. Perasaan tidak nyaman ini bahkan terkadang menjadi trauma bagi seorang perempuan untuk kembali hamil. 80% kasus terjadi pada kehamilan pertama trimester ke 2 atau 3, sekitar minggu ke-16 kehamilan.

Wasir adalah pembengkakan dan peradangan pembuluh darah balik (vena) di sekeliling anus. Wasir jarang sembuh dengan sendirinya karena seringkali melibatkan pembuluh darah secara luas, jaringan lunak dan otot. Pelebaran pembuluh darah balik yang terjadi dibawah kulit disebut hemoroid eksterna sedangkan yang terjadi di bawah selaput lendir disebut hemoroid interna. Hemoroid interna seringkali membaik dengan sendirinya seiring dengan berakhirnya kehamilan akan tetapi apabila sering terjadi kekambuhan memerlukan penanganan yang cepat dan tepat.

Wasir terjadi karena pada saat hamil, jumlah dan sirkulasi darah dalam tubuh ibu meningkat sehingga pembuluh darah ibu membengkak. Seiring dengan usia kehamilan maka rahimpun akan ikut membesar. Hal ini menyebabkan pembuluh darah balik ibu semakin membengkak. Faktor terjadinya wasir antara lain adalah riwayat pernah menderita, usia, kebiasaan menahan buang air, proses mengedan lama, kehamilan berulang dan kehamilan lebih dari satu.

Hal ini dikarenakan pada saat hamil terjadi berbagai perubahan pada seorang wanita. Hormon kehamilan akan mengurangi ketahanan otot bantalan anus. Pada kehamilan juga terjadi peningkatan sirkulasi darah di daerah panggul. Wanita hamil seringkali susah BAB akibat menurunnya gerakan usus. Pertumbuhan bayi juga meningkatkan tekanan terhadap usus besar sehingga mengganggu aliran balik peredaran darah ke jantung.

Keluhan yang pertama muncul biasanya berupa nyeri dan gatal pada anus, keluar cairan, rasa tidak puas saat buang air,  serta dapat timbul perdarahan saat buang air besar. Selain mengakibatkan perasaan yang tidak nyaman, wasir menjadi perlu diperhatikan pada seorang wanita yang sedang hamil dikarenakan wasir seringkali disertai dengan perdarahan. Di Indonesia terutama di pelosok-pelosok masih sering ditemukan ibu hamil yang mengalami kurang darah akibat kurangnya pengetahuan dan kurang gizi. Apabila wasir terjadi pada ibu hamil yang telah mengalami kurang darah sebelumnya dan wasirnya disertai perdarahan, maka hal ini akan membahayakan ibu dan janin.

Wasir akibat kehamilan dapat diobati dengan ramuan berikut. Ramuan ini bisa mengurangi bengkak yang terjadi didaerah anus.
a. Ramuan 1
Bahan :
- 7 lembar daun iler / daun miana
- 2 ruas jari temulawak
- 2 gelas air
Cara membuat :
Temulawak dicuci, lalu dikupas dan diiris tipis-tipis. Daun iler atau miana juga dicuci bersih. Semua bahan direbus dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas air.
Cara Memakai:
Diminum 2 x 1/2 gelas dalam sehari
b. Ramuan 2
Bahan :
- 7 lembar daun ungu (handeuleum)
- 2 ruas ibu jari temulawak
- 2 gelas air
Cara Membuat :
Temu lawak dicuci, lalu dikupas dan diiris tipis-tipis. Daun ungu atau handeuleum juga dicuci bersih. Semua bahan direbus dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas.
Cara Memakai:
Diminum 2 x 1/2 gelas dalam sehari
c. Ramuan ke 3
Bahan :
- 1/3 genggam daun patikan kebo
- 2 jari kunyit
- gula enau secukupnya
- 2 gelas air
Cara Membuat :
Semua bahan direbus dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas.
Cara Memakai :
Diminum 2 x 1/2 gelas pagi dan sore hari

Sumber :
- Tanaman Obat untuk Masa Kehamilan & Pasca Melahirkan Oleh dr. Lestari Handayani,
M. Med (PH)
- www.lombokpost.co.id