“Aduuh, adek menangis lagi! Kok cengeng banget sih??”

Begitu biasanya reaksi orang tua ketika anaknya menangis lagi. Masing-masing orang tua berbeda satu sama lain dalam menghadapi kecengengan anak. Ada yang mampu mengatasinya, ada pula yang cuek. Yang jelas yang berusaha mencari akar permasalahan akan cenderung menemukannya. Lalu bagaimana cara kita mengatasi si kecil yang cengeng? Berikut beberapa saran untuk mengatasinya:

  • Biasanya anak yang cengeng membutuhkan perhatian yang lebih dari orang tuanya. Di keramaian misalnya, anak yang cengeng akan menggenggam erat tangan orang tuanya, atau orang dewasa yang ada bersamanya. Maka janganlah kita melepaskannya dan bilang “jalan sendiri sana! Adek kan sudah besar!”. Tetapi biarkan saja ia memegang tangan Anda, dan Anda cobalah bersikap pura-pura tidak tahu.
  • Sering lakukan kelekatan/kontak fisik. Biasakan anak dekat dengan orang tuanya sehingga si kecil dapat belajar bagaimana cara berkomunikasi dengan orang tuanya. Dan kita juga bisa lebih memahami bagaimana perilaku si kecil dan cara menghadapinya.
  • Nasehati anak dengan bahasa yang menyenangkan seperti lewat cerita atau metaphora.
  • Buat perjanjian dengan si kecil, misalnya jika anak kita ingin mendapat coklat atau kue yang Anda beli, maka ia harus menghabiskan makannya dahulu. Jika ia menangis dan memaksa, maka ingatkan ia bahwa Anda telah membuat perjanjian dengannya dan ia harus mengikuti perjanjian yang sudah di buat.

Intinya perhatian dan seringnya kontak antara orang tua dan anak akan membuat anak lebih tenang dan nyaman.