mengajari anak menyapuSudah menjadi kebiasaan anak-anak yang masih kecil untuk mengacak-acak ruangan atau perabotan rumah. Anda kesal, karena seharian Anda bersusah payah membereskannya. Ingin marah, jelas bukan pada tempatnya. Mereka belum mengerti…

Maka tugas Andalah untuk membuat mereka mengerti!

Ajari dengan contoh. Sediakan sapu kecil yang bisa digunakan si kecil untuk menyapu. Ketika Anda hendak menyapu, ajaklah ia untuk turut menyapu bersama Anda. Sambil menyapu, mintalah anak Anda untuk mengamati sekitar. Tanyakan padanya, apa saja yang bisa menyebabkan tempat atau ruangan bisa menjadi kotor dan berantakan? Lalu, bagaimana seharusnya agar tidak selalu kotor dan berantakan? Kegiatan menyapu ini juga merangsang motorik kasar anak.

Sediakan keranjang sampah. Anak-anak senang merobek-robek kertas. Kalau sudah merobek, puas rasanya, dan akan lebih puas jika telah melihat lingkungan menjadi kotor. Tak perlu buru-buru marah dan frustasi. Kemarahan Anda justru akan membuat kreativitasnya macet. Sediakan saja sebuah keranjang sampah di dekatnya. Dan berikan warning sejak awal, bahwa setelah ia puas merobek-robek, ia harus membuang sampahnya ke keranjang sampah.

Masukkan ke dalam kelas! Usai bermain, anak-anak biasanya meninggalkannya begitu saja. Berceceran kemana-mana, dan sering kali hilang begitu saja. Kegiatan mengembalikan mainan bisa saja menjadi menyenangkan, jika Anda bisa membuatnya menjadi menyenangkan. Misalnya, lomba memenuhi kotak dengan mainan. “Ayo, ibu punya 2 kotak. Satu untuk kakak, satu untuk adik. Sekarang, kita lomba, yang paling banyak mengumpulkan mainan boleh dapat ciuman ibu…”