anak-muslimSesungguhnya pengetahuan orangtua tentang dunia anak terhadap pendekatan yang digunakan oleh kedua orang tuanya dalam kehidupannya sehari-hari, bagaimana cara keduanya mendidik mereka dan cara-cara yang dipakai sangatlah berpengaruh terhadap pembentukan kepribadiannya di masa datang.

Penelitian akademis mengungkapkan bahwa ada keterkaitan antara pergaulan yang dilakukan oleh kedua orang tua kepada anak-anak mereka terhadap kepercayaan diri yang akan membentuk kepribadian dan pendiriannya secara pribadi maupun kemasyarakatan di masa datang.

Penelitian yang dilakukan oleh program studi ilmu jiwa di salah satu universitas di Kuwait itu menyebutkan bahwa adanya keterkaitan pergaulan yang buruk antara kedua orang tua dengan anak mereka seringkali menjadi benih munculnya gangguan-gangguan kejiwaan seperti stress dan lainnya, tergantung pada keadaan.

Penelitian yang mengambil tema “Keterkaitan Pergaulan Buruk kedua orang tua dengan anak mereka terhadap gangguan kejiwaan pada anak” itu mengungkap bahwa anak-anak yang orang tua mereka mengawasi mereka super ketat, mengawasi hal-hal yang besar sampai yang kecil, sering kali akan menjadikan mereka (anak-anak itu) tidak memiliki ketrampilan yang diperlukan dan mereka akan menjadi pribadi-pribadi yang tergantung dengan orang lain dalam memilih dan memutuskan sesuatu.

Ketergantungan yang buruk itu justru terjadi pada fase remaja yang merupakan fase rawan bagi perkembangan kepribadian seseorang.
Penelitian itu juga mengungkap bahwa cara kekerasan dan kekakuan yang digunakan dalam mendidik anak juga memiliki pengaruh yang buruk, karena akan menumbuhkan perasaan tertekan serta kemarahan.

Nah para orangtua terutama kita sebagai ibu-ibu yang merupakan sekolah pertama bagi putra-putri kita, teruslah belajar dan mencari tahu seputar pendidikan anak, terutama kejiwaan anak pada masing-masing tingkatan usianya, sehingga kita menjadi lebih bijak dalam menyikapi setiap perilaku dan kebutuhan mereka. Keberhasilan kita dalam mendidik anak-anak kita tentu saja kita sendiri yang akan menikmati hasilnya baik di dunia maupun diakhirat. Dimana keberhasilan itu tidak mesti harus selalu diukur dengan materi, tetapi melihat mereka tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang tangguh, tahu hak dan kewajibannya sebagai hamba Allah, hak dan kewajibannya kepada sesama manusia, sesama makhluk Allah merupakan kebahagiaan yang tak ternilai bagi kita para orangtua. Terlebih lagi keberhasilan itu tidaklah hanya kita nikmati sendiri tetapi juga dalam lingkungan keluarga yang lebih besar, masyarakat dan juga bagi agama dan bangsa kita.