sembelitDengan datangnya Ramadhan, kaum muslim menunaikan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh. Dari segi kesehatan puasa dapat menyehatkan badan, pikiran dan jiwa.  Dengan puasa juga dapat melakukan detoksifikasi yaitu mengeluarkan racun tubuh dari sisa-sisa makanan yang kita makan. Karena itu puasa itu menyehatkan.

Namun demikian, pola hidup tertentu selama berpuasa dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada beberapa orang. Perubahan pola makan selama puasa kadang menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Hal itu dikarenakan sistem pencernaan yang kaget mengalami perubahan jam makan. Apalagi kebanyakan dari Anda mungkin tidak memperhatikan pilihan asupan nutrisi yang tepat bagi tubuh.

Berikut adalah beberapa masalah  kesehatan yang mungkin terjadi selama bulan puasa dan bagaimana penanganan/pencegahannya:

  • Masalah Kesehatan seperti Konstipasi (sembelit)

Konstipasi adalah gejala sulit buang air besar yang beresiko menyebabkan ambeien/wasir dan pendarahan pada lubang anus. Penyebab konstipasi umumnya adalah kurangnya makan makanan yang berserat dan kurang minum. Untuk mengatasinya, makanlah makanan yang kaya serat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan serta perbanyaklah minum.

  • Masalah Kesehatan seperti Perut Kembung dan Sebah

Perut kembung disebabkan oleh makan terlalu banyak goreng-gorengan dan berlemak serta makanan yang memproduksi gas. Untuk mengatasinya, hindari terlalu banyak makanan berminyak, berlemak dan memproduksi gas, perbanyaklah minum air atau jus buah.

  • Masalah Kesehatan sepertiTekanan darah rendah

Keringat berlebihan, lemas, lesu, kurang tenaga, pusing (terutama saat bangkit dari tempat duduk), muka pucat dan serasa akan pingsan adalah gejala tekanan darah rendah. Gejala tersebut umumnya muncul di sore hari. Untuk mengatasinya, tambahkan porsi minuman dan garam di malam hari dan perbanyak istirahat di sore hari. Bila tekanan darah tetap juga rendah, konsultasi dengan dokter.

  • Masalah Kesehatan seperti Kepala Pusing

Penyebab kepala pusing umumnya adalah kurang tidur dan rasa lapar, terutama pada hari-hari pertama puasa ketika tubuh belum beradaptasi dengan ritme puasa. Para perokok atau peminum kopi bisa merasa pusing karena tidak adanya asupan kafein dan nikotin yang biasa didapat tubuh di siang hari. Untuk mengatasinya, kurangilah secara bertahap porsi minum kopi dan merokok selama seminggu atau dua minggu sebelum Ramadhan. Aturlah waktu tidur Anda dengan pola baru di bulan Ramadhan sehingga Anda mendapatkan cukup istirahat.

  • Masalah Kesehatan seperti Hipoglikemi (gula darah rendah)

Lemah, pusing, lelah, sulit berkonsentrasi, keringat dingin, gemetar (tremor) dan kurang tenaga adalah gejala kekurangan gula darah. Bagi orang yang tidak menderita diabetes, penyebabnya adalah terlalu banyak konsumsi gula di saat sahur sehingga tubuh mengeluarkan terlalu banyak insulin yang menyebabkan gula darah turun. Untuk mencegahnya, makanlah makanan yang kaya karbohidrat dan kurangi makanan dan minuman yang manis di saat sahur.

  • Masalah Kesehatan seperti Kram Otot

Penyebab kram otot adalah kurangnya asupan kalsium, magnesium dan potasium. Untuk mencegahnya, makanlah makanan kaya mineral tersebut seperti pisang, apel dan buah-buahan lainnya, susu, daging dan kurma.

  • Tukak Lambung dan Maag

Peningkatan kadar asam dalam perut kosong pada bulan puasa bisa menyebabkan perasaan terbakar di daerah perut dan dapat menjalar hingga tenggorokan. Konsumsi makanan pedas, kopi, dan minuman bersoda akan memperburuk kondisi ini. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau mengkonsumsi obat yang tersedia di pasaran untuk mengontrol kadar asam dalam perut anda.