kliping

Koran dan majalah di rumah menumpuk. Dibuang sayang, dibakar apalagi. Tapi, menumpuknya terus pun bukan solusi yang terbaik, mengingat tumpukan tersebut hanya menghabiskan tempat. Menjualnya di tukang loak? Boleh juga. Tapi, kenapa tidak mencoba sesuatu yang kreatif dan lebih bermanfaat?

Kita bisa membuat kliping dari tumpukan koran dan majalah tersebut. Misalnya, kliping cerpen, kliping politik, kliping sejarah, kliping masakan, dsb. Sesuaikan dengan minat dan kesukaan Anda. Tapi, jika pun toh tak sesuai dengan minat Anda, itu bukan hal yang masalah. Anda bisa memanfaatkannya sebagai bahan referensi untuk anak-anak Anda kelak.

Bagaimana caranya?

Kumpulkan bahan/artikel. Pisah-pisahkan artikel yang Anda ingin jadikan kliping sesuai dengan tema-temanya. Gunting dengan rapi dan berurutan. Jangan lupakan tanggal dan edisi terbitnya artikel tersebut. Catat sumber-sumbernya. Lalu cantumkan pada kliping Anda.

Siapkan kertas HVS atau kuarto. Waktu kecil saya biasa membuat kliping di buku tulis. Tapi, hasilnya kurang oke dibandingkan jika saya membuatnya dengan HVS atau kuarto. Lebih rapi dan lebih besar.

Gunakan double tape untuk menempelkannya agar hasil lebih rapi. Dulu sebelum saya mengenal ada double tape, saya suka membuat kliping dengan lem biasa. Tapi, hasilnya agak kurang rapi. Kadang halaman yang satu dengan yang lainnya menempel setelah kering.

Jilid dengan kuat dan rapi. Anda bisa menjilidnya dengan cara merajut (benang atau rotan), atau dengan memberi lakban. Jangan lupa buatkan cover dan judul untuk kliping Anda, seperti “KLIPING CERPEN” untuk membedakan kliping yang satu dengan yang lain.

Nah, kliping Anda sudah jadi sekarang. Buang sisa sampah pada tempatnya, ya!