kursi bayiKedisiplinan adalah salah satu pelajaran utama yang juga harus Anda tanamkan sejak dini terhadap putra-putri Anda. Namun, dalam menanamkan kedisiplinan ini tidak hanya ada satu metode saja yang efektif untuk mereka. Anda butuh beberapa trik dan metode lain untuk melatih kedisiplinan ini. Mengapa? Karena seringkali “cara lama” akan menjadi tidak mempan jika digunakan terus menerus.

Balikkan fokusnya. Caranya dengan menggunakan energinya yang berlebih untuk membalikkan fokusnya terhadap hal lain yang lebih positif. Misalnya, balita Anda berteriak-teriak marah menuntut Anda memenuhi keinginannya. Anda dapat mengatakan padanya, “Yang berteriak-teriak tidak boleh masuk rumah.” Atau “Kamu boleh berteriak tapi kita keluar rumah sekarang,”. Misal yang lain, balita Anda menolak mencuci tangan saat hendak makan, maka Anda bisa mengatakan, “Kamu ingin makan telur cacing atau ayam goreng buatan mama?”.

Abaikan. Terkadang, semakin Anda memperhatikan ulahnya, ia semakin menjadi-jadi. Sesekali, abaikan saja, terutama pada hal-hal yang tidak berbahaya. Misalnya, ia merengek minta jajan, padahal ia harusnya makan siang bersama Anda. Abaikan permintaannya. Letakkan makan siang di hadapannya, lalu pergilah. Kediaman Anda akan membuatnya berfikir, bahwa Anda tak senang jika ia pergi jajan dan tidak makan apa yang Anda masakkan untuknya. Atau, jika ia mulai mengacau rumah dengan melempar mainan-mainannya, Anda bisa menatapnya beberapa saat, lalu pergi. Jangan berkata apa-apa. Ia akan segera menyusul Anda dan tahu bahwa Anda tidak suka dengan sikapnya.

Hapus hak istimewanya. Sebelumnya, buatlah perjanjian dengannya. Misalnya, jika hari ini ia bersikap sangat baik, maka Anda mengizinkannya bermain dengan komputer selama 1 jam. Tapi, jika ia berbuat yang tidak benar, maka tidak ada permainan apapun untuknya hari itu.

Gunakan “jika-maka”. Misalkan, “Jika kamu mau bermain, maka kamu harus membereskannya setelah usai. Jika kamu tidak ingin membereskan mainanmu, maka tidak ada permainan hari ini.”

Kursi diam. Metode ini sering saya gunakan untuk anak-anak didik saya di sekolah. Saya meletakkan sebuah kursi di pojok ruangan, yang akan digunakan oleh anak-anak yang bersikap kurang baik pada hari itu. Misalnya, seorang murid saya mengamuk dan memukul kawannya. Maka saya menyuruhnya duduk di kursi diam selama 10 menit dan tidak ada seorang teman pun yang boleh mengajaknya bicara. Jika 10 menit berlalu, dan ia mau bersikap lebih baik, saya mengijinkannya masuk kembali ke dalam kelompok.